Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bus Bagong Surabaya-Jember, Penyelamat Penumpang dari Ancaman Bus Bumel yang Suka Getok Tarif

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
7 Januari 2026
A A
Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum Bus Bagong membuka trayek Surabaya-Jember, ekosistem transportasi di wilayah Tapal Kuda menuju Surabaya penuh ketidakpastian. Tapi begitu trayek dibuka, perubahan yang terjadi amatlah drastis.

Saya yang sekali waktu melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banyuwangi merasakan perubahan tersebut. Ini bermula saat seorang kolega menyarankan saya untuk mencoba layanan bus ini. biasanya, saya memilih kereta api setiap akan pulang ke Banyuwangi. Tapi kini berubah, Bus Bagong Surabaya-Jember sudah masuk peta dan kini jadi alternatif pilihan.

Meskipun nanti sesampainya di Jember harus berpindah menggunakan KA Lokal Pandanwangi menuju Banyuwangi, bagi saya itu tetap worth it dari pada harus membayar lebih mahal untuk moda transportasi lain. Nah, yang paling saya tidak sangka, kehadiran PO Bagong seakan jadi oase di tengah sengkarut tarif bus tujuan tapal kuda dari Surabaya.

Bus Bagong, lawan sepadan bus bume yang sering pasang tarif mahal

Sejak ada PO Bagong yang membuka trayek Surabaya-Jember, bus lain, utamanya bumel yang sering menguji kesabaran penumpang, mulai berkawan dengan sepi. Rerata penumpang yang sudah tahu kiprah bus bumel di semesta perusahaan otobus akan berpikir dua kali jika ingin mengulangi pengalaman menumpang armada ini.

Satu kendala yang sering dikeluhkan penumpang adalah perilaku getok tarif ugal-ugalan yang dilakukan armada ini. Penumpang tidak bisa memprediksi berapa tarif yang akan dikeluarkan karena besarannya bisa jadi jauh di luar nalar. Tarif pastinya, hanya kernet dan Tuhanlah yang tahu tarif itu.

Kebetulan, saya pernah jadi korban. Saya pernah ditarik sampai Rp90 ribu, sementara Bus Bagong hadir dengan tarif Rp50 ribu untuk trip perjalanan Surabaya-Jember. Tarif ini di tempel di dinding kaca bus sehingga membuat penumpang tahu berapa tarif bus yang mereka tumpangi.

Tak ada lagi drama penumpang dioper di tengah jalan

Jadi penumpang bus di Jatim itu berat, kamu nggak akan kuat. Begitulah kiranya gambaran sengkarutnya moda transportasi bus sebelum ada Bus Bagong Surabaya-Jember yang saya rasakan. Getok tarif bukan satu-satunya keluhan penumpang, sebab selain itu masih ada lagi drama yang sering dilakukan armada bus bumelan. Yups, oper-operan penumpang.

Jika umumnya oper kredit kesepakatan bersama diambil dua belah pihak, hal itu tidak berlaku di oper penumpang. Bus yang melakukan praktik ini tidak peduli kesepakatan dengan penumpang yang sudah membayar. Alih-alih diajak rembukan, mereka langsung memindah ke bus lain ketika dirasa sudah menguntungkan. Biasanya praktik ini dilakukan setibanya di Terminal Probolinggo tidak jarang juga di Terminal Minak Koncar, Lumajang.

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

Baca halaman selanjutnya

Bus ekonomi fasilitas mumpuni!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: Bus Bagongbus bagong surabaya-jemberbus bumelbus di tapal kudaSurabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Layanan Adminduk Ribet dan Cuma Bikin Kecewa: Jember Harusnya Belajar dari Surabaya

Layanan Adminduk Ribet dan Cuma Bikin Kecewa: Jember Harusnya Belajar dari Surabaya

12 April 2024
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Dilema Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

24 Januari 2024
3 Pertanyaan tentang Surabaya yang Bikin Warganya Sendiri Kebingungan

3 Pertanyaan tentang Surabaya yang Bikin Warganya Sendiri Bingung

5 November 2024
Manukan, Satu-satunya Daerah Ternyaman di Surabaya

Manukan, Satu-satunya Daerah Ternyaman di Surabaya

13 April 2023
5 Daerah Penghasil Rujak Cingur Terenak di Jawa Timur terminal mojok.co

5 Daerah Penghasil Rujak Cingur Terenak di Jawa Timur

7 Desember 2021
Kisah Saya Gagal SNMPTN, tapi Sukses via Jalur SBMPTN (Unsplash)

Gagal SNMPTN Bukan Akhir Dunia. Saya “Membalas” Kegagalan Itu Lewat Jalur SBMPTN dan Sukses Lulus Sebagai Mahasiswa Berprestasi

14 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

9 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan, Kereta Api Paling Nanggung dan Melelahkan bagi Penumpang

10 Maret 2026
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita
  • Honda Brio Mobil Aneh, tapi Memberi Kebanggan ketika Menjadi Mobil Pertama bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan
  • Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang
  • Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga
  • Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan
  • Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.