Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berbicara Soal Tempo yang Remehkan Milenial

Ravi Oktafian oleh Ravi Oktafian
2 Desember 2019
A A
Berbicara Soal Tempo yang Remehkan Milenial
Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya bagi Tempo, tiada hari tanpa mengkritik kinerja pemerintah. Tempo tanpa satire yang pedas, layaknya sayur tanpa kuah. Kayak ada yang kurang gitu buat saya.

Nggak kehitung udah berapa wajah tokoh yang menjadi bahan kreativitas Tempo buat dibikin karikatur. Dicekal? Urusan belakangan. Toh, bukankah harusnya ada kebebasan dalam berekspresi?

Mungkin begitu Tempo menjual dirinya kepada publik. Di mana mereka terus menjaga konsistensinya untuk mengawal berbagai kebijakan dan terobosan pemerintah dengan kritik maupun pujian yang bernada sindiran. Ya, mumpung masih pakai sistem demokrasi, kan?

Konsistensi Tempo akhir-akhir ini ditunjukan salah satunya dengan memberikan tanggapan begitu pedas atas sebuah terobosan baru dari Presiden Jokowi yang mengangkat tujuh anggota staf khususnya yang berasal dari kalangan anak muda atau yang disebut-sebut sebagai kaum milenial.

Mereka squad U-40 dengan kompisisi antara lain Putri Indahsari Tanjung (pendiri Creativepreneur), Adamas Belva Devara (pendiri Ruangguru), Ayu Kartika Dewi (perumus gerakan SabangMerauke), Angkie Yudistia (Pendiri Thisable Enterprise yang tunarungu), Gracia Billy Mambrasar (pemuda Papua peraih beasiswa Oxford), Aminuddin Ma’ruf (mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia), dan Andri Taufan Garuda (CEO Amartha).

Dilansir dari akun media sosial Instagram milik Tempo, tanggapan tersebut diberi tajuk yang cukup suuzon yaitu “Staf Khusus Pura-pura Milenial”.

Oke, biar nggak terlalu mbulet dan panjang lebar saya rangkum aja ya komentar pedas dari Tempo tentang pengangkatan staf yang realtif muda oleh Pak Jokowi. Antara lain, langkah yang sia-sia, sekadar pencitraan belaka, staf-staf masih bau kencur, dan nggak urgent-urgent amat.

Beberapa kali membaca komentar tersebut, saya justru mempertanyakan, apa iya media kelas kakap kayak Tempo baper berat sama Pak Jokowi?

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

Pasalnya, sebagai orang yang mendapatkan wejangan dari orang tua kalau, “Tak ada yang sia-sia di dunia ini,” saya begitu heran pada Tempo yang katanya kritis malah membangun pesimisme publik. Dengan sadar, Tempo malah nyerobot pekerjaan dukun dengan main ramal-ramal soal masa depan kawula muda di kubu Jokowi yang “katanya” bakal sia-sia aja. Hal itu sama saja dengan Tempo menganggap bahwa kawula muda nggak akan punya andil dalam usaha negara dan bangsa untuk menjadi lebih baik.

Ya, sekarang aja Pak Jokowi peduli dan mengajak kaum milenial unjuk gigi secara langsung dibilang sia-sia. Jangan-jangan nanti kalau Pak Jokowi nggak mesra sama kaum milenial juga dikritik pedas. Saya mbayangin begitu dilemanya Pak Jokowi~

Lagian, siapa juga yang tahu kalau nantinya para kawula muda pilihan Presiden Jokowi tersebut malah sangat produktif saat diberi jabatan strategis di dalam naungannya?

Beranjak ke urusan pencitraan-pencitraan Presiden Milenial, sepertinya Tempo yang kali ini malah menekankan secara tidak langsung bahwa pencitraan itu nggak baik. Apalagi kalau dilakuin sama seorang presiden. Kalau tindakan presiden itu sebagai pencitraan, maka bagi saya seorang presiden berhak buat pencitraan di depan rakyatnya. Apalagi, Pak Jokowi adalah seorang presiden yang tingkah lakunya bakalan jadi panutan seluruh masyarakat Indonesia. Kalau pencitraan yang positif  nggak dilakuin oleh seorang pemimpin, malah jadi aneh, kan?

Lagian Tempo malah yang aneh dan suuzan mulu. Siapa juga yang tahu niat Pak Jokowi itu mau pencitraan atau bukan. Lah, situnya aja bikin tanggapan pedas terhadap Presiden Jokowi juga biar bisa pencitraan sebagai media yang kritis, kan?

