Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Berhenti Menjadikan Matematika Sebagai Momok

Taufik oleh Taufik
18 Mei 2019
A A
pendidikan

pendidikan

Share on FacebookShare on Twitter

Pendidikan modern yang digadang sebagai tonggak menuju pola asuh yang lebih baik ternyata belum memberi dampak yang besar. Beberapa hal yang sebelumya ada pada Pendidikan terdahulu mulai perlahan dihilangkan. Salah satunya tentu saja ujian nasional sebagai penentu kelulusan yang akhirnya diamandemen. Hasilnya,  hanya sekira 60% dari persentase untuk kelulusan seorang siswa (SMA dan SMP) dari Ujian Nasional sedangkan sisanya (40%) adahal hasil Ujian Sekolah.

Menarik lima atau sepuluh tahun kebelakang, kita menyaksikan begitu banyak terjadi perubahan di dalam Pendidikan kita. Bahkan mungkin bisa kita bilang berbeda sebelas duabelas dengan apa yang terjadi dalam dunia gadget. Sayangnya, banyaknya perubahan ini masih tidak memberikan banyak dampak berarti bagi perkembangan anak didik. Apalagi melihat kondisi yang terjadi dewasa ini kepada para tenaga pendidik dan siswa di luar proses belajar mengajar itu sendiri.

Satu hal yang menjadi catatan penting saya adalah masih terdapat banyak persoalan dalam dunia pendidikan yang tidak logis. Saya menyebutnya tidak bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena menurut saya, bukankah ilmu yang kita dapatkan itu sebisa mungkin bisa kita terapkan dalam kehidupan?

Apa arah pembicaraan saya ini? Kalian sudah tahu. Sejak SD saya adalah salah seorang yang sangat menyukai mata pelajaran Matematika. Bahkan (dulu) saking keranjingannya terhadap Matematika, beberapa kali saya mengikuti olimpiade sains bidang Matematika walaupun tidak sampai menjuarai. Walau hanya sebagai pesera saja, hal ini tetap bisa jadi bukti kesukaan saya pada mata pelajaran berhitung. Sampai SMA pun saya sering berdebat dengan guru terkait terutama pada pelajaran Matematika.

Terlepas dari begitu melekatnya Matematika dalam kehidupan saya, tetap saja Matematika adalah sebuah mata pelajaran horor bagi sebagian orang. Bayangkan saja, beberapa teman saya sampai sekarang masih trauma terhadap Matematika terutama aljabar. Bahkan sering banget menjadi dijadikan meme untuk menunjukkan sebegitu tidak Sukanya mereka dengan Matematika.

Saya sendiri, yang sangat senang bisa mempelajari Matematika tidak menutup diri bahwa ada hal dalam Matematika yang tidak saya sukai terkait penerapannya dalam kehidupan. Bagi saya,  seharusnya Pendidikan Matematika sampai ada tangkat SMP atau bahkan SMA menekankan pada pembelajaran Matematika yang bersifat umum. Kelak penerapannya juga harus pada hal-hal yang umum. Penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, persenan, persentase dan hal-hal lain yang dianggap bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pembelajaran Matematika yang khusus bila perlu menjadi sebuah yang tidak boleh dipaksakan kepada siswa. Mereka yang mau belajar aljabar ya silahkan belajar. Sekiranya ada siswa yang tidak mampu untuk belajar Matematika aljabar ya tidak usah diperas otaknya agar bisa aljabar. Toh apa sih yang diinginkan seorang guru Matematika pada akhirnya? Paling tidak kan jika siswanya kelak tidak bodoh-bodoh banget saat harus menghitung kembalian uang atau membayar jajanan?

Pendidikan Matematika khusus seharusnya diberikan terutama kepada para siswa yang memang mau dan tentu saja memiliki nilai yang mumpuni untuk itu. Dan tentu saja bukan untuk menjadi bahan olok-olok kepada mereka yang tidak ikut kearah sana. Saya sendiri atau kita seharusnya bisa membayangkan apa yang telah dilakukan oleh seorang BJ. Habibie. Beliau yang memiliki otak diatas rerata manusia pada umumnya itu bahkan mungkin menganggap Matematika sebagai hiburan ketika sumpek. Tapi pada akhirnya ketika beliau membuat pesawat, toh persamaan pembangun untuk pesawat tersebut tidak perlu dishare ke kita semua terutama yang naik pesawatnya.

Baca Juga:

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Kembali kepada pembahasan, saya sangat setuju sekali ketika pendidikan kita masih harus menggunakan Matematika sebagai salah satu diantara sekian pelajaran unggulan. Itu menurut saya sudah sesuai dengan seharusnya, apalagi berkaca kepada omongan salah satu tokoh pergerakan, Tan Malaka.  “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”. Bahwasanya Matematika itu sendiri ketika sudah bisa membuat kita tidak lagi dibodohi untuk menghitung jumlah uang yang kita miliki dan setelah kita sumbangkan atau berikan kepada teman.

Bagi saya, Matematika yang perlu kita ketahui cukup pada Matematika yang bisa kita terapkan dalam kehidupan individu atau ketika bermasyarakat. Tidak perlu sampai pada hal yang tinggi menurut Bahasa Matematika sendiri. Tidak perlu saat meminta iuran kepada tetangga kita mengeluarkan rumus persamaan differensial atau aljabar. Tidak perlu lah itu, Bambang~

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: MatematikaMomokPendidikan
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

sastra inggris mojok

3 Pandangan Umum yang Keliru tentang Jurusan Sastra Inggris

9 Juli 2020
5 Hal Kecil yang Bisa Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris guru bahasa inggris

Betapa Pentingnya Guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

12 Desember 2022
Menerka Alasan Guru Matematika Nggak Pernah Bolos Mengajar

Menerka Alasan Guru Matematika Nggak Pernah Bolos Mengajar

4 Maret 2024
Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif, pertanyaan di kelas

Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif

31 Oktober 2019
buruh

Buruh Membaca Buku, Apa Pentingnya?

5 September 2019
Pengalaman Sales Platform Pendidikan Menjadi Guru Dadakan: kalau Keadaannya Begini, Nggak Kaget kalau Guru Mengeluh dan Stres

Pengalaman Sales Platform Pendidikan Menjadi Guru Dadakan: kalau Keadaannya Begini, Nggak Kaget kalau Guru Mengeluh dan Stres

1 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.