Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bukan Ajang Pamer, #Favoritebookchallenge Itu Usaha Menebar Gemar Membaca

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
28 Agustus 2020
A A
Buku 'Semesta Murakami' Adalah Kitab Penting untuk Penulis terminal mojok.co

Buku 'Semesta Murakami' Adalah Kitab Penting untuk Penulis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, linimasa Facebook diramaikan dengan postingan gambar sampul buku disertai keterangan judul buku, penerbit, cetakan, jumlah halaman, dan terakhir, menandai nama teman Facebook untuk mengajak mereka melakukan hal serupa. Tidak ada penjelasan, tidak ada ulasan tentang buku yang diposting, hanya sampulnya. Ini adalah kampanye #favoritebookchallenge.

Sebuah challenge untuk mengajak orang agar ikut memposting buku yang merekai sukai selama tujuh hari berturut-turut, dengan misi menularkan budaya literasi.

Tapi namanya juga orang Indonesia, susah kalo nggak nyinyir terhadap hal apapun. Ada anggapan challenge ini hanya sekadar ajang pamer sampul buku, sekadar gimmick atau ajang nyari prestise.

Kita tahu kalau tingkat literasi Indonesia masih berada di taraf menghawatirkan dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Dari data UNESCO menunjukkan, minat baca masyarakat Indonesia masih berada di peringkat bawah, satu tingkat di atas Botswana.

Menurut saya, salah satu hal yang memengaruhi rendahnya minat baca orang Indonesia, karena mereka belum saja menemukan bacaan yang sesuai. Yah, kalo isi bukunya nggak menarik atau susah dipahami, kita nggak betah berlama-lama menyusuri setiap kata, kalimat, hingga lembaran pada buku.

Saya sendiri, sering mendapati pengalaman membaca seperti ini. Jika bukan karena isi bukunya yang sulit dipahami, pasti jalan ceritanya yang nggak menarik. Jadi, daripada buang-buang waktu, ya mendingan kegiatan membacanya saya hentikan.

Apalagi saya termasuk jenis orang yang jarang memiliki waktu senggang karena kesibukan di kantor. Sehingga, saya nggak punya banyak waktu yang bisa dihabiskan untuk berlama-lama membaca. Tentunya dengan kondisi seperti itu, memilih bacaan yang berkualitas adalah hal yang sangat penting..

Memang nggak bisa dimungkiri, menghabiskan waktu dengan buku-buku yang menarik dan berkualitas adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Beberapa buku telah memberikan pengalaman semacam ini kepada saya. Membuat saya, seolah tak ingin beranjak dari setiap lembaran-lembaran kertas dengan ragam ceritanya yang bagus, unik, seru, atau menghibur.

Baca Juga:

Kediri yang Lupa Ingatan: Tingkat Kegemaran Membaca Rendah, padahal Sejarah Kediri Erat dengan Literasi

Pengalaman Kawan Saya Mengajar Siswa SMP yang Belum Bisa Baca: Bukannya Dapat Hadiah, Malah Mengundang Masalah

Salah satu contoh buku yang memberi saya pengalaman semacam itu adalah tetralogi buruh karya Pramoedya Ananta Toer. Kemampuan Pram mengolah cerita membuat saya terserap dan merasa menjadi bagian dari ceritanya. Setiap karakter tokoh yang ia bangun, benar-benar kuat.

Selain Karya Pram, ada juga karya John Steinbeck berjudul Dataran Tortilla. Sebuah kisah persahabatan yang sederhana dan jenaka. Membacanya membikin saya mesem-mesem sediri.

Tentu, pengalaman dan kesan-kesan luar biasa saat membaca buku seperti ini, yang ingin kami bagikan lewat #favoritebookchallenge. Agar orang lain bisa merasakan hal serupa. Memang, sebuah cover buku yang diposting dalam challenge ini belum bisa mewakili keseluruhan isi buku. Don`t judge a book by its cover.

