Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Termistis

Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
17 November 2023
A A
Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Musim Pemilu sudah hadir, saatnya dukun Gunungkidul tampil. Ya, jelang pemilihan umum, selain gemar pasang banner di pinggir jalan, para calon pejabat juga sibuk sowan ke kiai dan para sesepuh/dukun. Persisnya kurang tahu kapan tradisi berkunjung ke rumah dukun ini mulai hits di Indonesia. Yang jelas, para dukun ikut kebanjiran rejeki jelang pesta ((demokrasi)). Mantap.

Lahir dan tumbuh besar di lingkungan penuh mitos bin takhayul, bikin saya sedikit akrab dengan dunia mistis. Di dusun saya, setidaknya ada lima dukun yang sampai sekarang masih aktif menjalani profesi ini. Hampir semua dukun itu berfokus pada penyembuhan penyakit, mendoakan orang yang punya hajat, dan mengatasi beragam gangguan gaib yang sulit ditangani secara sains/medis.

Meski menyandang predikat sebagai kawula milenial nyaris gen Z, jujur, saya masih percaya dengan hal-hal nonsains. Dunia gaib selalu berhasil bikin saya penasaran. Bahkan, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam nongki bareng mbah dukun ketika ngobrol soal dunia klenik. Keren. Terlebih ketika musim Pemilu kayak sekarang, rasa penasaran siapa saja yang datang menemui mbah dukun sebelum hari pencoblosan kian membuncah.

Jarak antara rumah saya dengan mbah dukun cukup dekat. Jadi, saya melihat betul mobil-mobil mewah hilir-mudik setiap kali mau ada pencoblosan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Biasanya, hari baik untuk sowan dukun ya, kalau nggak malam Selasa atau malam Jumat. Standar hari klenik Indonesia pokoknya.

Nah, sekarang, saya kasih bocorannya. Menurut mbah dukun, ada beberapa ritual khas yang acap dilakukan para calon pejabat menjelang pemilihan. Berikut beberapa ritual yang bisa dilakukan para calon pejabat sebelum hari pencoblosan, antara lain:

Bocoran dari dukun Gunungkidul pertama, menebar parem di pekarangan agar serangan musuh tidak tembus ke dalam rumah

Di kampung saya, ada semacam “kepercayaan” bahwa setiap orang punya potensi kena serangan gaib. Tak terkecuali para calon pejabat yang ikut kontestasi politik. Gangguan itu bisa datang secara alamiah, juga ada gangguan yang sifatnya serangan (kiriman) dari orang lain. Salah satu cara menangkal serangan gaib yang cukup populer di masyarakat Jawa, terutama di Gunungkidul, adalah menyebar parem.

Sederhananya, parem adalah beras yang dicampur kunyit. Dalam masyarakat Jawa, khususnya di Gunungkidul, biasanya parem dipakai untuk beragam keperluan dan tujuan. Seperti ditebar di sawah agar hasil panen melimpah. Selain itu, parem juga acap ditebar di pekarangan rumah untuk membentengi keluarga agar terhindar dari marabahaya, seperti serangan gaib.

Nah, agar kontestan Pemilu terhindar dari serangan gaib yang berasal dari lawan politik, bisa menyebar parem ini. Caranya mudah, ambil segenggam beras, campur kunyit yang sudah diiris tipis, lalu taruh di atas selembar daun pisang. Setelah itu, sebarkan parem di depan, belakang, dan samping rumah. Ritual sederhana ini sampai sekarang masih efektif untuk menangkis beragam gangguan mistis. Gimana, tertarik untuk mencoba?

Baca Juga:

3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali

Kasihan Solo, Selalu Dibandingkan dengan Jogja, padahal Perbandingannya Kerap Tidak Adil!

Membalik sempak untuk menangkal serangan lawan politik saat kampanye terbuka

Sempak bukan cuma melindungi titit dari guncangan-guncangan yang berpotensi bikin si mungil terombang-ambing. Tapi, celana dalam juga berperan penting dalam menyerap keringat dan menyamarkan daging tiga ons ini ketika “baper”. Lebih dari itu, dalam semesta klenik, sempak acap dipakai sebagai jimat penglaris hingga menangkal hal-hal gaib.

Sejauh ingatan saya, pertama kali mendengar tentang “khasiat” sempak terbalik untuk menangkal serangan gaib itu saat di kelurahan mengadakan turnamen bola voli antardusun beberapa tahun lalu. Mengingat pertandingan saat itu cukup bergengsi, setiap klub yang ingin bermain meminta restu kepada para sesepuh setempat.

