Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bersiap Menghadapi Orang Sombong yang Akan Muncul setelah Corona Mereda

Oktavolama Akbar Budi Santosa oleh Oktavolama Akbar Budi Santosa
30 Maret 2020
A A
orang sombong dalam islam hukuman virus corona pandemi menular mojok.co

orang sombong dalam islam hukuman virus corona pandemi menular mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya mengetik “sombong dalam Islam” di Google dan di halaman teratas muncul artikel berjudul “Hati-Hati, 13 Balasan Orang Sombong dalam Islam”. Memang untuk tulisan kali ini saya coba kaitkan dengan agama biar lebih “menonjok” pembacanya. Ini pertama kali saya menulis yang dikaitkan dengan agama, jadi kalau kurang “nonjok”, ya maklum lah masih noob.

Selesai membaca artikel tersebut saya justru kesal karena di judul tertulis 13, kok di artikel jumlahnya 14. Judul sama isi kok nggak sinkron, kayak media-media online kebanyakan aja. Saya kira kalau membahas Islam, tulisan kayak gini nggak bakal dimuat. Lha piye, dalam Islam diajarkan kejujuran sementara tulisan ini sudah bohong semenjak judulnya.

Baiklah mari kembali fokus ke isi artikel. Keempat belas ganjaran tersebut antara lain: ganjaran neraka, selalu berbuat salah, dihantui rasa tidak nyaman dan cenderung gelisah, tidak pernah tulus, penuh dengan kritikan, tidak menemukan kepuasan, perilaku yang berlebihan, terjebak halusinasi, tidak memiliki teman, perilaku yang cacat, pergaulan yang terbatas, kesusahan yang tiada akhir, sangat dibenci Allah, dan terakhir dekat dengan siksa neraka (yang pertama sama terakhir kok hampir sama? Hish kzl).

Eh bentar, ini ganjaran untuk orang yang sombong atau orang yang nimbun masker lalu dijual dengan harga selangit sih?

Sombong adalah sifat buruk manusia. Tidak hanya Islam saja yang mengamini hal tersebut tetapi semua agama bahkan yang ateis juga saya yakin setuju (cieee kompak). Sudah banyak cerita kesombongan membawa malapetaka. Silakan cari sendiri ceritanya. Tetapi kalau butuh bukti nyata dan relate dengan Anda, pandemi virus corona COVID-19 adalah salah satunya.

Membaca ulasan Mas Novi Basuki tentang penyebaran awal virus ini di Cina, sudah terlihat bahwa kesombongan jadi salah satu penyebabnya. Karena pemerintah Cina sombong dan tak mau mengindahkan peringatan Dokter Li Wenliang mengenai kemunculan virus baru yang mirip SARS, akhirnya mereka kena batunya. Virus menyebar cepat di Provinsi Hubei. Pemerintah Cina masih sombong virus itu bisa dikendalikan. Hingga akhirnya penyebaran semakin masif dan langkah ketat mulai diberlakukan seperti lockdown Kota Wuhan, ibu kota Hubei.

Semenjak itu virus tersebut bergerak cepat ke tempat di luar Cina. Di Korea Selatan, Jepang, Italia mulai muncul pasien positif COVID-19. Semakin lama semakin banyak negara yang warganya diinfeksi virus corona, mulai dari Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Islandia dan negara-negara lain tak terkecuali Indonesia. Terhitung hingga 25 Maret 2020, penderita virus ini sudah ditemukan di 190 lebih negara.

Sayangnya, tidak hanya COVID-19 ini yang menular, tetapi juga kesombongan pemerintah Cina ketika awal virus ini muncul. Italia yang warganya meremehkan virus dengan tetap beraktivitas meski pemerintah sudah melakukan pembatasan, sekarang ini terkena dampaknya. Belum lama ini, 700-an pasien COVID-19 di Italia meninggal hanya dalam sehari. Kasus tertinggi sekarang diduduki negeri piza ini. Di belahan dunia lain dalam video yang saya lihat di Twitter, warga Amerika Serikat malah bersantai dan berleha-leha di pantai menikmati musim semi padahal sudah ditemukan kasus di sana. Di Indonesia? Hohoho….

Baca Juga:

Pengalaman Saya Menjalani KKN Gaib, Sendirian Ngerjain Proker, Tau-tau Selesai

Resistensi Antibiotik, Pemicu Pandemi Mematikan di Masa Depan

Semenjak akhir Februari, WHO sudah memperingatkan Indonesia akan ancaman virus ini meski saat itu kasusnya masih negatif di bumi Nusantara. Ketika memasuki Maret, banyak pihak baik dalam dan luar negeri juga ikut memperingatkan pemerintah pusat. Tetapi pemerintah tak bergeming. Malah menawarkan liburan murah. “Santai aja, kamu sakit karena kurang piknik! Sini piknik ke sini dulu, tak kasih muraaah!” begitu kira-kira kata-kata dari pemerintah kalau dialihbahasakan ke gaya santai.

