Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bisnis Pertashop Beneran Karam: Hidup Segan, Mati Sudah Jelas

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
10 Januari 2025
A A
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Tiap perjalanan berangkat atau pulang dari kantor menuju rumah, saya selalu trenyuh melihat Pertashop bertumbangan. Sekalipun ada yang buka, terlihat sepi dan ragu. Tak ada lagi antrean orang membeli pertamax seperti dulu. Bisnis mereka masih tak selamat, sekalipun waktu sudah berlalu lumayan lama.

Saya sudah pernah menuliskan tentang Pertashop yang terkena efek kenaikan harga pertamax. Kebijakan kenaikan jenis bahan bakar tersebut bagi saya benar-benar lucu karena pemerintah sendiri mengimbau rakyat beralih dari pertalite, tapi menaikkan harga pertamax. Naiknya nggak main-main lagi, hampir 3 ribu rupiah.

Kebijakan tersebut praktis menghantam bisnis Pertashop yang saat itu ngehype. Banyak orang mengeluarkan tabungan untuk modal bisnis Pertashop, berakhir gigit jari karena dagangan mereka langsung sepi. Beda ketika harganya masih 9 ribu sekian, bisnis mereka benar-benar mengudara tanpa halangan.

Ditambah kasus pertamax kotor yang beberapa waktu lalu terjadi, bikin orang makin enggan menggunakan pertamax. Memakai pertalite di motor yang baiknya pakai pertamax memang berisiko. Hanya saja, mending pakai BBM murah daripada pakai BBM mahal, tapi risikonya sama-sama merusak mesin.

Pertashop sempat bangkit, tapi…

Sebenarnya, saya sempat melihat geliat Pertashop mulai ramai ketika pertamax turun harga jadi 12.000 (12.100 jika kalian beli di SPBU). Yaaa setidaknya lebih ramai ketimbang sebelumnya lah. Untuk saya pribadi, kadang saya beralih karena tangki terisi jauh lebih banyak ketimbang waktu harganya masih 12.950. Ya menurut saya tolol aja sih, 50 ribu nggak dapet 4 liter BBM untuk motor.

Seingat saya harga itu berlangsung beberapa bulan, 2-3 bulan kalau nggak salah. Tapi ketika pergantian tahun, tiba-tiba ada kabar pertamax naik lagi. Saya memegangi kepala saat membaca berita tersebut. Pemerintah tuh sebenarnya mikir apa coba?

Antrean pertalite tetap mengular, di SPBU mana pun. Pertashop tetap sepi, antrean pertamax di SPBU apalagi. Padahal saya masih ingat betapa gencar pemerintah dulu mengimbau rakyat untuk beralih. Tapi, strategi seperti ini tentu saja kontraproduktif.

Logika sederhananya, jika memang ingin orang-orang beralih ke produk lain, ya jangan pakai strategi menaikkan harga. Coba deh dibikin misal naik, nggak 12.950 kek dulu, tapi 11 ribu. Jelas sih antrean pertalite tak sepanjang ini.

Baca Juga:

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Suzuki Thunder, Raja Tangki Besar Penguras SPBU di Luwu Timur

Sampai sekarang, pemerintah tak memberi alasan yang jelas dan bisa diterima. Seperti yang sudah-sudah, rakyat diminta menerima tanpa bisa mendapat keterangan yang jelas.

Begitulah dunia

Tiap awal dan akhir pekan, saya melihat Pertashop yang kini menutupi areanya dengan pagar. Tempat-tempat yang dulu menyelamatkan saya dari ketakutan kehabisan bensin kini malah dihantui ketakutan kebangkrutan. Atau malah mereka tak lagi ketakutan, karena sudah mati duluan.

Tak bisa dimungkiri, memang itulah risiko bisnis. Banyak dinamika di luar sana yang bikin suatu bisnis yang awalnya amat menjanjikan, justru menenggelamkan pemiliknya ke jurang kebangkrutan. Tak ada bisnis yang benar-benar aman. Bebek yang bertelur emas pun suatu saat akan mati.

Tapi rasa-rasanya, sedih juga jika bisnis (legal) mati karena kebijakan pemerintah. Terlebih jika kebijakannya seakan-akan tak menapak tanah dan tak memandang realitas. Tanpa disadari, mengubur banyak mimpi yang sudah tersemai.

Mungkin pertashop yang ditutup pagar itu, beberapa bulan lagi rata dengan tanah. Tiba-tiba jadi warung makan padang, atau jadi kantor firma hukum, atau malah roboh begitu saja. Saya hanya bisa melewatinya, sedikit menghela nafas, serta melanjutkan perjalanan.

Ah, begitulah hidup di dunia. Tiap hari dipaksa melihat penderitaan manusia, dan kita tidak bisa apa-apa selain tetap memutar gas lebih dalam agar tidak ikut menderita.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pertashop dan Pertamini Itu Nggak Musuhan, Asal Nggak Jual Pertalite dan Ada Ketegasan dari Pertamina

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.a

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2025 oleh

Tags: bbmbisnis pertashoppertalitepertamaxpertashop
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Pertashop Beneran Bangkrut Berkat Nalar Timpang Pertamina (Unsplash.com)

Pertashop Beneran Bangkrut Berkat Nalar Timpang Pertamina

25 September 2022
Anomali BBM Bersubsidi di Pesisir Selatan Sumatera Barat: Hanya Bisa Ditemukan di Pedagang Bensin Eceran, Bukan SPBU pertalite pertamax

Saya Tak Mau Beli Pertamax, Lebih Milih Beli Pertalite dan Merusak Motor Saya Sendiri ketimbang Dirusak Pertamina

26 Februari 2025
Suzuki Thunder, Raja Tangki Besar Penguras SPBU di Luwu Timur

Suzuki Thunder, Raja Tangki Besar Penguras SPBU di Luwu Timur

30 September 2025
7 Hal yang Bisa Dilakukan di SPBU selain Mengisi Bahan Bakar Mojok.co

7 Hal yang Bisa Dilakukan di SPBU selain Mengisi Bahan Bakar

2 November 2024
Teori Konspirasi Isi Bensin Angka Ganjil yang Bikin Hidup Lebih Ribet tapi Mungkin Berguna

Teori Konspirasi Isi Bensin Angka Ganjil yang Bikin Hidup Lebih Ribet tapi Mungkin Berguna

21 November 2024
3 Dosa Operator SPBU Pertamina yang Bikin Jengkel Pelanggan (Unsplash)

3 Dosa Operator SPBU Pertamina yang Bikin Jengkel Pelanggan. Apakah Kamu Pernah Merasakan Salah Satunya?

28 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.