Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Betapa Susahnya Meyakinkan Orang Tua Perkara Upgrade RAM dan SSD

Muhammad Yusuf oleh Muhammad Yusuf
14 Agustus 2021
A A
SSD HDD storage komputer laptop motherboard mojok

SSD HDD storage komputer laptop motherboard mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya bukan orang yang paham banget soal dunia komputer, tapi saya cukup mengikuti perkembangan trennya. Dalam lima tahun terakhir, standar spesifikasi untuk berbagai jenis komputer telah terjadi begitu cepat dan semakin ribet. Hal ini agaknya menuntut kita untuk mengubah cara pandang mengenai dunia komputer yang mengubah cara kita dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Beberapa waktu silam, salah satu adik sepupu saya yang tak lama lagi akan menjadi mahasiswa di jurusan desain ingin meng-upgrade komputernya untuk kebutuhan kuliah. Mengingat adik sepupu saya ini punya komputer dengan spesifikasi pas-pasan, serta budget yang mepet untuk upgrade, saya pun menyarankan untuk menambah RAM dan mengganti hard disk dengan SSD SATA III kapasitas 500 GB.

Meski kurang ideal, paling nggak komputer bisa digunakan dengan nyaman untuk jangka waktu yang panjang. Dari estimasi biaya yang dikeluarkan pun nggak sampai tiga juta untuk menikmati sebuah komputer lama dengan performa seperti komputer baru. Apalagi untuk kebutuhan desain grafis yang mesti menggunakan aplikasi macam Adobe Photoshop dan Illustrator yang terbilang berat.

Ketika kami berdua berdiskusi mengenai hal ini, bibi dan paman saya yang mendengar obrolan ini tiba-tiba menginterupsi. “Udahlah, nggak usah nambah RAM sama ganti SSD, nanti kamu jadi lebih asik main game daripada ngerjain tugas kuliah,” ujar paman saya kepada anaknya itu. Tak lama setelah paman berkata demikian, bibi saya pun ikut berargumen, “Kalau aku sih punya spek komputer segitu masih bisa sabar, toh kalo cuman ngedesain doang mah nggak perlu spek sampe segitu.”

Sebelum masuk ke inti pembahasan dari tulisan ini, saya ingin sedikit meluruskan pemahaman tentang RAM dan SSD. RAM atau Random Access Memory, punya fungsi memproses data ke prosesor ketika pengguna komputer melakukan komputasi berdasarkan aplikasi yang digunakan. Gampangnya, semakin besar RAM yang kita miliki, semakin cepat pula komputer memproses aplikasi yang kita gunakan.

Sedangkan SSD atau Solid State Drive adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan data. Prinsipnya sama saja seperti hard disk. Namun, yang membedakan antara hard disk dengan SSD yaitu cara kinerja dari komponen itu sendiri. Hard disk, memiliki komponen cakram untuk mengakses suatu data atau aplikasi yang kita simpan. Dan konsekuensinya adalah kita mesti menunggu lebih lama ketika mengakses sebuah aplikasi.

Berbeda dari hard disk, SSD justru tidak memakai komponen penggerak untuk mengakses data. Mereka menggunakan chip untuk memproses aplikasi yang diminta oleh prosesor. Dan sudah barang tentu, respon dan performanya pun jauh lebih cepat ketimbang hard disk ketika mentransfer data dan membuka aplikasi. Kecepatan tertinggi hard disk ketika mentransfer hanya mentok 150 Mbps. Angka itu pun nggak bisa dicapai dengan konsisten. Sedangkan SSD, untuk jenis SATA seperti hard disk, punya kecepatan konsisten di 400 Mbps.

Jadi secara sederhana, kecepatan yang dimiliki oleh SSD dalam kondisi standar pun masih lebih cepat ketimbang hard disk sekalipun berada pada kecepatan yang paling tinggi. Intinya adalah SSD dan RAM ini saling bersinergi dalam memaksimalkan performa komputer. Kedua komponen ini merupakan perpaduan ideal untuk mengoptimalkan proses komputasi meski prosesornya adalah keluaran lama.

Baca Juga:

Jangan Ambil Jurusan Teknik Informatika Hanya karena Mahir Komputer dan Jago Game

3 Tips Beli PC Rakitan biar Nggak Kena Scam Oknum Penjual Komputer Nakal

Nah, berkaitan dengan pendapat paman dan bibi saya yang merupakan kalangan generasi tua, rasanya sangat nggak adil ketika beliau-beliau ini menggeneralisir kebutuhan calon mahasiswa jurusan desain dengan kebutuhan mereka yang sekadar ngetik-ngetik doang.

Walau sebetulnya saya nggak masalah dengan opini tersebut, namun sebagai orang yang cukup mengikuti perkembangan dunia komputer, saya bertanggung jawab untuk meluruskan anggapan yang salah kaprah itu. Komputer bukanlah sebuah benda seperti panci atau sendok yang bisa terus-terusan awet selama nggak dibanting dari gedung lantai 100 atau ditimpa gerombolan Si Berat. Benda satu ini terus mengalami pengembangan seiring dengan kemajuan teknologi yang makin rumit.

