Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bus Palala Padang-Jakarta Nyaman, Bikin Ogah Mudik Naik Pesawat Lagi

Bunga Gracella Ardimay oleh Bunga Gracella Ardimay
5 Juni 2025
A A
Bus Palala Padang-Jakarta Nyaman Bikin Ogah Mudik Naik Pesawat Lagi Mojok.co

Bus Palala Padang-Jakarta Nyaman Bikin Ogah Mudik Naik Pesawat Lagi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bus Palala rute Padang-Jakarta bisa jadi alternatif mereka yang takut naik pesawat dan ingin perjalanan darat yang nyaman.

Saat menjadi mahasiswa Universitas Andalas atau Unand yang terletak di Sumatera Barat, seringkali saya merasa galau saat musim liburan tiba. Jika menetap di Padang, tidak ada kegiatan. Jika pulang ke Jakarta, ongkos pesawat mahal, ditambah saya tipikal yang cengeng tiap ada turbulensi. Saking khawatirnya, saya selalu melihat penumpang di ruang tunggu lekat-lekat di ruang tunggu bandara dan berkata dalam hati, inilah perjalanan terakhir kami? 

Setelah beberapa kali pulang pergi naik pesawat, bukannya terbiasa, saya malah semakin khawatir dan lemah keberanian. Kalau ada alternatif akomodasi lain, saya akan pilih yang lain. 

Sampai pada satu libur semester, keuangan sedang menipis, tetapi saya ingin sekali pulang ke Jakarta. Lalu, ada pesan broadcast yang masuk dari teman, judulnya “Pulang Basamo” yang diadakan oleh komunitas mahasiswa Jakarta yang kuliah di Unand dengan jalur darat.

Awalnya, saya banyak punya kekhawatiran untuk pulang naik bus. Saya khawatir nanti duduk dengan siapa? Kalau misalnya duduk bersebelahan dengan laki-laki bagaimana caranya agar aman? Biaya makan di perjalanan mahal nggak, ya? Busnya bersih nggak, ya? Kalau mau beol gimana? Sudah pasti saya gak mau buang air di toilet bus yang kecil dan goyang-goyang. Selain karena nggak nyaman, baju yang saya pakai jadi rentan kena kotoran dan nggak bisa dipakai untuk salat. Berhentinya berapa kali ya?

Namun, setelah bertanya-tanya dan meminta testimoni kepada teman yang pernah pulang naik bus dan berbuahkan cerita yang aman-aman saja. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya memberanikan diri untuk pulang naik bus, tepatnya kala itu ketika liburan di semester tiga. Keputusan untuk naik bus diperkuat karena saya pergi bersama komunitas. Meskipun, sebenarnya saya tidak masuk ke dalam komunitas tersebut, cuma aji mumpung biar ada teman saja, buat pengalaman pertama sepertinya butuh itu.

Pulang Jakarta naik bus Palala

Bus yang dipilih oleh teman-teman adalah Bus Palala, bus yang namanya berarti orang yang suka bepergian atau dalam bahasa Minang disebut palala. Lumayan jauh dari ekspektasi, pengalaman yang saya dapatkan jauh lebih nagih dibanding yang saya prediksi. Meskipun tidak banyak bicara dengan orang-orang komunitas di perjalanan, mereka berhasil mengantarkan saya untuk semakin memilih perjalanan darat dengan memperkenalkan saya dengan Bus Palala.

Bus Palala sebetulnya bus standar dengan kualitas yang lumayan memanjakan penumpangnya. Busnya bersih, setiap kali berhenti untuk istirahat solat, bus dibersihkan. Kenyamanan kaki penumpang sepanjang 35 jam juga terjamin karena bagian kakinya punya ruang yang cukup besar, apalagi ada bantalan kaki yang bisa disesuaikan tingginya.

Baca Juga:

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

Setiap penumpang disediakan bantal, bisa untuk menadahkan kepala biar nggak ngangguk-ngangguk pas tidur, jangan sampai nyender ke penumpang sebelah yang nggak dikenal. Mereka juga meminjamkan selimut yang masih lengkap dengan plastik laundry-nya, bikin kepercayaan kami akan kebersihannya semakin menebal.

Tidak perlu khawatir persoalan perut

Perihal perut, Palala juga bikin saya tidak merasa uang Rp675.000 sebagai ongkos hilang begitu saja. Mereka memberikan sekotak snack saat baru berangkat dan memberikan voucher makanan sebesar Rp25.000 di beberapa restoran yang menjadi tempat singgah. 

Menu yang disediakan di restoran pun tidak mengecewakan. Penumpang bisa dapat nasi rames berlauk telur di restoran Umega daerah Dharmasraya, restoran yang terkenal di kalangan warga perjalanan darat Pulau Sumatera. Tinggal nambah sepuluh ribu kalau lauknya mau diganti ayam atau rendang.

