Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Mengapa Bu Risma Dipuja Warga Surabaya, tapi Sering Dirujak Netizen di Ibu Kota?

Tiara Uci oleh Tiara Uci
2 Maret 2023
A A
Mengapa Bu Risma Dipuja Warga Surabaya, tapi Sering Dirujak Netizen di Ibu Kota?

Mengapa Bu Risma Dipuja Warga Surabaya, tapi Sering Dirujak Netizen di Ibu Kota? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Surabaya, Bu Risma dipuja. Di Ibu Kota, beda cerita

Bu Risma kembali dikritik netizen di Twitter setelah video dirinya mencuci mobil dinas tersebar di media. Blio dianggap cari muka dan bekerja tidak sesuai dengan job desknya.

Sebelum menjabat sebagai Mensos, Bu Risma adalah wali kota Surabaya selama dua periode berturut-turut. Di Surabaya blio cukup dipuja dan dicintai warganya. Terbukti selama menjabat sebagai wali kota Bu Risma jarang mendapatkan pemberitaan miring. Meskipun blio kerap digambarkan sebagai sosok yang kesabarannya setipis tisu, tapi image pemarah Bu Risma di Surabaya punya konotasi positif.

Misalnya, ketika Bu Risma kedapatan sedang menyapu jalan di Surabaya sambil marah-marah ke petugas kebersihan dan turun sendiri ke gorong-gorong untuk memunguti sampah. Sikap tersebut tidak dimaknai pencitraan oleh mayoritas orang Surabaya, tapi dianggap sebagai sikap tegas.

Namun, ketika Bu Risma melakukan hal yang serupa di Ibu Kota atau lingkup nasional, lain ceritanya. Contohnya saat blio mencuci mobil dinas dan mencari kompor sendiri untuk memasak di dapur umum, Bu Risma langsung dikritik netizen, sikapnya dinilai tidak natural alias pencitraan.

Ini Ibu Kota, Bu Risma!

Persona Bu Risma yang tegas dan pekerja keras saat di Surabaya seolah sirna begitu blio meniti karier di Ibu Kota. Bu Risma yang sering dipuja-puja saat di Surabaya justru kerap dirujak netizen ketika menjabat Mensos. Tercatat, Bu Risma pernah dituduh rasis, dianggap nir-empati kepada orang tuli hingga disebut tukang marah-marah nggak jelas.

Lantas, kenapa Bu Risma mendapatkan respon berbeda dari warga padahal citra politik (saat masih menjabat wali kota maupun ketika menjadi mensos) yang coba dibangun blio dilakukan dengan cara yang kurang lebih sama?

Saya memang bukan pengamat politik. Namun, sebagai manusia yang berdinamika di Kota Surabaya cukup lama dan mengalami masa-masa di mana Bu Risma menjadi wali kotanya, ijinkan saya memberikan jawaban tipis-tipisan untuk pertanyaan tersebut.

Baca Juga:

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Warga Surabaya melihat hasil kerja Bu Risma

Ketika Bu Risma masih menjabat wali kota, harus diakui kalau Surabaya mengalami beberapa peningkatan, terutama dari segi penataan kota dan ruang terbuka hijau. Jalan-jalan dilebarkan, sungai-sungai dibersihkan, taman-taman kota dibangun dan pohon-pohon ditanam untuk membuat Surabaya yang panas sedikit lebih teduh.

Meskipun semua hal yang saya sebutkan di atas tidak selalu memberikan dampak langsung pada ekonomi dan kesejahteraan warga. Namun, orang Surabaya bisa merasakan ada perubahan pada kotanya. Saya tidak mengatakan Surabaya bagus, tapi jika Anda pernah berkunjung ke Surabaya di tahun 2000-an dan melihat kembali Surabaya pada 2013 ke atas, Anda akan merasakan perbedaannya.

Surabaya juga mendapatkan banyak sekali prestasi ketika Bu Risma menjadi wali kotanya. Anda boleh bilang “halah, penghargaan gitu saja kok, tidak berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat”. Tapi, bagi sebagian besar orang Surabaya, hal tersebut tetap dilihat sebagai kemajuan dan prestasi.

Meskipun masih ada orang miskin di Surabaya dan UMK di kota kami tak pernah lebih tinggi dari DKI Jakarta. Namun, selisihnya tidak banyak. Sementara di sisi lain, harga sewa rumah, makanan, dan jarak tempuh dari pabrik ke rumah terlihat lebih masuk akal dibandingkan mayoritas pekerja di Jakarta. Sehingga pekerja di Surabaya melihat ada harapan hidup yang lebih baik di Kota Pahlawan. Boleh dibilang, mayoritas warga Surabaya merasa puas dengan kinerja Bu Risma, meski tentu saja tidak semua orang setuju dengan hal tersebut.

Fenomena di atas berbeda ketika Bu Risma menjadi Mensos. Ada banyak hal mendasar yang belum berhasil diselesaikan blio di Kemensos. Contohnya, data DTKS yang masih karut marut, bansos tidak tepat sasaran hingga masalah pengemis di media sosial, dan beberapa hal lain yang berhubungan dengan Kemensos belum tertangani.

