Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mimpi Buruk bagi Mahasiswa yang Kuliah di Jogja Adalah Tidak Punya Sepeda Motor. Pasti Boros dan Sangat Merepotkan

Sri Nur Haidahtun Nisa oleh Sri Nur Haidahtun Nisa
5 Mei 2025
A A
Catatan Keresahan Mahasiswa Jogja yang Nggak Punya Motor di Jogja: Boros, Susah ke Mana-mana, Sulit Cari Kerja!

Catatan Keresahan Mahasiswa Jogja yang Nggak Punya Motor di Jogja: Boros, Susah ke Mana-mana, Sulit Cari Kerja!

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang teman pernah bilang, “Sebagian besar masalah hidup terselesaikan kalau bisa mengendarai motor.” Ya, memang sebegitu pentingnya skill mengemudi ini. Rasa-rasanya juga hal yang penting buat punya kendaraan sendiri. Teman yang lain juga bilang, “Nggak punya motor di Jogja tetap bisa kok lulus kuliah.” Saya sih, setuju juga.

Tapi nggak punya motor di Jogja, tak bisa dimungkiri, adalah hal yang bikin repot.

Nggak punya motor bisa membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan. Berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa teman yang bernasib sama, ada beberapa hal yang membuat resah karena persoalan motor ini.

Susah jadi ketua kalau ada event tertentu

Sebenarnya bisa kok orang yang nggak punya motor jadi ketua event. Kemampuan leadership kan nggak bisa dinilai dari kepemilikan motornya saja. Tapi coba deh bayangkan, kalau tiba-tiba ada hal mendesak yang butuh seorang ketua buat hadir di sana, akan jadi susah situasinya kalau si ketua nggak bisa langsung gas ke lokasi memakai motornya sendiri.

Pinjam ke teman? Butuh waktu. Order ojek online? Juga belum tentu datang tepat waktu.

Lagi pula ketua biasanya akan lebih banyak pindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Akibatnya susah juga kalau ketua event nggak punya motor buat pergi.

Jarang mengajak teman hangout, padahal ingin main

Biasanya ada lebih dari satu tempat buat dikunjungi kalau hang out bareng teman. Buat menuju tempat yang lain tentu butuh kendaraan. Nah, masalahnya, kalau nggak punya motor di Jogja, sulit buat kek gini.

Sebenarnya sih bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik Trans Jogja. Tapi itu memakan waktu lama. Kalau pergi memakai motor, beberapa tempat jadi bisa dikunjungi sekaligus dalam satu hari. Itu menghemat waktu dan tenaga.

Baca Juga:

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Susah hafal jalanan Jogja

Orang yang sering berkendara akan lebih cepat menghafal jalanan Jogja. Sementara orang yang nggak punya motor akan lebih lama menghafalnya, karena pergerakannya terbatas. Ditambah paling cuma keluar lewat jalan yang itu-itu saja.

Mereka ini jarang pergi kalau bukan buat urusan yang penting. Ya, ini karena mereka hanya akan pergi sesekali. Orang nggak punya kendaraan. Plus transum juga nggak bisa diandalkan banget.

Susah ikut part-time

Ada banyak lowongan kerja di Jogja baik yang full-time atau yang part-time. Bagi mahasiswa, bekerja part-time bisa menumbuhkan rasa percaya diri. Selain mendapat penghasilan, mereka juga mendapat portofolio yang bisa meningkatkan value.

Sayangnya beberapa lowongan kerja mensyaratkan pelamar buat punya kendaraan pribadi. Tentu bagi mahasiswa yang nggak punya motor, akan gagal ikut seleksi bahkan sebelum melamar kerja.

Kalau pun perusahaan atau penerima kerja tidak mensyaratkan kendaraan pribadi, jarak tempat tinggal dengan tempat kerja juga menjadi pertimbangan penting. Sebab kalau jauh ongkos transportasi yang dikeluarkan juga tidak sedikit.

Kadang nggak bisa langsung mengiyakan ajakan orang gara-gara nggak punya motor di Jogja

Berlibur, diskusi di kafe, nonton film, nonton pameran, jalan-jalan, dan hal-hal sejenis itu kadang lama dapat persetujuan dari orang yang nggak punya motor.

Mereka cenderung malas buat pergi dengan alasan nggak ada kendaraan. Biasanya mereka juga akan mempertimbangkan apakah acara itu penting atau nggak. Apakah ada teman yang bisa dimintai tebengan atau nggak.

