Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Berbeda Pilihan Tapi Tetap Satu Jua

Nick Bash oleh Nick Bash
17 Mei 2019
A A
beda pilihan

beda pilihan

Share on FacebookShare on Twitter

Aku pilih si A dan kamu pilih si B, lalu apa masalahnya? Mengapa semua urusan harus disangkutkan pautkan? Mengapa kita mesti terpisah jauh karena semua ini?
Kalo kata Musikimia (band Padi minus Piyu) sih “Apakah semua harus berakhir sudah? Dan berhenti sampai di sini?” Uwuwu~

Ya, kamu dan aku harus mengakui kalau jarak di antara kita semakin hari semakin melebar. Tak ada hari tanpa membicarakan si A dan si B. Pembahasan yang selalu berayun menuju perdebatan tanpa akhir—yang menurutmu hiruk pikuk ini menyentuh ranah prinsip hidup tapi bagiku tidak.

Toh saat kita makan bareng di warteg, nikmat atau tidaknya makanan yg kita lahap tak juga berkorelasi langsung dengan si A atau B. Ya enggak bisa gitu dong, kan beras yang dimasak jadi nasi di warteg itu berhubungan erat dengan kebijakan pertanian di negara kita, dan itu tergantung siapa yang memimpin negara—begitu argumen darimu.

Wow, sebegitu mendesaknya ternyata untuk segera menentukan pilihan kepada si A atau si B agar ketersediaan nasi di warteg ini bisa dipastikan. Padahal aku cuma peduli betapa gurih dan pedasnya masakan di warteg ini. Juga betapa nikmatnya kita makan sambil bercucuran keringat diiringi serunya bercerita tentang hari ini bersama kamu.

Sudah 5 tahun ini banyak urusan kita berdua yang harus direcoki sama si A dan si B. Siapa sih mereka? Ganggu banget. Aku tuh nggak suka diginiin. Kita ya kita. Mereka biar tetap mereka—kecuali mereka mau makan jengkol di warteg bareng kita. Iya, semur jengkol bikinannya mbak Sum itu.

Pagi kemarin menjadi puncak perdebatan dan perselisihan di antara kita. Ketika warteg dan jengkol tak lagi sanggup mempersatukan kita. Hanya karena kamu ngotot bilang kalo si B itu lebih baik dari si A. Entah lebih baiknya di sebelah mana, yang penting si A itu jelek dalam segala hal. Lha, padahal aku juga enggak pernah memuji-muji si A. Apalagi merendahkan si B di depan kamu—bisa habis terbakar sudah itu warteg oleh amarahmu.

Siapa sih yang membuatmu jadi pribadi yang begitu memaksa seperti ini? Apa iya segala doktrin yang berseliweran di sekitar sudah membuatmu lupa siapa dirimu dan diriku sebenarnya? Kita besar dalam lingkungan yang berpikiran terbuka. Terbuka akan adanya perbedaan pemikiran. Bukankah memang itu tujuannya kita diciptakan agar saling bicara? Saling mendengarkan dan memahami. Bukan memaksa mimpi orang lain menjadi mimpi kita.

Kamu bilang semua perdebatan ini demi kita juga. Supaya masa depan kita lebih baik. Supaya kita menatap ke arah yang sama. Dan kamu bilang, kalo kita memang tak bisa punya visi yang sama, kamu tak mau lagi bicara denganku. Kamu juga tak mau melihatku lagi.

Baca Juga:

Trump Butuh Sosok Ki Amien Rais untuk Bikin Aksi Protesnya Meriah

Trotoar Lebar di Jakarta, Cita-cita Ahok yang Sekarang Malah Dinyinyirin Pendukungnya Sendiri

Wow wow wow tunggu dulu~

Apa memangnya selama ini kita memandang ke arah yang berbeda? Kok aku merasa kita memandang mentari pagi yang sama. Bahkan langit senja yang dipuja-puji para pujangga cuma penikmat kopi sore itu juga kita pandangi bersama. Belum lagi menu makan malam kesukaan kita di warteg juga selalu sama. Lalu aku harus bagaimana?

Kalo ternyata aku pilih si B juga, apakah kamu akan kembali seperti dulu lagi? Kamu yang selalu ceria saat memasuki warteg langganan kita, walau kadang berubah cemberut saat jengkol itu tak tersedia di sana. Ya, aku ingin kita seperti dulu, sering berdebat hanya karena bumbu semur jengkol ini terlalu manis, atau soal inkonsistensi kadar kepedasannya.

Atau kamu cuma ingin aku seakan-akan mendukung pilihanmu dan sebenarnya tak peduli aku pilih si A atau si B? Bisa jadi selama ini kamu hanya perlu justifikasi soal pilihanmu itu. Soal hati ini ikhlas atau tidak kan bukan lagi urusanmu. Karena isi hati siapa yang tau. Yang kamu perlu tau hanya bahwa kamu pasti ada di hati dan pikiranku. Uwuwu.

Yaudah deh mulai sekarang aku bakal bilang ikut milih si B aja kalo lagi bareng sama kamu. Karena aku cuma butuh kita ngobrol sambil tertawa lepas tanpa ada si A atau si B mengganggu. Aku enggak mau repot, aku enggak mau kita saling sewot. Aku cuma rindu kita yang dulu. Hiks.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Berbeda PilihanPemilu 2019PersatuanPilpres 2019
Nick Bash

Nick Bash

Saya saat ini berprofesi sebagai pengusaha paruh waktu, di sela-sela kesibukan saya menemani istri dan anak saya sambil terus belajar menyeimbangkan hidup.

ArtikelTerkait

lebaran Khong Guan

Cerita Hari Raya, Dari Khong Guan Hingga Pelaminan

3 Juni 2019
@NKR_Internet

@NKR_Internet : Alternatif Negara Fiktif Buat Kita yang Lelah dengan Drama Capres di Indonesia

4 Juli 2019
debat politik

Omong Kosong Soal Politik yang Tidak Ada Habisnya

21 Mei 2019
lulus tidak tepat waktu

Bersatulah Mahasiswa yang Lulus Tidak Tepat Waktu

30 Agustus 2019
aksi 22 mei

Kenapa Kita Susah Menerima Aksi Damai 22 Mei Apapun Alasannya

24 Mei 2019
media sosial

Puasa Media Sosial: Sarana Refleksi Diri

25 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kasihan Bantul Nggak Butuh Dikasihani seperti Namanya, Kecamatan Ini Sudah Overpower alfamart indomaret

Memang Tak Banyak Indomaret dan Alfamart di Bantul, tapi, Masalahnya di Mana?

13 April 2026
Jadi Petani Itu Blas Nggak Ada Slow Living-nya, Jangan Ketipu Konten Sosmed!

Jadi Petani Itu Blas Nggak Ada Slow Living-nya, Jangan Ketipu Konten Sosmed!

14 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
Latihan Ujian CPNS Bikin Kena Mental karena Soal-soal TWK yang Absurd Mojok.co

Latihan Ujian CPNS Bikin Kena Mental karena Soal-soal TWK yang Absurd

14 April 2026
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Hanya karena Sudah Ada PPG, Tidak Berarti Jurusan Pendidikan Lantas Dihapus, Logika Macam Apa Itu?

13 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka
  • Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”
  • Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika
  • iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi
  • PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk
  • Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.