Tempat pemberhentian atau istirahat yang dipilih oleh Bus Palala juga gak asal pilih. Sepanjang perjalanan, mulai dari tempat makan yang dipilih enak-enak semua, dilengkapi musala yang layak, serta toilet yang bersih. Keperluan beribadah kami sepanjang jadi musafir juga tepat kadarnya, zuhur dan asar dijamak, magrib dan Isya pun begitu, dan subuh kami berhenti di satu masjid khusus.

Nggak kalah penting, ruangan penumpang dan sopir diberi sekat yang kokoh. Sekat ini memungkinkan perjalanan penumpang tetap nyaman tanpa terganggu suara obrolan sopir dan kernet maupun asam rokok mereka.

Fasilitas ini terdengar sepele memang, tapi sangat berpengaruh. Setelah naik Bus Palala itu, saya memberanikan diri naik bus dari PO lain. Sekat antara sopir dan penumpang di bus tersebut hanya sebagai formalitas saja. Sepanjang jalan saya harus menutup hidup untuk menghindari asap rokok sopir. 

Titik turun bus Palala yang strategis

Hal yang jadi unggulan palala dibanding yang lain adalah mereka punya pemberhentian sendiri di Ciledug, tepatnya di pintu keluar Tol JORR yang dekat dengan rumah saya. Hal ini bikin saya nggak perlu keluar uang tambahan untuk biaya perjalanan dari agen ke rumah karena bisa dijemput pakai motor kalau tidak sedang bawa banyak barang.

Perjalanan darat bisa menyenangkan dan nagih kalau difasilitasi dengan baik. Sejak saat itu, saya tidak pernah naik pesawat lagi. Bahkan, saat pindahan usai wisuda di bulan Februari lalu, saya tetap memilih pulang naik Bus Palala walau bawa banyak barang. Menurut saya, apa yang saya keluarkan untuk perjalanan darat dengan Palala dari Padang ke Jakarta (ataupun sebaliknya) dan apa yang mereka berikan sangat setimpal.

Palala tentunya punya kekurangan juga, tepatnya di TV yang sepengalaman saya tidak pernah bisa mengeluarkan suara dan tidak menyediakan film yang bisa ditonton jadi kurang fungsional. Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan itu. Pemandangan indah daratan Sumatera, mulai dari Sumatera Barat, Jambi, Palembang, sampai Lampung mampu membayar kekurangan yang itu.

Akhir kata, buat kalian yang punya niatan ke Padang atau ke Jakarta dari Padang, tetapi takut naik pesawat. Ini alternatif yang lumayan irit, namun akan tetap memastikan kalian nyaman sepanjang perjalanan.

Penulis: Bunga Gracella Ardimay
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Rosalia Indah First Class, Bus Double Decker yang Membuat Gembel Seperti Saya Menjadi Sultan Selama 8 Jam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2025 oleh

Tags: Bus PalalaJakartapadangPalalaPO Palala
Bunga Gracella Ardimay

Bunga Gracella Ardimay

Perempuan berdarah Minangkabau yang lahir besar di Jakarta. Pencinta nasi tahu tempe dan cah kangkung. Suka cerita apa aja yang lagi gelisahin hati.

ArtikelTerkait

Siasat Naik KRL Bekasi-Jakarta yang Perlu Dipahami Pemula agar Tidak Tersiksa Selama Perjalanan Mojok.co penumpang KRL

Siasat Supaya Kamu Selamat Melawan Rute KRL yang Menyiksa di Jabodetabek

15 Juni 2025
Kenapa Sate Klathak di Jakarta Nggak Bisa Menyaingi Bantul? (Agung P/Mojok)

Kenapa Sate Klathak di Jakarta Nggak Bisa Menyaingi Bantul?

6 Desember 2024
Culture Shock Saya Sebagai Orang Kota Jakarta yang Pindah ke Kampung: Apa-apa Murah, tapi Jadi Orang Nggak Enakan

Culture Shock Saya Sebagai Orang Kota Jakarta yang Pindah ke Kampung: Apa-apa Murah, tapi Jadi Orang Nggak Enakan

11 Juli 2024
Presiden Indonesia

Kenapa Nggak Ada Presiden Indonesia yang Lahir di Jakarta?

10 September 2019
Juru Parkir Liar Blok M Meresahkan, Nongkrong Jadi Nggak Tenang Mojok.co

Juru Parkir Liar Blok M Meresahkan, Nongkrong Jadi Nggak Tenang

1 Juni 2024
5 Alasan Masuk Akal untuk Tidak Tinggal di Jakarta

5 Alasan Masuk Akal untuk Tidak Tinggal di Jakarta

9 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.