Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bentuk Istana Negara Baru yang Pas Itu Bukan Garuda Raksasa, tapi Mobil Pickup Suzuki

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
1 April 2021
A A
suzuki pickup istana negara mojok

suzuki pickup istana negara mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan lagi geger perkara desain Istana Negara yang berbentuk burung Garuda gede. Desain yang jadi salah satu dari 12 desain yang ikut dalam sayembara desain Istana Negara tersebut menuai banyak polemik. Yang menang sih bentuk istana mirip kek rumah adat gitu, tapi yang jadi sorotan desain burung Garuda itu sih.

Ya ngana pikir aja, Garuda segede itu kalau sampe beneran jadi desain Istana Negara, bisa dicengin negara lain kita. Negara kita bisa dicengin ngefans sama Falcon sampe segitunya, atau orang-orang Indo kebanyakan main game RPG sampe diimplementasi ke bentuk bangunan resmi. Garuda gede gitu kan kek bos-bos game RPG gitu.

Bisa jadi ntar kalau dibangun, tiba-tiba ada sekumpulan bocah dengan wajah berminyak bau warnet kumpul di depan istana. Bikin party, biar dapet drop item.

Kalau tanya kenapa ada orang yang kepikiran bikin Istana Negara pake bentuk Garuda segede Godzilla gitu, sebab ada tiga syarat yang diajukan oleh Kementerian PUPR untuk sayembaranya. Pertama, mencerminkan peradaban Indonesia. Kedua, ramah lingkungan. Ketiga, futuristik.

Wajar aja kalau hal pertama yang kepikiran adalah garuda, soalnya emang itu lambang negara kita. Lagu “Garuda di Dadaku” juga terkenal, bikin orang makin terngiang-ngiang akan garuda jika ngomongin Indonesia. Masih kurang? Kalau ngomongin Crush Gear, pasti kalian keingetannya Garuda Eagle.

Tapi, saya punya satu usulan desain Istana Negara yang jelas-jelas memenuhi ketiga syarat tersebut, dan nyatanya benar-benar hadir di kehidupan masyarakat. Dan desain yang saya tawarkan adalah desain berbentuk mobil pickup Suzuki.

Lho, saya nggak bercanda ini. Dan di titik ini, udah nggak ada lagi yang aneh. Desain garuda segitu gede dianggep nggak aneh, masak pickup Suzuki dianggep aneh. Standar ganda, ckckck.

Kenapa harus berbentuk mobil pickup, soalnya mobil pickup memang benar-benar hadir dalam peradaban Indonesia. Mobil pickup hadir di tiap kelas sosial yang ada di Indonesia. Buat orang kaya, itu mungkin jadi mobil pengangkut. Buat kelas pekerja, khususon pedagang, bisa buat angkat sayur, daging, kambing, dan barang-barang yang sekiranya umum diangkut.

Baca Juga:

Rumah Joglo Memang Unik, tapi Nggak Semua Orang Cocok Termasuk Saya

Suka Duka Tinggal di Rumah Adat Madura Taneyan Lanjhang

Buat orang desa, mobil pickup adalah moda transportasi yang sering dipakai untuk perjalanan antardesa. Bisa dalam rangka kondangan, sparing bola dengan kampung sebelah, atau tilik tetangga yang sakit di rumah sakit daerah lain.

Dan ini yang paling penting. Ketika ada kecelakaan di jalan raya, mobil pickup adalah mobil yang akan diberhentikan duluan buat ngangkut korban ketika ambulans tak segera datang. Kalian pasti dalam hidup pernah liat hal kek gini di jalan. Kecuali kalau Sisca Kohl baca ini. Sa yakin dia baca ini sambil bikin es krim udang, atau es krim kembang tujuh rupa.

Sisca Kohl pasti kaget kalau kembang tujuh rupa harganya nggak sampe lima puluh ribu. Dia mungkin kaget ada uang di bawah lima puluh ribu. Terus dia akhirnya bikin konten es krim kembang tujuh rupa, waktu dicoba dia bilang enak.

Orang kaya kok ya ra nggenah ilate.

Balik lagi ke mobil pickup.

Syarat pertama sudah terpenuhi, maka kita beralih ke syarat kedua. Syarat kedua adalah ramah lingkungan, dan mobil pickup Suzuki ini udah jelas ramah lingkungan. Lha wong nggak ada AC-nya kok. Apalagi yang duduk di belakang, sampe minta AC sebaiknya dilempar aja itu ke mana gitu. Perkara emisi gas buang mah pikir belakangan. Kek paham-paham aje lau.

Nah, syarat ketiga adalah futuristik, dan bagi saya mobil pickup Suzuki itu futuristik. Kenapa? Ya selama ada orang dagan model asongan dan gerobak, ya mobil pickup Suzuki itu bakal tetep futuristik. Lha futuristik itu relatif kan? Maksudnya orang Indo masih pada heboh sama kata consent, jadi ya harusnya nggak kaku-kaku amat lah sama syarat futuristik ini.

Wong masih pada percaya zodiak kok ngomongin futuristik, haesh ngising beling.

Jadi kesimpulan saya, desain pickup Suzuki adalah desain yang paling pas untuk Istana Negara baru nanti. Kalau ada yang bilang konyol, nggak usah dimasukin hati lah. Maksudnya, negara udah sering bikin kebijakan konyol, macam Omnibus Law sama pengurangan hari libur demi mengurangi penyebaran corona. Kalau desain Istana Negara bentuknya mobil pickup gitu ya wajar laaah.

Eh, perasaan jam segini nggak ada tukang nasi goreng muter di kompleks sini.

Sumber gambar: YouTube Suzuki Indonesia.

BACA JUGA Carry Pick Up, Solusi Berotot Tanpa Harus Ngegym dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2021 oleh

Tags: garudaIstana Negarapickup suzukirumah adat
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

admin grab

Belajar Strategi Marketing dari ‘Admin Twitter Grab yg Gajinya Belum Naik’

17 Juli 2019
gus dur

Belajar dari Kolor Perdamaian Gus Dur

31 Mei 2019
AirAsia

AirAsia yang Ikut Memeriahkan Suasana dengan Kontes Foto di Dalam Pesawat

19 Juli 2019
Rumah Joglo Memang Unik, tapi Nggak Semua Orang Cocok Termasuk Saya Mojok.co

Rumah Joglo Memang Unik, tapi Nggak Semua Orang Cocok Termasuk Saya

29 September 2025
Woodstock

Gelaran Woodstock-nya Indonesia Itu Penghinaan Terhadap Ruh Woodstock

4 Oktober 2019
mas didi kempot

Dari Istana Negara Hingga Senayan: Mas Didi Kempot, Tolong Buat Lagu dari Tempat-Tempat Ini, Dong!

10 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.