Hingga kemudian mulai muncul kasus positif, pemerintah pusat masih sempat bilang enjoy aja. Kemudian makin hari makin banyak, baru deh mulai bergerak. Sungguh sebuah realisasi pepatah, “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.”

Beberapa pemerintah daerah bahkan bergerak lebih cepat. Ormas dan organisasi keagamaan yang besar seperti Muhammadiyah dan NU sudah mengeluarkan himbauan yang rasional untuk ikut mencegah penyebaran virus ini. Masyarakat juga sudah banyak yang gotong royong melakukan gerakan swadaya.

Tetapi lagi-lagi, virus corona makin sulit dibendung karena “virus” kesombongan ikut menunggangi.

Masih ada pemerintah daerah yang justru meremehkan penyebaran virus ini, menolak upaya membatasi warganya untuk berkumpul. Ada yang meminta warga untuk tetap meramaikan masjid meski ormas bahkan MUI bahkan Arab Saudi sendiri sudah mencontohkan untuk mengosongkan tempat ibadah dan beribadah saja di rumah. Belum lagi kesombongan yang juga menghinggapi para warga. Mereka yang tidak berkepentingan, misal bekerja, atau ada keadaan mendesak, diminta untuk tidak keluar rumah dahulu untuk mencegah penyebaran. Semudah itu.

Tetapi ya memang telanjur sombong dan ngeyel, meski mudah, masih saja orang yang keluar rumah untuk sekadar bersenang-senang, nongkrong, dan bertemu orang dalam kerumunan. Kilah mereka, “Halah begini aja dibesar-besarkan. Justru menebar ketakutan kalau begitu. Saya nggak pernah kontak dengan suspect kok, masih sehat-sehat aja.” Italia sudah memberikan bukti nyata, masih saja mengabaikannya? Di Islandia bahkan setengah warganya yang positif tidak menunjukkan gejala. Dan kasus-kasus lain yang bisa jadi pembelajaran, masih juga mau sombong dan ngeyel?

Melihat apa yang sudah terjadi selama ini, kombinasi antara virus corona dan virus kesombongan, nampak sudah kebenaran dari ganjaran yang diterima orang yang sombong. Karena mereka selalu berbuat salah, berperilaku berlebihan menimbulkan kesusahan yang tiada akhir dan juga dihantui rasa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Sialnya, mungkin mereka baru akan menerima ganjaran itu kelak, dan justru hal-hal tersebut dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Sialnya lagi, kita harus bersiap-siap menghadapi orang-orang sombong ini tidak hanya sekarang, tetapi juga kelak ketika pandemi ini mulai reda, ketika obatnya ditemukan sehingga bisa dikendalikan. Khususnya bagi kamu, kalian yang sekarang ini tak henti-hentinya mengingatkan orang-orang untuk tetap berada di rumah, yang mendukung agar lockdown segera diberlakukan untuk menekan penyebaran. Nanti, ketika semua kembali jadi biasa, orang-orang sombong bin angkuh akan bilang, “Lihat, aku tetap keluar rumah dan main ke mana-mana saat pandemi tetapi tetap sehat, tidak tertular juga. Hahahaa. Kubilang juga apa, kalian dulu berlebihan!”

Maka mulai sekarang mari bersiap. Persiapkan hati dan mental menghadapi bebalnya orang-orang ini. Persiapkan juga fisik dan pikiran untuk menghadapi “bencana” macam apa lagi yang akan mereka “datangkan”.

BACA JUGA Gaya Unik Pacaran Pemuda Pemudi Desa Agraris yang Bikin Meringis dan tulisan Oktavolama Akbar Budi Santosa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2020 oleh

Tags: bebalpandemisombongvorus corona
Oktavolama Akbar Budi Santosa

Oktavolama Akbar Budi Santosa

ArtikelTerkait

8 Jenis Masker yang Bisa Dipilih sebagai Senjatamu Saat Pandemi terminal mojok.co

8 Jenis Masker yang Bisa Dipilih sebagai Senjatamu Saat Pandemi

24 September 2021
Tips Beli Tanaman Hias di Grup Jual Beli Facebook biar Kamu Nggak Ketipu terminal mojok.co

Tips Beli Tanaman Hias di Grup Jual Beli Facebook biar Kamu Nggak Ketipu

22 September 2020
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Vaksinasi Berdasarkan Domisili KTP itu Blas Ora Mashok!

23 Juni 2021
anime pendek distribusi vaksin tidak secepat distribusi surat suara mojok

Surat Suara Bisa Sampai Pelosok, Distribusi Vaksin? Nanti Dulu

15 Juli 2021
kondisi dunia kerja tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

Prediksi Kondisi Dunia Kerja Setelah Pandemi: Mungkinkah akan Ada Perekrutan Besar-besaran?

26 April 2021
penyintas covid-19 pandemi menanyakan kabar mojok

Ketika Menanyakan Kabar Bukan Lagi Sekadar Basa-basi di Masa Pandemi

28 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.