Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Berpesta dan Berduka di Kematian Ratu Elizabeth II

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
9 September 2022
A A
Berpesta dan Berduka di Kematian Ratu Elizabeth II Terminal Mojok

Berpesta dan Berduka di Kematian Ratu Elizabeth II (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pagi ini saya sambut dengan berbeda. Sejak masih di atas kasur, saya sudah berbunga-bunga. Seisi rumah bising dengan lagu “God Save The Queen” karya Sex Pistols. Dari pup sampai mandi, saya terus mendengarkan siaran langsung dari CNN. Muka saya sumringah sampai jadi pertanyaan. Semua karena satu berita.

London Bridge is falling down! Ratu Elizabeth II meninggal dunia!

Ratu Elizabeth II (1926-2022) adalah sosok yang penuh cerita. Dan hari ini, setelah pandemi dan ulang tahun Puan Maharani, surga menyambut manusia ini. Sebagian umat manusia berduka atas meninggalnya monarki murah senyum. Sebagian lagi bersukacita atas meninggalnya simbol kolonialisme. Satu yang pasti, kehidupan sampai matinya Ratu Elizabeth II meninggalkan catatan sejarah umat manusia.

Saya teringat saat masih kecil, saya melihat wajah Ratu Elizabeth II di salah satu berita televisi. Kebetulan sedang heboh pemberitaan kematian Putri Diana. Pada hari itu, saya mengerti ada monarki lain selain di Jogja yang bahkan sudah menjabat sejak Perang Dingin. Dan sang ratu terus menjabat selama 70 tahun 214 hari.

Wajah tersebut terus muncul di berbagai kesempatan. Ratu Elizabeth II menjadi simbol kedigdayaan dan kesantunan Inggris. Dengan setelan blus yang khas, topi senada, dan senyum hangat, ia berbicara dengan ramah, tak sungkan mengatakan “pardon me”, dan suka melempar lelucon ringan. Jika hari ini kita memandang orang Inggris sebagai masyarakat santun dan elegan, semua karena Ratu Elizabeth II.

Ratu Elizabeth II juga menjadi rekaman sejarah berjalan. Ia menjadi saksi Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Ia dilantik saat ketegangan Perang Dingin mencapai fase puncak. Ia menjadi saksi keruntuhan Uni Soviet. Ia ikut serta dalam perang melawan terorisme. Ia memimpin Inggris dalam peristiwa BREXIT (British Exit). Ia hidup di masa pandemi Covid-19. Dan ia terus hidup sampai pandemi mereda.

Ada 15 Perdana Menteri menjabat selama Ratu Elizabeth II berkuasa. Nama-nama besar dalam sejarah tercatat di antaranya. Ada Winston Churchill, Margaret Tatcher, hingga Tony Blair. Sebanyak 6 perdana menteri terakhir lahir setelah Ratu Elizabeth II naik takhta, membuktikan betapa panjang umurnya Ratu Inggris ini.

Ratu Elizabeth II menjadi ratu masa peralihan peradaban. Ia dilantik pada era keruntuhan imperialisme. Ia menjabat ketika generasi kolot pra-Perang Dunia II beradu mulut dengan generasi 70-an. Ia menjembatani peralihan dari monarki yang kaku menjadi lebih ramah dan hangat. Bahkan ia ikut dalam aksi teatrikal Olimpiade London 2012. Jika Anda ingat aksi Jokowi saat pembukaan Asian Games, saya yakin itu terinspirasi dari aksi Ratu Elizabeth II.

Baca Juga:

Madura Kitchen, Warung Madura yang sukses Menginvasi Kota London Malah Kena Nyinyir Orang Indonesia Sendiri

Standar Ganda Masyarakat di Desa Terhadap Pelajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

Namun, nama yang harum ini bukan tanpa cela. Ratu Elizabeth adalah simbol penindasan dan kolonialisme. Dengan keras ia menolak kemerdekaan daerah jajahan Inggris, bahkan masih menempatkan masyarakat kulit hitam sebagai objek. Ia memang menjadi simbol monarki modern, tapi tetap membawa noda hitam kolonialisme.

