Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Media Memberitakan Kasus Reynhard Sinaga Memang Bikin Kesal

Aliurridha oleh Aliurridha
15 Januari 2020
A A
Cara Media Memberitakan Kasus Reynhard Sinaga Memang Bikin Kesal
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah terbongkarnya kasus pemerkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga, media Indonesia ramai-ramai ikut memberitakan kasus yang dianggap pemerkosaan terburuk di dunia. Media-media Indonesia justru tidak memfokuskan berita kepada kasus pemerkosaan yang dilakukan Reynhard yang dalam persidangan telah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap 48 pria dalam 159 kasus pemerkosaan. Namun, justru memfokuskan pada kehidupan pribadi sang pelaku dan hal-hal yang yang sama sekali tidak berhubungan dengan kasus tersebut.

Apa yang dilakukan media Indonesia sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan media luar dalam memberitakan kasus ini. Media Indonesia terutama media click bait bukannya fokus memberitakan kasus pemerkosaan, tapi malah fokus pada kehidupan pribadi pelaku. Judul-judul berita seperti Melihat Lebih Dekat Rumah Mewah Reynhard Sinaga di Depok mewarnai varian unik dari cara media Indonesia memberitakan kasus pemerkosaan. Apa pentingnya publik tahu kemewahan rumah Reynhard Sinaga?

Tribunnews memang sudah terkenal paling pinter membuat judul click bait yang sama sekali tidak berhubungan dengan isi berita. Namun semakin ke sini media ini bahkan tidak hanya membuat judul yang tidak berhubungan dengan isi bahkan membuat berita yang tidak ada hubungan dengan kasus seperti memberitakan kemewahan rumah Reynhard yang sama sekali tidak ada urusannya dengan pemerkosaan yang ia lakukan.

Banyak yang kesal dengan Tribunnews karena cara dia yang membuat berita seolah menjilat pantat Search Engine Optimization (SEO) Google. Media seperti Tribunnews dkk memang sering kali memberikan berita yang memang tidak layak untuk dibaca, sebaliknya ia lebih fokus pada bagaimana mendapatkan kunjungan sebanyak mungkin. Bahkan mantan Pemred Tribunnews pernah mengatakan bahwa jurnalis sekarang menulis bukan untuk dibaca manusia tapi untuk memuaskan kriteria yang diinginkan mesin.

Selain Tribunnews media lain penghamba click bait bahkan ada yang sampai membahas foto selfie ganteng Reynhard Sinaga. KapanLagi.com bahkan terang-terangan membuat judul 11 Foto Selfie Ganteng Reynhard Sinaga yang bukan hanya sama sekali tidak ada hubungan dengan kasus, tapi tidak ada nilai informasinya sama sekali. Meski KapanLagi.com sudah menghapus berita tersebut setelah saya cek barusan namun masih banyak media lain yang ikut-ikutan gaya seperti itu.

Begitulah jadinya jika semua media berkiblat pada Tribunnews dan secara berjamaah menjilat pantat mesin pencari Google. Demi pundi-pundi yang masuk ke kas perusahaan, media-media ini lebih fokus pada bagaimana mendapatkan perhatian mesin pencari daripada menulis dengan baik. Wajar saja itu lebih mudah dilakukan karena menulis dengan baik butuh riset dan investigasi yang cukup, tidak hanya bermodal judul yang click bait.

Apa yang dilakukan Tribunnews sepertinya sangat berguna karena pada tahun 2019, ia pernah menjadi website peringkat satu dikunjungi di Indonesia menurut Alexa.com. Saya tidak tahu sekarang tapi saya rasa setidaknya ia selalu masuk 5 website peringkat paling atas di Indonesia.

Saat itu saya sedang melakukan riset terhadap bagaimana sikap media arus utama dalam memberitakan penolakan gerakan #2019gantipresiden. Oleh karena itu, saya mencari media mana yang menduduki peringkat pertama menurut Alexa.com dan saya terkejut ketika mengetahui bahwa Tribunnews merupakan website paling banyak dikunjungi. Akhirnya saya menyadari mengapa banyak media besar seperti Detik, Kompas, Okezone, dan bahkan Tempo ikut-ikutan menggunakan multiple pages ala Tribunnews.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Ketika mencari bahan untuk menulis tentang Reynhard ini lewat mesin pencari Google, saya diarahkan ke beberapa media seperti Tribunnews beserta hamba-hambanya. Karena penasaran mengapa ia bisa mendapat halaman pertama dari mesin pencari, saya membukanya. Saya sempat membaca beberapa komentar dari netizen julid Indonesia yang marah-marah karena gaya berita seperti yang dilakukan media-media ini.

Membaca komentar-komentar netizen yang marah-marah itu rasanya saya ingin berteriak, kalau kamu sudah tahu artikelnya ngawur ya sudah jangan ditambah komentar lagi. Itu sama saja kamu ikut memberikan sumbangan gratis ke media-media itu untuk semakin berjaya dengan meningkatkan engagement dan membuatnya semakin dicintai mesin pencari.

Dari sana saya mulai memahami bahwa memang sudah sewajarnya media-media seperti Tribunnews berjaya di Indonesia. Bagaimana tidak? Yang kesel banyak, tapi bukannya mengacuhkannya malah terus melakukan klik pada artikel multiple pages yang sangat tidak ramah pada fakir kuota. Sudah terjebak dengan judul malah ikut membantu meningkatkan engagement dengan berkomentar marah-marah. Mau ikut berkomentar tapi ah sudahlah, mending dijadikan konten tulisan di Mojok saja.

BACA JUGA Cara Media di Indonesia Melihat Reynhard Sinaga dan 250 Juta ‘Hakim’ di Indonesia atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2020 oleh

Tags: Reynhard SinagaTribunnews
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi
  • Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah
  • Lulusan Akuntansi Banting Setir Jadi Tukang Pijat: Dihina “Nggak Keren”, tapi Dapat Rp200 Ribu per Hari, Setara 2 Kali UMR Jogja
  • ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker
  • Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos
  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.