Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Bangga sih Bangga, tapi kalau Bilang UIN SUKA Lebih Unggul ketimbang UGM, Itu mah Bukan Bangga, tapi Halu!

Naufa Izzul Ummam oleh Naufa Izzul Ummam
13 Maret 2024
A A
UIN Sunan Kalijaga Tepati Janji, Maba Tak Menderita Lagi (uin-suka.ac.id) UIN SUKA, UGM, UNY, Jogja

UIN Sunan Kalijaga Tepati Janji, Maba Tak Menderita Lagi (uin-suka.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

UIN SUKA: kampus sempit, parkiran susah

Bukan mudah mencari gedung fakultas, malah justru karena sempitnya kampus UIN SUKA, saya dan teman-teman kadang bingung. Bayangkan saja, ada gedung yang isinya dua fakultas sekaligus. Entah konsepnya ingin dibuat nyambung antar fakultas atau bagaimana, tapi jujur ini bala’, terutama untuk Maba.

Pernah satu ketika saya dan beberapa kawan Ushuluddin punya jadwal kuliah di ruang 304. Kala itu kita masih Maba dan tidak tahu mana area Ushuluddin dan mana area Dakwah, karena memang dua fakultas itu gedungnya nyambung–kalau memang tidak ingin dibilang satu, juga tidak ada pembatas jelas antar keduanya. Kemudian dengan dengan PD kita masuk ke ruangan dengan nomor 304. Tapi beberapa waktu setelah duduk, kami ditegur oleh segerombolan mahasiswa dan bilang kalau itu ruangan mereka.

Saling klaim-mengklaim terjadi, mungkin karena kita masih sama-sama Maba, jadinya tidak tahu-menahu. Tak lama berselang, gerombolan saya terkejut dengan kiriman foto di WA grup, foto yang berisi informasi ada ruangan lain dengan nomor 304, dan sebenarnya itulah ruangan kami. Dengan sedikit malu, akhirnya kami keluar dari ruangan ‘304 Dakwah.’

Makin sulit saat wisuda

Ah tapi kan itu kebingungan di awal saja, setelah kenal area kampus bisa teratasi. Mungkin iya, tapi ada kebingungan lain yang tetap akan selalu ada, cari parkir. Nyari parkir di UIN SUKA itu susahnya minta ampun, terutama mereka yang bawa mobil. Satu ketika, ada anak Ushuluddin yang rela markir mobilnya di area gedung Amin Abdullah karena di sekeliling Ushuluddin sudah penuh, memang jaraknya tidak jauh, tapi ini gambaran betapa susahnya parkir di UIN SUKA. Dan perlu saya tambahkan, nyari parkiran akan semakin susah kalau ada acara wisuda. 

Ngomong-ngomong masalah wisuda, entah kenapa di UIN SUKA jadwal waktunya itu tidak seperti kampus pada umumnya. Di UINSA Surabaya misalnya, acara wisuda biasanya dilangsungkan bukan pada hari aktif kuliah, melainkan di hari Sabtu atau Minggu. Lah UIN SUKA ini wisudanya di hari perkuliahan. Bayangkan coba, kalau di hari biasa saja nyari parkir sudah sulit, apa kabar kalau ada perayaan para sarjana baru yang kebanyakan berpredikat Cumlaude itu? Dan ya, ingat lagi, kampus itu sempit!

Timoho dan Sapen: area bebas helm

Kenyataannya, tidak semua kok anak-anak UIN SUKA taat berkendara. Ketaatan yang nyata paling cuma soal tidak cenglu, karena satpam bakalan negur secara langsung kalau ada yang seperti itu. Tapi untuk helm? Setahu saya satpam los-los saja.

Mas Nadlif bilang kalau Pos KTL UIN selalu monitoring mahasiswa yang tidak taat berkendara, sumpah itu aneh banget. Untuk menghindari itu, anak-anak bisa kali ambil jalan lewat Timoho atau Sapen, polisi mana ada ngawasin jalan itu. Untuk anak-anak yang ngekos sekitaran UIN juga sebenarnya tidak punya urgensi mendalam soal penggunaan helm. Kecuali itu kesadaran dirinya sendiri, seperti ngikutin aturan negara atau ngelindungin mukanya biar tidak kena polusi dan menghitam.

Lagi pula di satu sisi UNY juga punya pos jaga polisi di dekat gerbangnya juga. Mahasiswanya bisa mengelabui? Berarti sama saja seperti anak UIN. Lantas apa istimewanya?