Nggak punya motor di Jogja menimbulkan perasaan nggak enak karena sering minta tebengan

Kadang ada momen penting yang harus diikuti sebagai mahasiswa atau pengurus UKM kampus. Oleh karena diharuskan buat ikut, sementara lokasi acara yang jauh, membuat orang yang nggak punya motor di Jogja memutuskan buat cari tebengan.

Tapi mencari tebengan nggak semudah yang dibayangkan. Kadang harus sampai menghubungi beberapa orang, barulah ada yang mengiyakan.

Keseringan minta tebengan akan memunculkan perasaan nggak nyaman sama orang yang bersedia ditebengin. Juga perasaan sedih karena ditolak secara halus sama beberapa teman yang nggak bisa ngasih tebengan.

Nggak punya motor di Jogja bikin boros, sebab kudu terus order ojek online

Solusi dari semua perasaan nggak enak kalau ditebengin terus menerus adalah ojol alias ojek online. Tapi mari kita hitung bersama biaya yang dikeluarkan kalau pakai ojol.

Untuk jarak kurang lebih tiga kilometer, uang yang dibayarkan sejumlah dua belas ribu. Kalikan saja dengan angka dua, jadi bolak-balik bisa menghabiskan dua puluh empat ribu. Belum lagi ke tempat yang lumayan jauh, misalnya sepuluh kilometer. Uang yang dibayarkan kira-kira sejumlah dua puluh empat ribu. Bolak-balik maka hitungannya jadi empat puluh delapan ribu.

Kalau nggak sering memakai ojek online, biaya segitu bisa dipertimbangkan. Tapi kalau terus menerus, itu biaya yang lumayan banyak. Apalagi mengingat ada kebutuhan lain yang harus aman statusnya sampai akhir bulan. Itu semua biaya yang wajib dikeluarkan oleh orang yang nggak punya motor di Jogja.

Berpikir dulu buat ambil project bareng dosen

Beberapa dosen kadang mengajak langsung mahasiswa buat bergabung di project penelitiannya. Biasanya ini dilakukan dosen karena mahasiswa tersebut sudah mempunyai track record yang bagus di bidang terkait.

Tapi, project yang ditawarkan bisa saja di lokasi yang jauh dari tempat tinggal mahasiswa. Kadang untuk menuju ke lokasi, mahasiswa butuh kendaraan sendiri.

Ini akan menjadi masalah baru bagi mahasiswa yang nggak punya motor di Jogja. Akibatnya, mereka akan berpikir dulu sebelum mengambil project itu. Meskipun dalam hatinya akan langsung setuju untuk bergabung.

Ya, begitulah keresahan mahasiswa Jogja yang nggak punya motor selama berkuliah. Keliatannya sih irit, padahal yang ada ya justru jadi boncos karena kelewat boros.

Penulis: Sri Nur Haidahtun Nisa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ngenesnya Jadi Mahasiswa Rantau yang Nggak Punya Sepeda Motor, Mau Pulkam Susah, Nyari Kos Juga Harus Selektif

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2025 oleh

Tags: JogjaMahasiswaMotor
Sri Nur Haidahtun Nisa

Sri Nur Haidahtun Nisa

Homo sapiens yang suka nulis pakai pulpen warna.

ArtikelTerkait

Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib

Wonogiri, Tempat Terbaik untuk Hidup, Tempat yang Tepat untuk Lari dari Kecemasan

16 Juli 2023
Tips Menjadi Mahasiswa dengan Keuangan yang Stabil terminal mojok

Tips Menjadi Mahasiswa dengan Keuangan yang Stabil

6 Juni 2021
pemuda kasmaran spare parts motor jadul lubang jalanan mojok

Beli Spare Parts Imitasi Itu Adalah Pemborosan yang Tertunda

3 November 2020
Jurusan Pendidikan Itu Memang Gampang dan Sepele kok, Beneran deh, Serius Guru

Susahnya Jadi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Sudah Honorer, Tertimpa Bacot Netizen Pula

20 November 2024
jurusan ilmu komunikasi

Kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi yang Disangka Belajar Ngomong Doang

18 Maret 2020
Banyuwangi dan Sebuah Desa yang Lestari Memelihara Sampah (Unsplash)

Abadinya Masalah Sampah di Desa Kebaman, Banyuwangi

8 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.