Jangan lupa, Ratu Elizabeth II dipandang sebagai rezim fasis dan penuh konspirasi. Sampai muncul teori bahwa ia adalah alien kadal yang menjajah umat manusia. Dari sini Anda bisa melihat seberapa besar kebencian mereka yang menggugat Ratu Inggris ini.

Perkara gelombang pengungsi Timur Tengah, Ratu Elizabeth II menjadi simbol keangkuhan dan matinya empati Inggris. Pembatasan sampai pemaksaan migrasi ditentang keras oleh dunia melalui PBB.

Ratu Elizabeth II juga menjadi simbol ketamakan monarki. Di tengah krisis ekonomi global, Kerajaan Inggris masih mengisap uang pajak sebagai sumber pesta pora mereka. Setiap uang yang beredar di Inggris, sebagian masuk ke pundi-pundi istana. Singgasana emas dan mahkota bertakhtakan berlian menjadi ejekan terhadap situasi ekonomi masyarakat Inggris dalam menghadapi krisis.

Kepemimpinan Ratu Elizabeth II juga dipandang menjadi masa senja Kerajaan Inggris. Kekuatan imperium yang melahirkan bahasa Inggris sebagai bahasa dunia kini runtuh perlahan. Meskipun Inggris masih jadi kekuatan politik terkuat, ia tidak pernah digdaya seperti sebelumnya. Ini baik dan buruk, tapi saya memandang keruntuhan ini sebagai sesuatu yang baik.

Ratu Elizabeth II juga menjadi ironi hidup. Ketika seluruh dunia sepakat melawan kolonialisme, mereka juga memuja kolonialis terbesar sedunia. Kebencian terhadap penjajahan menjadi kecintaan pada ratu dengan daerah jajahan terbesar. Sambutan rakyat Afrika setiap sang ratu hadir menggambarkan dunia yang belum bebas dari penjajahan.

Anda bisa memandang sosok sang ratu dari kacamata berbeda. Anda bisa mengagumi atau membenci sosoknya. Dan Anda juga bisa meromantisasi monarki paling merdeka hari ini, atau sebaliknya, membenci penjajahan dan ketamakan mereka. Pada hari kematiannya, ada tarian kemenangan dan tangis kehilangan.

Ada tangisan duka di depan Buckingham Palace, namun ada tawa bahagia di pub tempat buruh Birmingham melepas penat. Ada “God Save The Queen” yang mengelukan kejayaan sang ratu Inggris, namun ada “God Save The Queen” ala Sex Pistols yang menghujatnya. Itulah Ratu Elizabeth II yang bertakhtakan pujian dan hujatan.

Namun satu yang pasti: Ratu Elizabeth II meninggalkan nama besar dan sejarah besar bagi umat manusia, tidak peduli baik atau buruk. Dan hari ini, surga menyambut sosok penuh kisah hebat, heroik, dan berdarah.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tips Mudah agar Dapat LOA di Negeri Ratu Elizabeth Tanpa TOEFL/IELTS.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2022 oleh

Tags: inggrisratu elizabethratu elizabeth meninggalratu inggris
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

belgia skuat rerata usia generasi emas mojok

Sudah Waktunya Belgia Menyerahkan Titel Generasi Emasnya ke Inggris

4 Juli 2021
Kinder Joy Ditarik di Inggris Emang Harus Instrospeksi sih Terminal Mojok

Kinder Joy Ditarik di Inggris: Emang Harus Instrospeksi, sih!

6 April 2022
Warung Madura Bernama Madura Kitchen Sukses Jajah London (Unsplash)

Madura Kitchen, Warung Madura yang sukses Menginvasi Kota London Malah Kena Nyinyir Orang Indonesia Sendiri

21 Juni 2024
Bahasa Inggris Menjadi Anak Tiri, Bahasa Arab Tabungan Akhirat (Unsplash)

Standar Ganda Masyarakat di Desa Terhadap Pelajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

13 Oktober 2023
Apa Salahnya kalau 'Butter' BTS Diputar di Final Euro 2020? terminal mojok.co

Apa Salahnya kalau ‘Butter’ BTS Diputar di Final Euro 2020?

9 Juli 2021
thomas stamford raffles perampasan keraton jogja geger spehi perang spehi sepoy mojok.co

Ketika Raffles Merampas Harta Pusaka Keraton Yogyakarta

25 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.