Saat itu, saya baru tahu kalau seorang dukun punya beragam ritual untuk menangkal serangan “musuh”. Mulai dari mengusap-usap kepala sang pemain, memberi minuman yang sudah didoakan, dan hingga menyuruh membalik sempak sesaat sebelum pertandingan dimulai. Dari sekian banyak ritual, membalik sempak masih menjadi “tradisi” yang acap dilakukan para calon pejabat ketika berbicara di tempat umum (kampanye).

Menurut mbah dukun, sempak dibalik ini bisa melindungi sekaligus menangkal serangan gaib yang datang secara tiba-tiba dari musuh politik atau orang iseng. Serangan gaib ini bukan semacam santet yang membabi-buta ya. Tapi lebih ke tindakan-tindakan kecil yang bisa “mencederai” calon pejabat. Seperti membuat mata caleg tiba-tiba ngeblur, kehilangan fokus, gugup, sampai yang paling parah adalah bikin kaki keseleo.

Saya cukup yakin setiap daerah ada mitos tentang khasiat sempak terbalik ini, entah apa pun itu tujuannya. Tapi, di Gunungkidul, khususnya di kampung saya, memakai sempak terbalik biasanya digunakan untuk melindungi diri dari serangan gaib. Dalam kontestasi politik, sempak terbalik sangat cocok diaplikasikan saat kampanye di area terbuka. Jadi, buat para calon pejabat, silakan kalau lagi orasi mengutarakan visi misinya, jangan lupa sempaknya dibalik.

Tidur di kuburan

Tidur di kuburan jadi salah satu ritual yang cukup ekstrem menjelang hari pencoblosan. Selain agar tubuh lebih kebal ketika musuh menyerang, tidur di kuburan juga dinilai efektif untuk meningkatkan aura wajah para calon pejabat biar tampak lebih karismatik dan berwibawa.

Biasanya, tidur di kuburan ini dilakukan sekitar tiga malam. Syaratnya, nggak boleh ada satu orang pun yang melihatnya. Jadi, selain meringkuk di kuburan sendirian, para calon pejabat juga harus selalu memastikan bahwa nggak ada orang yang melihat. Sebab, kalau sampai ketahuan, ini bisa membatalkan ritual tersebut dan hajatnya berpotensi gagal total. Gimana tertarik untuk melakukan kegiatan klenik ini?

Itulah bocoran beberapa ritual klenik yang bisa dilakukan para calon pejabat menjelang pesta demokrasi dari dukun Gunungkidul. Sebenarnya masih banyak sih ritual-ritual topcer lainnya. Tapi, sifatnya amat sangat rahasia. Berhubung konsultasi klenik nggak gratis, silakan bapak-bapak calon pejabat japri saya, ya. Nanti saya tunjukkan dukun-dukun berkualitas bin topcer di Gunungkidul. Tenan iki.

Selamat mengikuti kontestasi politik dan jangan lupa sempaknya dibalik. Salam klenik!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kalau Dukun Pesugihan Bisa Bikin Kaya, Kenapa Nggak buat Dirinya Aja?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2023 oleh

Tags: CalegDukunGunungkidulpemilu 2024ritual
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Bisakah Bule Kena Santet?

Bisakah Bule Kena Santet?

22 Maret 2022
Jenang Dawet, Kuliner Tradisional Khas Gunungkidul yang Nggak Setenar Nasi Tiwul Terminal Mojok

Jenang Dawet, Kuliner Tradisional Khas Gunungkidul yang Nggak Setenar Nasi Tiwul

17 Mei 2022
Terminal Dhaksinarga Wonosari Gunungkidul: Terminal Rasa Mal dan Restoran

Terminal Dhaksinarga Wonosari Gunungkidul: Terminal Rasa “Mal” dan Restoran

7 Mei 2023
Glorifikasi Pemuda dalam Politik Indonesia: Anak Muda Memang Penting, tapi Anak Muda yang Gimana Dulu?

Glorifikasi Pemuda dalam Politik Indonesia: Anak Muda Memang Penting, tapi Anak Muda yang Gimana Dulu?

13 November 2023
Nostalgia 6 Janji Politik Paling Absurd yang Pernah Saya Dengar Terminal Mojok

Nostalgia 6 Janji Politik Paling Absurd yang Pernah Saya Dengar

4 Desember 2022
puan maharani dpr Pak RT mojok

Puan Maharani atau Tidak Sama Sekali: Kegalauan PDIP yang Rasional

10 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
Personal Branding Itu Tidak Penting

Personal Branding Itu Tidak Penting

6 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Pengalaman Brengsek Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Dapat Sopir Amatiran Membahayakan Nyawa dan Semburan Muntahan Penumpang
  • Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja
  • Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif
  • Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.