Saya sama sekali nggak mendesak kedua orang tua adik sepupu saya ini untuk segera mengganti komponen, tapi saya mencoba untuk memberikan pemahaman bahwa solusi paling efisien dan nggak merepotkan adalah dengan menambah RAM dan mengganti harddisk dengan SSD.

“Bukannya gimana-gimana, Bi, tapi saya khawatir kalau nanti mesti ngeluarin uang lebih banyak di pertengahan semester. Takutnya kebentur sama biaya semesteran atau uang bulanan,” jelas saya kepada bibi.

“Iya, tapi apa emang harus secepet itu? Kan kalau cuman ngedesain doang mah mestinya harus bisa lebih sabar. Lagian nggak ada salahnya dia sabar lima sampe sepuluh menit pas ngerjain tugas. Ini sih cuma masalah disiplin sama waktu aja,” respon bibi saya. Memang sih, ngerjain tugas adalah perkara disiplin soal waktu.

Namun yang jadi masalah, apa kita bisa benar-benar bersabar tatkala kita mengerjakan sesuatu yang mestinya bisa lebih cepat tapi kemudian tertahan oleh hal yang remeh? Ibarat mau beli galon ke warung yang jaraknya 100 meter dari rumah tapi tahunya rantai motor ambrol? Kan nyebelin ya. Yang tadinya beli galon itu hal sepele seketika jadi sesuatu yang bikin runyam. Tadinya kita harus ngeluarin 30 ribu malah nambah jadi 300 ribu. Amsyong bener dah!

Saya pun merasakan sendiri perbedaannya. Saya pernah numpang pakai komputer teman yang punya spesifikasi kelas atas dari sisi RAM, VGA, dan prosesor untuk export foto serta video yang nggak terlalu banyak dikasih efek. Sayangnya, kawan saya masih menggunakan hard disk dan mempengaruhi durasi export dan render jadi lebih lambat.

Namun, berbeda ketika saya memakai laptop dengan spesifikasi lebih rendah tapi menggunakan SSD sebagai storage, kedua proses itu berjalan lebih cepat 2-3 menit. Bahkan durasi tersebut berjalan dengan konsisten dan hampir nggak ada penurunan signifikan. Kebayang dong, SSD bikin user semakin nyaman mengerjakan sesuatu dan memangkas waktu meski hanya 2 sampai 3 menit.

Saya pikir edukasi tentang perkembangan teknologi kepada generasi tua rasanya penting untuk diupayakan. Pasalnya, banyak di antara mereka yang hanya memahami dari satu sisi tanpa melihat sisi lain dari kegunaannya. Disadari atau tidak, gadget atau berbagai jenis komputer yang kita miliki adalah salah satu bentuk investasi yang menunjang semua pekerjaan kita. Karena nyatanya, ketika mengikuti kemajuan teknologi maka kita bisa menentukan skala prioritas dengan bermacam-macam opsi sesuai kebutuhan kita. Lantas, kenapa orang tua mesti khawatir?

BACA JUGA SSD vs HDD, Mana yang Paling Baik untuk Perangkat Kita? dan tulisan Muhammad Yusuf lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: Hiburan TerminalkomputerRAMssdupgrade
Muhammad Yusuf

Muhammad Yusuf

Kaum rebahan profesional. Tinggal di Bandung.

ArtikelTerkait

Begini Jadinya jika Drama Korea ‘Vincenzo’ Punya Latar Cerita Di Indonesia

25 Mei 2021

Andaikan Pemeran ‘How I Met Your Mother’ Hidup di Jakarta

7 Juni 2021
Sinetron Inikah Rasanya yang Bikin Saya Nggak Mau Jadi Remaja dan Masuk SMP terminal mojok.co

Sinetron Inikah Rasanya yang Bikin Saya Nggak Mau Jadi Remaja dan Masuk SMP

5 Agustus 2021
Wisata ke Korea Bikin Saya Yakin Drama Korea Itu Mitos, Berikut 3 Faktanya terminal mojok

Wisata ke Korea Bikin Saya Yakin Drama Korea Itu Mitos, Berikut 3 Faktanya

24 Juni 2021
'ChalkZone', Kartun yang Bikin Masa Kecil Saya Berimajinasi Jadi Tuhan terminal mojok.co

‘ChalkZone’, Kartun yang Bikin Masa Kecil Saya Berimajinasi Jadi Tuhan

2 Juli 2021
Elsa 'Ikatan Cinta' Adalah Bukti Lagu Suket Teki Itu Nyata terminal mojok

Elsa ‘Ikatan Cinta’ Adalah Bukti Lagu ‘Suket Teki’ Itu Nyata

8 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.