Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bintara, Jalur Penghubung Bekasi dan Jakarta Paling Cepat Sekaligus Paling Horor di Antara Jalur Lainnya

Muhammad Fariz Akbar oleh Muhammad Fariz Akbar
24 Mei 2025
A A
Bintara, Jalur Penghubung Bekasi dan Jakarta Paling Cepat Sekaligus Paling Horor di Antara Jalur Lainnya

Bintara, Jalur Penghubung Bekasi dan Jakarta Paling Cepat Sekaligus Paling Horor di Antara Jalur Lainnya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari tiga jalan paling populer menuju Jakarta dari Bekasi, hanya Bintara yang patut diwaspadai…

Kalau menuju Roma banyak jalannya, jalan menuju Jakarta dari Bekasi hanya ada beberapa. Bisa dihitung pakai jari, tapi yang paling populer ada tiga. Ketiga jalan itu adalah via Kalimalang, Bintara, dan Cakung. Ketiganya cukup populer karena memang terhitung sebagai jalan utama. Sementara jalur lainnya via Jatiwarna atau Pondokgede misalnya, itu seperti jalur sekunder saja. 

ADVERTISEMENT

Ketiga jalur populer tersebut ada peruntukannya atau ciri khasnya masing-masing. Misalnya, jalur Cakung biasa dilewati oleh truk-truk besar. Sementara jalur Bintara dan Kalimalang lebih banyak dilalui oleh kendaraan pribadi. Saya sendiri suka gonta-ganti jalur kalau pergi ke Jakarta dari Bekasi, tapi paling sering lewat Bintara. Soalnya jalur satu ini paling cepat meskipun paling horor.

Minim penerangan

Kalau lewat Bintara Bekasi, kita bisa langsung terhubung ke Pondok Kopi. Pokoknya, setelah melewati pasar Bintara, lalu berputar di Jembatan, nah, itu tanda bahwa kita sudah sampai di Jakarta. Jalan terusan ini namanya adalah Jalan I Gusti Ngurah Rai. Dimulai dari flyover di Jalan Sultan Agung, Kranji, sampai dengan masuk Jakarta itu jaraknya 3 kilometer. 

Sebetulnya kalau dilalui ketika siang, jalan terusan ini nggak horor-horor amat. Di sebelah kiri ada banyak ruko atau gang masuk ke permukiman warga. Di sebelah kanan persis ada rel kereta. Jadi, memang jalan terusan ini mengikuti alur rel kereta dari Bekasi sampai Jakarta. 

Sayangnya kalau malam penerangannya minim. Lampu jalan bisa dihitung pakai jari. Penerangan jalan sebatas mengandalkan lampu kendaraan serta sisa-sisa refleksi dari lampu di ruko-ruko yang ada di sekelilingnya. Sudah gitu, masih cukup banyak semak-semak dan pohon yang bikin kengerian itu jadi berlipat ganda. 

Jalanan Bintara Bekasi nggak pernah bagus

Sama seperti urusan penerangan, kalau di siang hari, kita masih merasa aman saja. Semua rintangan yang berbentuk jalan berlubang mudah saja kita hindari. Kalau malam, sudah pasti makin ngeri. Penerangan minim, banyak lubang pula. Lewat jalan terusan ini mesti ekstra hati-hati. 

Fyi, nggak cuma jalanan berlubang yang bakal kita hadapi di sini, melainkan struktur jalannya pun nggak rata. Dalam istilah otomotif, jalanan ini termasuk bumpy. Kalau kecepatan kendaraan kita agak tinggi, sudah pasti nggak akan nyaman berkendaranya. Seperti naik odong-odong karena motor dan badan akan terlempar-lempar. 

Baca Juga:

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Lewat Bintara Bekasi malam hari, sudah pasti perlu kewaspadaan yang tinggi. Pertama, waspada terhadap diri sendiri. Kita nggak pernah tahu ada bahaya apa di depan. Kalau alasannya begitu, sudah pasti kita mau ngebut agar cepat sampai. Nah, ini alasan kedua untuk lebih waspada, yaitu menghindari dari lubang-lubang yang nggak selalu kelihatan lokasinya. 

Meski cuma 3 kilometer, jujur saja jalur ini membosankan

Untuk membayangkan, sesuaikan saja sebutan jalan ini dengan kenyataannya. Jalan terusan. Memang cuma jadi jalan terusan. Ibaratnya, kita lewat sini karena nggak ada pilihan lain. Selama ada di jalan terusan ini, saya pasti nggak kepikiran apa-apa selain harus segera keluar dari jalan ini. 

Kalau lewat Cakung atau Kalimalang, memang akan lebih jauh karena memutar, tapi mereka nggak seperti jalan terusan. Minimal nggak membosankan. Kiri kanannya ramai. Lebih terang, jalannya lebih bagus, lebih banyak tempat yang bisa dikunjungi, dan bahkan ada mal. 

Sudah gitu, entah kenapa di jalur Bintara Bekasi ini sering sekali dilakukan galian. Otomatis, jalur yang sedang digali dialihkan menjadi contraflow ke jalur sebelahnya. Sudah mah gelap, jalanan jelek, rebutan jalur pula. Kalau lagi begini, yang namanya kemacetan nggak bisa dihindari. Yang namanya sabar, jadi perlu ikutan ekstra. 

Di luar itu semua, jujur saja, hubungan saya dan jalur Bintara Bekasi ini memang seperti love and hate relationship. Saya akan selalu lewat sini karena satu hal, lebih cepat. Perkara jalanan gelap dan berlubang, itu semua bisa disiasati. Cara yang paling buruk dan nggak saya rekomendasikan adalah menghafal letak lubang, bukan berkendara lebih hati-hati.

Penulis: Muhammad Fariz Akbar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sisi Terang Bekasi yang Tak Disadari Banyak Orang, Saya Tulis biar Bekasi Nggak Dibully Terus.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2025 oleh

Tags: bekasiBintara BekasiJakarta
Muhammad Fariz Akbar

Muhammad Fariz Akbar

ArtikelTerkait

4 Alasan Saya sebagai Orang Jakarta Kecewa dengan Penjual Nasi Uduk di Jogja Mojok.co

4 Alasan Saya sebagai Orang Jakarta Kecewa dengan Penjual Nasi Uduk di Jogja

12 Maret 2025
Malang Masa Kini Berpotensi Tidak Enak Ditinggali seperti Jakarta (Unsplash) hidup di malang

Malang Dulu Ramah untuk Tempat Tinggal tapi Kini Sudah Hampir Mirip Jakarta Berkat Kemacetan dan Parkir Liar yang Menjadi Penyakit

11 Mei 2025
Jakarta, Daerah yang Paling Enak Dikritik ketimbang Jogja (Unsplash)

Lebih Enak Mengkritik Jakarta ketimbang Jogja yang Baperan dan Mudah Tersinggung karena Cinta Buta

6 Juni 2024
Dosa Pedagang Bubur Ayam Khas Jakarta yang Berjualan di Jogja Mojok.co

Dosa Pedagang Bubur Ayam Khas Jakarta yang Berjualan di Jogja

26 Februari 2025
4 Kesamaan Bekasi dengan Yogyakarta Jakarta

Culture Shock Pemuda Purwokerto Saat Berkunjung ke Bekasi

5 Mei 2023
Kasta Tempat Melamun Terbaik di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta Pusat Mojok.co

Kasta Tempat Melamun Terbaik di Tengah Hiruk-Pikuk Jakarta Pusat

17 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.