Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Buat Kamu yang Suka Mampir Indekos Teman Seenaknya!

Arsyi Aldrin oleh Arsyi Aldrin
29 November 2019
A A
Buat Kamu yang Suka Mampir Indekos Teman Seenaknya!
Share on FacebookShare on Twitter

Kata kos atau kost merupakan bentuk tidak baku dari indekos yang digunakan untuk merujuk tempat tinggal sementara. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, indekos memiliki makna tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan dan  membayarnya dalam periode tertentu. Akan tetapi, makna indekos tersebut mengalami pergeseran makna sebagaimana tren masa kini.

Meskipun begitu, indekos–dalam ingatan masyarakat umum–memiliki afiliasi yang sangat erat dengan mahasiswa, meskipun tidak mereka saja yang kerap menggunakan indekos. Ada karyawan, wisatawan, bahkan orang yang telah berkeluarga sekalipun.

Saya–sebagai mahasiswa–pun mengalami proses ngekos. Sebagai seorang mahasiswa perantau di Yogya, tentu ngekos adalah suatu keharusan. Kalau nggak ngekos, mau tinggal di mana? Wong, ngekos itu enak kok, terlebih indekos yang dipilih nyaman untuk ditinggali. Jangan terlalu nyaman sih, nanti kalian bakal rugi sendiri.

Loh, kalau indekosnya nyaman kok malah rugi, sih? Nah, kalau indekosnya nyaman untuk ditinggali–ini pengalaman pribadi saya–maka kemungkinan teman kalian untuk mampir akan semakin besar. Entah teman kuliah, entah teman lama, bahkan teman spesial sekalipun. Apalagi, kalian ngekos di sebuah kota bernama Yogya yang sudah barang tentu mengundang teman kalian untuk mampir ke kos.

Baru-baru ini, seorang teman lama menghubungi saya lewat aplikasi Line. Dia mengirim pesan singkat, “Desember awal lu kosong nggak”. Kalimat itu–memang–tidak menggunakan tanda tanya, tapi sudah menyiratkan bahwa itu adalah pertanyaan. “Nginep sabi nggak, kosan lu muat berapa orang? Gua sama yang lain mau ke Yogya nih,” lanjutnya. Waduh, sudah minta mampir, bawa massa pula.

Bukan tanpa alasan saya bisa bercerita seperti ini, indekos saya sudah berulang kali didatangi teman-teman saya selama setahun belakangan ini. Jadi, saya sudah tahu betul bagaimana rasanya. Untung-untung kalau yang mampir tidak merepotkan, lah kalau merepotkan?

Tiba-tiba bilang di chat, “Dah di depan kos,” tanpa kasih kabar sebelumnya. Dia mampir berhari-hari, mengganggu waktu kuliah dan bikin tugas, menghabiskan stok makanan, dan mengotori serta merusak barang di kamar indekos. Dasar teman-teman berengsek, nikmat betul mampir ke tempat orang seperti itu. Memangnya indekos saya penginapan seperti hotel bintang lima?

Sebetulnya, saya senang membantu orang lain, terlebih teman-teman saya sendiri. Namun, jika yang saya bantu justru merepotkan, saya menjadi malas untuk membantunya. Bukan bermaksud apa-apa, untuk mengurus hidup saya sendiri saja sudah repot, apalagi membantu mengurus hidup orang lain yang mampir di indekos saya.

Baca Juga:

Sebagai Anak Kos, Saya Muak Lihat Konten TikTok Rp10 Ribu Sehari untuk 3 Kali Makan. Nggak Masuk Akal!

5 Privilese Ngekos Bareng Ibu Kos yang Banyak Orang Nggak Tahu

Saya pun butuh ranah privasi sebagai mahasiswa. Saya butuh tempat yang membuat saya nyaman dalam melakukan segala aktivitas. Bagaimana rasanya jika ada orang lain yang mampir di tempat ternyaman kalian untuk beraktivitas? Tentu sebuah hal yang menjengkelkan, apalagi jika mereka membuat kegaduhan.

Indekos merupakan tempat tinggal dan mampir. Jika ingin mampir ke suatu kota dan terdapat teman kita di  sana, apa yang harus kita lakukan? Betul sekali, mampir di indekos teman.

Menurut saya, ini merupakan contoh pandangan yang tidak tepat. Kata “mampir” memiliki makna singgah. Jika teman kalian mampir, berarti memiliki arti bahwa kalian singgah di indekosnya. Iya kan? “Bro, mampir ke kos lu bentar dong!”, “Eh, gua di Surabaya nih, mampir ke kos lu yak!”, “Minggu depan gua ke Bandung nih, mampir kos lu sabi kali…” dan lain-lain.

Saya lebih menyukai kata “kunjung” yang memiliki makna datang. Jika teman kalian dikunjungi, berarti kalian tidak singgah di indekosnya dan tidak pula menginap di indekosnya, hanya sekadar berkunjung. Kunjungannya pun tidak harus di indekos.

Sebagai contoh, “Kamu di Yogya, kan? Aku mau berkunjung ke sana.”, “Besok aku kunjungan kerja ke Makassar, kamu di sana kan? Aku ingin ketemu.”, dan berbagai kalimat baku lainnya karena kata “kunjung” kurang cocok digunakan dalam kalimat sehari-hari.

Dengan begitu, indekos merupakan tempat tinggal, bukan tempat mampir. Indekos juga lebih tepat menjadi tempat yang dikunjungi untuk melepas rindu dengan teman-teman kita, bukan untuk menginap dan menyusahkan mereka.

Jika masih ingin mampir, mampirlah ke hotel bintang lima–di kota tempat teman kalian berada–dengan mengajak teman kalian untuk menikmati segala layanannya. Bukan ke indekos teman kalian untuk menghabiskan segala persediaan mereka.

BACA JUGA Kos-kosan Mewah Arief Muhammad dan Romantisasi Pribadi Anak Kos atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2019 oleh

Tags: Anak Kosibu kosternak kos
Arsyi Aldrin

Arsyi Aldrin

Seorang dewasa muda penghuni wilayah penyangga ibukota. Suka menonton, melihat, dan memperhatikan hal spele, kecil, dan tidak penting di sekitar.

ArtikelTerkait

Rahasia Baju Nggak Kucel walau Bertahun-tahun Nggak Pakai Setrika Terminal Mojok

Rahasia Baju Nggak Lecek meski Nggak Punya Setrika

13 Oktober 2022
supermi, Jika Makanan Bisa Diberi Gelar Pahlawan, Maka Kami Akan Memilih Mie Instan Sebagai Pahlawan Anak Kosan!

Jika Makanan Bisa Diberi Gelar Pahlawan, Maka Kami Akan Memilih Mie Instan Sebagai Pahlawan Anak Kosan!

11 November 2019
Pengalaman Makan Ayam Geprek Bu Rum Pertama Kali: Yang Original Nggak Bakal Bikin Menyesal anak kos

4 Alasan Ayam Geprek Jadi Makanan Favorit Anak Kos

10 Maret 2023
Rice Cooker Miyako, Juru Selamat Anak Kos di Seluruh Penjuru Indonesia

Rice Cooker Miyako, Juru Selamat Anak Kos di Seluruh Penjuru Indonesia

2 September 2023
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang

9 Agustus 2025
mi instan

Jasa Mi Instan bagi Anak Kosan di Bulan Ramadan

11 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

27 Januari 2026
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.