Selain itu, Tempo dengan nada sok-sokan bilang kalau para kawula muda yang diangkat staf tidak punya daya tekan seperti yang dimiliki elite partai politik. Lantas, sebegitu remehkan keberadaan milenial bagi kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia?

Sepanjang sepengetahuan saya yang cetek ini, seorang simbol negara memilih staf-stafnya itu buat membantu terselenggaranya urusan kepresidenan dengan baik. Mendukung segala keputusan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya rencana ke depan yang telah dibuat oleh sang pemimpin.

Jadi, buat apa pakai ditekan-tekan segala? Apalagi kalau staf isinya elite politik semua. Ya, kita tahu sendiri elite politik malah sukanya bikin ribut dan skandal, ditambah lagi seneng banget saling serang. Saya khawatir bukannya jalan, malah nanti ambyar.

Nggak berhenti sampe di situ aja. Ngomongin Tempo buat urusan ini saya malah jadi geram. Apalagi Tempo pernah dengan entengnya ngomong, “Untuk sekadar meminta masukan, Jokowi bisa kapan saja memanggil para milenial itu tanpa perlu memberi jabatan.”

Ya, saya pun sebagai kaum milenial akan selalu sedia setiap saat kalau diminta presiden untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi bagi kemajuan bangsa. Kalau Tempo cemburu dan menganggp nggak urgent ya udah deh. Tapi mbok pilihlah kata-kata yang nggak mengundang rasa antipati dan kekecewaan kepada pers itu sendiri dong.

Ya saya tahu sih Tempo bener-bener perhatian ke Pak Jokowi, tapi stop meremehkan milenial. Perlu diketahui, kaum milenial itu bukan hanya sebagai pelengkap dari kehidupan bernegara dan barang yang bisa ditarik ulur sesuka jidat. Namun, ia juga merupakan komponen penting dalam sebuah negara.

Ah, sudahlah. Saya nggak mau terus-terusan menyerang Tempo. Takut loh nanti semisal cuman dibilang “sia-sia” dan “pencitraan” belaka. Apalah daya, Tempo kan pers. Kebebasan berekspresi Tuhannya. Jadi jangan salahkan, jangan ributkan pula.

Cukup saya ingat kata-kata dari guru ngaji saya yang bilang kalau khilaf adalah sebuah keniscayaan bagi semua manusia. Demikian juga Tempo yang isinya juga manusia, tentu bisa khilaf. Toh, media pers juga boleh kok baper. Apalagi baper sama Pak Jokowi. Sudah pasti terfasilitasi dalam sistem demokrasi~

BACA JUGA Tafsir Sampul Jokowi dan Hidung Pinokio di Majalah Tempo Menurut Para Visual Artist atau tulisan Ravi Oktafian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2019 oleh

Tags: JokowiMajalah Tempostaf khususstaf milenial
Ravi Oktafian

Ravi Oktafian

ArtikelTerkait

kaesang pangarep

Jokowi Adalah Bapak Untuk Semua: Begitupula Kaesang Pangarep Adalah Anak Untuk Semua

5 Juli 2019
Terima Kasih, Pak Jokowi, 10 Tahun Kepemimpinan Anda Penuh dengan Pelajaran yang Begitu Berharga, Beneran

Terima Kasih, Pak Jokowi, 10 Tahun Kepemimpinan Anda Penuh dengan Pelajaran yang Begitu Berharga, Beneran

16 Oktober 2024
puan maharani dpr Pak RT mojok

Puan Maharani, ketimbang Menambah Periode Jabatan Presiden, Mending Lakukan 3 Hal Ini

29 Desember 2020
Di Mana Kemanusiaan, Kalau Banjir Saja Sempat-sempatnya Dipolitisasi?

Di Mana Kemanusiaan, Kalau Banjir Saja Sempat-sempatnya Dipolitisasi?

5 Januari 2020
Indonesia Targetkan Punya 9 Juta Talenta Digital, Halu atau Harus Didukung_ mojok.co

Indonesia Targetkan Punya 9 Juta Talenta Digital, Halu atau Harus Didukung? 

26 Agustus 2021
Saya Heran Pak Jokowi Heran dengan Kondisi Jalan Raya Solo-Purwodadi, kan Emang Udah Rusak dari Dulu, Pak!

Saya Heran Pak Jokowi Heran dengan Kondisi Jalan Raya Solo-Purwodadi, kan Emang Udah Rusak dari Dulu, Pak!

26 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026
Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

13 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

Dear Driver Feeder BRT Semarang, Tobatlah untuk Ngebut di Jalanan, Kalian Bukan Pembalap!

11 Juni 2026
Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat Mojok.co

Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat

12 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.