Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Bukan Minat Baca Kita yang Rendah, tapi Memang Dididik untuk Tidak Membaca

Faiz Al Ghiffary oleh Faiz Al Ghiffary
2 Mei 2023
A A
Bukan Minat Baca Kita yang Rendah, tapi Memang Dididik untuk Tidak Membaca

Bukan Minat Baca Kita yang Rendah, tapi Memang Dididik untuk Tidak Membaca (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Faktor pendidikan

Kedua, kita bahas soal pendidikan. Sebagai referensi saja, menurut cerita orang-orang yang pernah tinggal di Jepang, mereka menyaksikan sendiri gimana pendidikan negara sakura itu dalam mengampanyekan literasi.

Di Jepang, sejak kelas satu SD murid-murid hampir setiap hari dapat tugas membaca. Kalau saya SD dulu tugasnya menggambar. Template lagi gambarnya, gunung kembar, ada sawahnya, ada jalannya, dan matahari di tengah-tengah. Gitu aja terus.

ADVERTISEMENT

Tugas membaca bagi siswa SD di Jepang, harus dilakukan dengan nada suara yang keras. Tujuannya adalah agar keluarga mendengar, setelah itu salah seorang keluarga harus memberikan tanda tangan sebagai bukti bahwa anaknya sudah mengerjakan PR. Seumur-umur, saya tidak pernah menemui tugas yang beginian di Indonesia. Kalaupun ada, tugasnya adalah membaca kisi-kisi untuk ujian. Itu pun dibaca atau nggak, gurunya tak peduli.

Lanjut. Slogan-slogan tentang pentingnya membaca yang terpampang di sekolah-sekolah kita, rasanya tak lebih dari sekadar hiasan untuk mempercantik lorong dan formalitas belaka. Loh kok iso? Yo iso. Gini, seberapa jauh slogan itu dibarengi dengan langkah praksis dunia pendidikan kita? Ya paling mentok memberi PR untuk membaca kisi-kisi tadi.

Toh tabiat sistem pendidikan kita lebih senang mendidik untuk menghafal, mendidik untuk nurut, mendidik bahwa guru sumber kebenaran. Jadi, ya buat apa repot-repot membaca, kalau ujung-ujungnya yang dibaca tidak sesuai dengan keinginan guru?

 Minat baca rendah adalah konsekuensi logis

Maka sebenarnya, kegemaran masyarakat memanfaatkan buku sebagai bungkus nasi kucing dan petasan adalah konsekuensi logis dari lingkungan-lingkungan kita. Karena ya memang dididiknya seperti itu. Ingat, gemar membaca itu bukan bakat, apalagi bawaan dari sononya, tapi harus dididik sedari dini. Kaya Jepang itulah minimal, contohnya.

Dear pemerintah, kalau mau benar-benar mengampanyekan literasi membaca, minimal dua itu tadi harus dibenahi dulu. Pertama soal kesejahteraan masyarakat, dan kedua sistem pendidikan kita. Tugasnya sudah ringan lho, dengan hadirnya kesadaran kolektif masyarakat dengan membuka taman baca, perpus keliling, itu pun sering dibredeli, hadehhh.

Penting kok membaca itu, saya sepakat. Setidaknya kalau tidak bisa mengubah dunia, tapi bisa mengubah sudut pandang kita terhadap dunia. Tapi sekali lagi, kalau tingkat membaca kita rendah, jangan serta merta salahkan penjual nasi kucing dengan bungkusnya yang dari buku, jangan juga salahkan yang gemar menjadikan buku sebagai petasan, wong yo pancen dididiknya seperti itu.

Baca Juga:

Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya

Dosa Gubernur Jawa Timur pada Orang Madura: Rasisme Dibiarkan, Pendidikan Konsisten Rendah, Kemiskinan Tetap Tinggi!

Penulis: Faiz Al Ghiffary
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia Itu Bukan Hoax, Saya Jadi Korbannya!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Mei 2023 oleh

Tags: kesejahteraanminat bacaPISAtingkat pendidikan
Faiz Al Ghiffary

Faiz Al Ghiffary

Juru tulis perusahaan swasta. Hobi ngopi dan baca apa saja

ArtikelTerkait

Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

9 Mei 2023
Seretnya Gaji Tenaga Kesehatan dan Konyolnya Rasio Dokter 1: 1.000 Penduduk

Seretnya Gaji Tenaga Kesehatan dan Konyolnya Rasio Dokter 1: 1.000 Penduduk

31 Mei 2023
[injam buku teman buku bajakan etika meminjam buku bacaan terminal mojok.co

Memotret Buku lalu Menguploadnya di Media Sosial itu Sebenarnya Buat Apa, Sih?

14 Agustus 2019
Tidak Cuma Rendah Minat Baca, Ternyata Masyarakat Indonesia Juga Rendah dalam Memaknai Informasi

Tidak Cuma Rendah Minat Baca, Ternyata Masyarakat Indonesia Juga Rendah dalam Memaknai Informasi

21 Desember 2019
minat baca

Minat Baca Indonesia Rendah: Masa Sih?

1 Juli 2019
gerakan literasi

Gerakan Literasi Jangan Sebatas Gaya-Gayaan

21 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja Mojok.co

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

21 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.