Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bertobatlah Wahai Kalian yang Sering Bertanya Saat Menonton Film di Bioskop

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
26 November 2019
A A
Film ‘Tenet’ Cocok untuk Ngajak Pacar yang Hobinya Mesum di Bioskop terminal mojok.co

Film ‘Tenet’ Cocok untuk Ngajak Pacar yang Hobinya Mesum di Bioskop terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu ketika, saya dengan beberapa teman memutuskan menonton bioskop bersama-sama. Kala itu, kami memutuskan menonton Suicide Squad karena sedang happening dan kelihatannya menarik. Di antaranya ada yang memang menjadi penggemar DC Comics—itu kenapa dia sangat antusias saat diajak menonton film tersebut. Tapi, ada juga yang tidak paham sama sekali, Suicide Squad itu film seperti apa dan bagaimana. Akhirnya, dia ikut memutuskan untuk menonton bersama kami.

Alhasil, karena tidak memahami bagaimana dan maksud alur ceritanya, selama berada di dalam bioskop dia selalu menanyakan berbagai hal. Seperti,

“Itu dia siapa, sih? Kok bisa kayak gitu?”

“Dia kenapa? Kok ceritanya gitu?”

“Itu awal mulanya gimana sampai dia bisa gitu?”

Ketahui dan percayalah, selain orang yang suka spoiler tentang film, bermain handphone di bioskop selama penayangan film, jenis penonton yang selalu bertanya berbagai hal mengenai film yang sedang ditontonnya pun sama-sama menyebalkan. Betapa tidak, saya dan beberapa teman lain menjadi kehilangan fokus saat menonton dan tidak memperhatikan jalannya cerita karena banyak pertanyaan yang diajukan dan mau tidak mau harus dijawab agar bisa segera paham. Tujuannya demikian, tapi nyatanya, tidak kunjung memahami alur cerita. Dan bukan sekali-dua kali saya mengalami hal seperti ini.

Itu kenapa, sebelum menonton film saya selalu membiasakan diri melihat trailer atau paling tidak sinopsis (ringkasan cerita). Tujuannya untuk meminimalisir hal yang seperti itu. Karena saya mengerti, ditanya saat sedang serius menonton itu sangat mengganggu. Lha gimana, saya nonton di bioskop kan untuk mendapatkan sensasi juga keseruan jalannya cerita, bukan untuk menjawab semua pertanyaan teman—meski berkaitan dengan film yang ditonton.

Opsi lain, jika memang ragu menonton suatu film karena kurang suka dengan genre atau alur ceritanya, ya tidak perlu dipaksakan ikut menonton. Kecuali memang betul-betul ingin menikmati film secara utuh tanpa harus bertanya kepada orang lain. Tidak bisa dimungkiri, ada juga orang yang suka banyak genre film dan menontonnya dengan khidmat untuk mendapatkan berbagai sudut pandang dan keunikan setiap cerita.

Baca Juga:

5 Bioskop Murah di Jakarta yang Harganya Masih di Bawah Rp35 Ribu

Nonton Film di Bioskop XXI Premiere Nggak Lebih Eksklusif dan Nyaman dari IMAX

Selain itu, tidak banyak bertanya saat menonton di bioskop juga disiasati dengan hanya menonton film yang memang kita sukai dan sudah diketahui alurnya seperti apa. Entah remake, berdasarkan novel atau komik yang pernah dibaca, atau dari serial film. Namun, kendala yang muncul biasanya ada pada ekspektasi. Semakin sudah mengetahui alur cerita dari media lain, biasanya harapan perihal visual yang apik dan pemilihan karakter yang paripurna akan ada. Jika ekspektasi tidak terpenuhi, biasanya langsung kecewa.

Tidak berlebihan rasanya jika sering dihadapkan dengan hal seperti itu, saya lebih memilih menonton dengan teman-teman yang memahami alur cerita. Atau sekalipun belum memahami, idealnya bertanya setelah film selesai. Selama pemutaran film berlangsung, ya sama-sama dinikmati saja. Untuk pilihan lain, tidak ada salahnya juga datang dan nonton sendiri di bioskop karena bisa lebih fokus dan khidmat. Terlebih, sejatinya, saya datang ke bioskop untuk mendapatkan hiburan, bukan menjawab segala pertanyaan dari seorang teman—tentang alur cerita film yang ditonton.

Pepatah lama memang menyebutkan bahwa, “jika malu bertanya akan sesat di jalan”, tapi bukannya jika terlalu sering bertanya juga akan menyebalkan? Apalagi saat ini sudah ada mesin pencari bernama Google yang bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencari banyak informasi—termasuk referensi, rating, juga sinopsis film. Oleh karena itu, sebelum banyak bertanya, cobalah untuk berusaha mencari tahu sendiri lebih dulu. Selain agar kuota internet dapat berfungsi secara maksimal, sih. Hehehe.

Bertanya memang menjadi salah satu hal penting dalam proses belajar dan kehidupan sehari-hari. Namun, tidak sedikit pula seseorang bertanya hanya untuk mendapatkan jawaban sesuai dengan apa yang diinginkan atau bisa jadi bersifat retoris—tetap bertanya meski sudah mengetahui jawabannya. Tak jarang pula hanya untuk mengetes pengetahuan atau wawasan seseorang.

Dan untuk para penonton di bioskop yang masih saja banyak bertanya saat film berlangsung, mohon memahami perasaan kami. Pahami kami yang ingin menonton dengan tenang dan nyaman, tanpa adanya intervensi pertanyaan. Lagipula, jika ingin banyak bertanya, saran saya lebih baik sekalian ikut workshop sajalah. Pasalnya, sudah pasti akan diberikan waktu untuk sesi tanya-jawab. Bukan di bioskop!

BACA JUGA Oh Ini Alasan Orang Mau Nonton Film yang Sama di Bioskop Lebih dari Sekali atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2019 oleh

Tags: biokopNonton FIlmtanya alur film
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan Mojok.co

Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan

5 Desember 2023
Seperti Ini Rasanya Nonton Bioskop di Kota Kecil Era Awal 1990-an terminal mojok.co

Seperti Ini Rasanya Nonton Bioskop di Kota Kecil Era Awal 1990-an

15 Mei 2021
Nonton Film di Bioskop XXI Premiere Nggak Lebih Eksklusif dan Nyaman dari IMAX

Nonton Film di Bioskop XXI Premiere Nggak Lebih Eksklusif dan Nyaman dari IMAX

15 Desember 2023
Terima Kasih INDOXXI Sudah Menemani Hari-Hari Penuh Kegabutan Kami

Terima Kasih INDOXXI Sudah Menemani Hari-Hari Penuh Kegabutan Kami

26 Desember 2019
trailer gundala

Nonton Trailer Gundala? Ogah!

25 Juli 2019
penonton bioskop

Serba Serbi Ragam Tipikal Penonton Bioskop

19 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.