Dalam kondisi seperti itu, tindakan mencuci mobil memang terkesan gabut dan mengesampingkan peran utama blio sebagai Mensos. Lha wong masih banyak hal penting yang harus dibenahi kok malah nyuci mobil yang pajaknya mati.

Warga Surabaya kurang tertarik dengan politik

Saya tidak bilang seluruh warga Surabaya apatis dengan politik. Namun, menjadi politisi bukanlah passion utama orang Surabaya. Di kota kami, orang lebih tertarik menjadi pedagang sukses atau bekerja di perusahaan-perusahaan besar dengan gaji tinggi ketimbang sibuk berpolitik. Untuk membuktikannya, kita bisa melihat data KPU. Surabaya adalah kota dengan partisipasi Pemilu paling rendah di Jawa Timur.

Bagi kami, nggak peduli siapa pun pemimpinnya. Asalkan iklim investasinya stabil, semua sektor usaha berjalan lancar, dan buruh diganjar dengan UMK yang lumayan, masalah politik menjadi topik yang kurang menarik.

Meskipun Bu Risma marah-marah atau memunguti sampah ketika ada demo di depan Gedung Grahadi (sikap yang kurang tepat karena seharusnya menanggapi tuntutan pendemo), warga Surabaya seolah bergeming dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai bahan gosip.

Hal yang sama tidak akan pernah terjadi di Ibu Kota Jakarta. Semua berita—baik besar maupun kecil—bisa langsung viral di sana. Nggak usah urusan politik, urusan listrik mati di Jakarta bisa langsung trending topic nasional di Twitter, lho. Sementara jika terjadi di Surabaya palingan hanya ramai di Suara Surabaya.

Bu Risma yang cocok dengan karakter Surabaya

Selain dua hal di atas, faktor mayoritas penduduk juga berpengaruh sih. Di Surabaya mayoritas penduduknya orang Jawa, terutama Jawa Timuran. Memang ada suka lain, tapi jumlahnya tidak dominan. Hal tersebut jelas memudahkan politikus untuk melakukan pendekatan dan menyesuaikan diri dengan karakter mayoritas penduduknya.

Gaya bicara, gesture dan sikap Bu Risma memang sesuai dengan mayoritas orang Surabaya yang cenderung menyukai pemimpin banyak gerak dan sat set. Ada banjir langsung datang ke TKP, ada warga kesulitan membuat KTP langsung gercap datang ke lokasi sambil marah-marah pula. Meskipun kadang masalahnya nggak langsung selesai, yang penting gerak dulu.

Namun, gaya memimpin seperti itu belum tentu cocok diterapkan di Ibu Kota ataupun daerah lain. Pernah kan, Bu Risma marah-marah di Gorontalo dan langsung viral, blio juga dirujak netizen sebab sikapnya dinilai arogan. Jadi ya, Bu Risma memang kudu menyesuaikan tipe kepemimpinannya, sih. Berkarier skala nasional dengan masyarakat yang tidak homogen tentu saja lebih susah dan berat ketimbang mengurus arek-arek Suroboyo yang suaranya ngegas tapi hatinya selembut kapas.

Akhir kata, jika boleh memberi saran ke Bu Risma. Ada baiknya Ibu fokus pada pekerjaan utama Mensos dulu. Mungkin setelah menjadi Mensos Bu Risma bisa latihan menjadi Gubernur Jatim. Jika Bu Risma bisa menyelesaikan kemiskinan ekstrim dan menihilkan angka buta huruf di Jatim, saya yakin image Bu Risma yang pekerja keras akan kembali lagi. Cemungutz, Buk!

Penulis: Tiara Uci
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Memandu Bu Risma Wali Kota Surabaya Saat Kunjungan ke Cina

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2023 oleh

Tags: bu rismaibu kotamensosNetizenSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

5 Hal Penyebab Surabaya Jadi Kota Termacet di Indonesia terminal mojok.co

5 Penyebab Surabaya Jadi Kota Termacet di Indonesia

17 Januari 2022
5 Dosa Wali Kota Surabaya yang Tercatat dalam Ingatan Warga

4 Tempat yang Cocok untuk Jadi Titik Kumpul Wong Mumet di Surabaya

23 November 2024
artikel

Alasan Orang Suka Langsung Komen Artikel Padahal Baru Baca Judul doang

26 Mei 2020
Surat Cinta untuk Wali Kota Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata Terminal Mojok

Surat Cinta untuk Wali Kota: Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata

2 November 2022
Manukan, Satu-satunya Daerah Ternyaman di Surabaya

Manukan, Satu-satunya Daerah Ternyaman di Surabaya

13 April 2023
Ilustrasi Romokalisari Surabaya, Wisata Mahal yang Isinya Penyesalan (Unsplash)

Penyesalan Berwisata ke Romokalisari Adventure Land Surabaya, Tempat Wisata Berkedok Adventure Land, tapi Isinya Cuma Panas dan Mahal bagi Mahasiswa

21 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.