Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Bubarkan Balai Latihan Kerja, Kita Butuh Balai Latihan Mental

Affix Mareta oleh Affix Mareta
16 Januari 2022
A A
Bubarkan Balai Latihan Kerja, Kita Butuh Balai Latihan Mental

Bubarkan Balai Latihan Kerja, Kita Butuh Balai Latihan Mental (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya mau usul ke Pak Jokowi. Ketimbang Revolusi Mental yang digaungkan Pak Jokowi selama dua tahun ini cuman dianggap gimmick, mending Bapak hapus Balai Latihan Kerja, diganti jadi Balai Latihan Mental. Ini serius saya, Pak. 

Saya tidak asal omong, pak. Saya punya contoh nyata mengapa harus demikian. Saya punya teman lulusan SMA bernama Rizki yang bisa mendapatkan pekerjaan setelah belajar di Balai Latihan Kerja. Dengan keterampilan yang dia miliki, sekarang dia sudah bekerja di perusahaan tambang batubara dan bisa KPR. Nah, meskipun harusnya ini menjadi contoh suksesnya Balai Latihan Kerja mendidik siswanya, akan tetapi teman saya ini sukses karena mentalnya memang tahan banting.

Ha gimana tidak, Rizki ini hidupnya tak beruntung. Detilnya tak perlu saya ceritakan. Intinya, pengalaman hidupnya memberi dia mental baja. Mental tersebut, bikin dia mau belajar lebih keras dan tak ada keinginan untuk berhenti. Ya karena dia nggak punya pilihan lain, dan tak seberuntung yang lain.

Atas dasar itulah dia ikut Balai Latihan Kerja. Namun, ternyata yang diberikan hanyalah skill dasar yang menurutnya belum tentu terpakai di dunia kerja. Tak puas, ia akhirnya menyelami YouTube. Iya, dia belajar segala hal dari YouTube.

Dan akhirnya kita tahu, bahwa yang bikin Rizki hidupnya nyaman itu bukan Balai Latihan Kerja, tapi kemauan keras plus mental yang kuat. 

Makanya mending BLK diganti Balai Latihan Mental. Mau modulnya lengkap, trainernya bersertifikasi internasional, kalau mental pesertanya culun, ya cuma membuang-buang anggaran negara. Jangan juga seperti kartu prakerja. Latihan belum tentu ada hasilnya, eh rakyat masih disuruh bayar. Harusnya kalau mau memberi uang dan pelatihan ya sekaligus dua-duanya saja, bukan malah dikasih uang tapi untuk membeli pelatihan.

Balai Latihan Mental juga bagus bagi citra Pak Jokowi di media sosial. Soalnya, saat ini yang ada hubungannya dengan “mental” juga sedang laris manis. Nah, bikin konkret aja sekalian, bikin Balai Latihan Mental.

Pemerintah bisa memberikan modal dalam bentuk pengetahuan tentang dunia kerja, skill apa yang dibutuhkan, lalu bagaimana menghadapi realitas yang ada. Sebenarnya, ini mirip Balai Latihan Kerja, tapi lebih lengkap. Skill, tanpa kematangan berpikir, ya remuk.

Baca Juga:

Tidak Ada Pelatihan di Balai Latihan Kerja, Ironi yang Muncul Gara-gara Efisiensi

Warga Memperbaiki Jalur Evakuasi Merapi secara Mandiri, Contoh Nyata Revolusi Mental

Nantinya, para lulusan dari balai ini sudah siap untuk ditempatkan di bidang mana saja yang ditekuni. Kita nggak perlu lagi mendatangkan pekerja asing banyak-banyak. Soalnya, tenaga kerja dalam negeri sudah siap menghadapi dunia kerja beserta pernak-perniknya.

Sudah bukan rahasia lagi, banyak orang gagal dalam mendaftar kerja itu karena dianggap skill-nya tak sesuai. Plus, mentalnya dianggap kurang. Balai Latihan Mental ini, nantinya, menyiapkan para angkatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Hal ini bisa bikin angka pengangguran menurun, dan bikin kesejahteraan meningkat. Kalau hanya diberi skill dasar terus dilepas begitu saja, ya nggak mengubah apa-apa. Negara harus mendampingi hingga melatih kesiapan mental mereka. 

Saya cuma berpesan, Balai Latihan Mental ini tidak membentuk mental peserta dengan cara seperti ospek, yang justru melanggengkan perpeloncoan. Bukan juga model Pramuka atau Paskibraka. Bukan juga model magang di perusahaan yang ujung-ujungnya cuma dimanfaatkan tanpa dibayar.

Bukannya saya bilang orang Indonesia tidak punya mental yang bagus. Namun, banyak yang masih kurang tepat dalam menilai diri sendiri. Tanpa mental dan tekad yang kuat, kesuksesan tetap akan jauh dari genggaman. Kalau memang berniat sungguh-sungguh dalam mengentaskan kemiskinan serta menekan angka pengangguran, saran saya mashok sih sepertinya.

Gimana, Pak Jokowi, wis wangun kan saya jadi stafsus?

Penulis: Affix Mareta
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2022 oleh

Tags: balai latihan kerjaRevolusi Mental
Affix Mareta

Affix Mareta

Dosen yang gemar menulis.

ArtikelTerkait

Tidak Ada Pelatihan di Balai Latihan Kerja, Ironi yang Muncul Gara-gara Efisiensi

Tidak Ada Pelatihan di Balai Latihan Kerja, Ironi yang Muncul Gara-gara Efisiensi

12 Februari 2025
Warga Memperbaiki Jalur Evakuasi Merapi secara Mandiri, Contoh Nyata Revolusi Mental

Warga Memperbaiki Jalur Evakuasi Merapi secara Mandiri, Contoh Nyata Revolusi Mental

17 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu Mojok.co

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

31 Mei 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.