Baca Juga:

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

Saya Mengaku Iri kepada Mereka yang Tinggal di Dekat Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja

Pekerjaan non-linear bukan eksklusivitas Anak UIN SUKA

Bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan jurusan bukan hal yang baru di Indonesia. Saya kutip dari Detik.com, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim bilang kalau 80% Mahasiswa bekerja tidak sesuai dengan jurusannya. Kompas dalam narasi beritanya malah menuliskan “80 persen mahasiswa di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya”. Mas, bukannya berita ini memberikan gambaran kalau pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah itu hal yang banyak terjadi di berbagai kampus?

Jelas-jelas dua berita di atas menggambarkan lulusan mahasiswa secara umum di Indonesia, bukan khususon mahasiswa UIN SUKA Jogja. Apa istimewanya bagi UIN SUKA kalau lulusan mereka ternyata tidak bekerja sesuai jurusan? Kalau itu dianggap istimewa kampus lain harusnya dianggap istimewa juga.

Akhir kata: masih ada kekurangan lain

Mas Nadlif, mabok kah sampean ketika mengatakan UIN SUKA lebih unggul ketimbang UGM dan UNY? Mungkin hanya di mimpi sampean UIN SUKA bisa melebihi UGM dan UNY. Bangun saja, Mas. Agak laen kalau bilang UGM kalah unggul. Ini UGM lho, UGM!

Kalau mau banding-bandingan sama UNY sih… okelah, UNY dan UIN bisa dibilang dua kampus yang agak setara di Jogja. Tapi ya, kalau lebih unggul, debatable pake banget.

Apa yang saya katakan di atas malah baru beberapa, ada lagi yang lain. Contoh yang paling nyata tidak ada penerangan di jalan Timoho antara kampus timur dan barat, sumpah kalau kalian lewat situ malam-malam gelap banget. Entah sampai kapan pejabat UIN SUKA mau benahi ‘hal kecil’ seperti itu, belum lagi yang besar-besar. 

Mau dibilang itu bukan tanggung jawab pihak kampus? Lantas haruskah kampus Nasional harapan Kemenag berdiam diri menunggu langkah Pemda Sleman karena tidak mampu beli lampu? Saran saya, tahun ini tambah saja uang sidang beberapa ratus ribu dan beri keterangan, infak lampu. Kelar tuh masalah.

Penulis: Naufa Izzul Ummam
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Harus Demo Supaya Rektorat Mau Mendengarkan Suara Mahasiswa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2024 oleh

Tags: Jalan TimohoJogjakeunggulanUGMUIN Sunan KalijagaUNY
Naufa Izzul Ummam

Naufa Izzul Ummam

Terdoktrin untuk menyukai Chelsea sejak dini.

ArtikelTerkait

Mahasiswa UGM Tukang Demo Jadi Stigma Pahit Buat Maba (Unsplash)

Stigma Mahasiswa UGM Tukang Demo itu Bikin Mahasiswa Baru Nggak Nyaman, Bahkan Dapat Cap “Antek Pendemo”

8 Juli 2024
Rumble Strips Jalan Letjen Suprapto Jogja, Solusi yang Malah Berubah Jadi Masalah

Rumble Strips Jalan Letjen Suprapto Jogja, Solusi yang Malah Berubah Jadi Masalah

28 September 2024
Penderitaan Naik Motor dari Seturan Sleman ke Kasihan Bantul (Unsplash)

Orang Paling Menderita di Jogja Adalah Mereka yang Tinggal di Kasihan Bantul tapi Kuliah atau Bekerja di Seturan Sleman, Naik Motor Pula

16 Juni 2024
7 Luka Kota Jogja Warisan Haryadi Suyuti, Eks Wali Kota Pesakitan KPK

7 Luka Kota Jogja Warisan Haryadi Suyuti, Eks Wali Kota Pesakitan KPK

8 Oktober 2024
Sudah Saatnya Jogja Meninggalkan Kata “Istimewa” dan Kembali ke “Berhati Nyaman” Mojok.co

Jogja Tidak Lagi Pantas Menyandang Status Istimewa. Saatnya Kembali ke Jogja Berhati Nyaman

13 Februari 2024
4 Tempat Merenung Terbaik di Tengah Keramaian SCBD Jogja

4 Tempat Merenung Terbaik di Tengah Keramaian SCBD Jogja

3 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.