Namun, sudah jelas aturan main dalam #favoritebookchallenge, seseorang diminta untuk mengunggah buku yang mereka sukai. Hal ini semacam penanda jika buku yang mereka posting telah memberi pengalaman dan kesan luar biasa.

Selain itu #favoritebookchallenge juga bisa jadi semacam filter untuk memilih buku mana yang patut diprioritaskan atau minimal layak dibaca. Apakah buku dari karya penulis yang sama dengan judul ini lebih baik dibandingkan dengan judul yang itu? Apakah buku John Steinbeck hasil terjemah si ini lebih baik dari pada hasil terjemahan si itu?

Nah, tentu dengan hadirnya #favoritebookchallenge, akan membantu orang-orang untuk menemukan buku bacaan yang berkualitas. Bacaan yang akan mendorong seseorang untuk terus membaca. Saya rasa challenge ini cukup ampuh untuk menjalankan misi tersebut.

Saya sendiri yang ikut meraimakan challenge ini telah mendapatkan komentar-komentar positif yang mungkin bisa jadi awal mula pertemuan mesra antara buku dan pembacanya.

Misalnya, saat hari pertama mengikuti #favoritebookchallenge, saya mengunggah sampul buku Prie GS, berjudul Waras di Zaman Edan. Seorang kawan Facebook kemudian berkomentar “Wah aku kok belum punya buku ini padahal tiga belas buku Pak Prie Ge Es yang lain aku punya.”

Selanjutnya, di hari kedua saya mengunggah buku Dataran Tortilla. Karya John Steinbeck, dan mendapatkan komentar “Wah, saya punya sembilan buku seri novel terjemahan terbitan KPG ini, dan judul ini belum saya punya. Penasaraaaaan…”

Nah, pastinya kalian sudah bisa membayangkan apa yang selanjutnya akan mereka lakukan. Tentu komentar-komentar yang bisa jadi titik awal temu antara buku dan calon pembacanya adalah yang kita harapkan. Titik di mana kesenangan membaca bisa tetap tumbuh.

Jadi, bagi mereka yang mengganggap #favoritebookchallenge hanya sekadar upaya untuk pamer buku, sekadar gimmick atau nyari prestise. Yah, kalian jelas keliru. Satu hal lagi, membaca dan menulis adalah dua hal yang berbeda sehingga, mengunggah buku tanpa mereview isinya setidaknya mempermudah mereka yang masih belum memiliki kemampuan menulis untuk ikut dalam challenge ini. Karena bagi kami, challenge ini adalah sebagai suatu upaya kecil agar spirit literasi bisa tetap tumbuh di tengah masyarakat.

BACA JUGA Menjadi ‘Orang Dalam’ di Penjara Itu Dilema, Diterima atau Ditolak Salah Semua atau tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2020 oleh

Tags: LiterasiMembaca Buku
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

Sebelum Bersedia untuk Tukar Kursi Kereta, Pastikan Dulu 3 Hal Ini terminal mojok.co

Tidak Semuanya Pembaca Buku di Kereta itu Keren!

10 Mei 2019
Guru dan Siswa Nggak Sempat Baca Buku: Guru Diburu Berkas, Siswa Diburu Tugas

Guru dan Siswa Nggak Sempat Baca Buku: Guru Diburu Berkas, Siswa Diburu Tugas, Literasi Kandas

16 April 2024
minat baca

Minat Baca Indonesia Rendah: Masa Sih?

1 Juli 2019
Kegemaran Membaca Warga Jawa Tengah Juara Dua Se-Indonesia, Warga Demak Jelas (Bukan) Salah Satunya Mojok.co

Kegemaran Membaca Warga Jawa Tengah Juara Dua Se-Indonesia, Warga Demak Jelas (Bukan) Salah Satunya

17 Juli 2024
Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal Mojok.co

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal

24 November 2023
Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia Itu Bukan Hoax, Saya Jadi Korbannya!

Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia Itu Bukan Hoax, Saya Jadi Korbannya!

20 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.