Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Belajar Pendidikan Seksual dari Lagu-lagu JKT48

Nursyifa Afati Muftizasari oleh Nursyifa Afati Muftizasari
21 September 2020
A A
Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya terminal mojok.co

Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Maraknya kasus pelecehan seksual yang muncul di media sosial membuat beberapa pertanyaan muncul di benak saya. Misalnya, sejak kapan saya mengenal isu seksual? Atau, sejak kapan dan dari siapa saya mendapat pendidikan seksual?

Renungan itu membuat saya teringat pada masa kelas 1 SMP, ketika saya menyukai sebuah grup JKT48. Munculnya JKT48 sejak akhir 2011 di dunia musik Indonesia langsung membuat saya tertarik. Kemasan grup yang bernuansa Jepang membuat mereka terlihat unik dari musik pop Indonesia kebanyakan.

Sebagai adik dari AKB48 (grup idola legendaris Jepang yang kala itu sedang naik daun), JKT48 menganut konsep yang sama, yakni fans bisa menemui idola. Secara rutin mereka menggelar pertunjukan sehingga penggemar mudah untuk menonton langsung.

Tahun 2012, saya semakin mengikuti perkembangan mereka, meski tidak melihat langsung di teater (karena rumah saya jauh dari Jakarta). Namun, dari sekian belas lagu mereka saat itu, ada dua lagu yang bagi saya saat itu terdengar aneh.

Pertama, “Kiss Shite Shite Son Shicatta” (Rugi Sudah Dicium). Dari judul lagunya saja saya merasa risih. Lagu itu bercerita tentang keluhan gadis SMA yang baru pertama kali dicium pria.

Lagu kedua yakni “Inochi no Tsukai Michi” (Cara Menggunakan Hidup). Haha, yang ini lebih membuat saya risih, sebab mengisahkan seorang gadis yang sudah putus asa dan siap dicintai oleh siapa saja yang bersedia, serta… ehem, dia rela diapakan saja.

Baca Juga:

Aksi Liar Sok Rock n Roll dan Destruktif di Panggung Musik yang Kerap Merugikan Tidak Bisa Dibenarkan!

5 Starter Pack Remaja Jompo Saat Nonton Festival Musik

Saya yang masih polos saat itu, jadi tertarik untuk membicarakan lagu-lagu ini dengan ibu saya.

“Dua ini lagunya aneh banget. Kok kayak gitu sih?” ucap saya saat itu.

Ibu saya lalu menjelaskan bahwa ke depannya saya pasti akan menemukan lebih banyak lagu, film, bacaan, dan sebagainya yang berbau seperti itu.

“Setiap daerah punya kebiasaan yang berbeda. Yang di sini tabu, belum tentu di sana tabu,” ucap ibu saya.

“Kalau aku pacaran, bolehnya ngapain? Nggak bolehnya ngapain?” tanya saya iseng kepada Ibu.

“Emangnya mau ngapain?”

Alih-alih menjawab pertanyaan balik dari ibu saya, saya berusaha menghentikan percakapan. Semakin saya meliarkan pikiran, semakin saya tidak sanggup menjawab.

Setelah sempat teralihkan, ibu saya menjelaskan, “Kita punya batasan. Kita sebagai warga di sini, apa-apa saja yang tabu. Kita sebagai umat beragama, apa-apa saja yang nggak boleh. Dan kita sebagai warga negara, juga ada hukum yang harus dipatuhi, ada juga yang diatur dalam undang-undang.”

“Kayak pelecehan seksual gitu, ya? Ada aturan hukumnya kan itu?”

Pertanyaan saya terkait hukum, tidak banyak dijawab oleh ibu saya. Beliau merasa kurang paham dan menyuruh saya mempelajari sendiri jika memang butuh jawaban pasti. Tapi, saya yang saat itu membaca UUD 1945 saja malas, mana mungkin saya mau membaca UU?

Percakapan hari itu berlanjut panjang. Cerita-cerita tentang isu seksual di sekitar kami menjadi pembahasan. Ibu saya bilang, meski hal berbau seksual terbilang tabu, namun pengetahuan tentang itu perlu saya kulik.

Sejak saat itu, saya mulai nyaman membahas topik seksual dengan ibu saya. Hal-hal yang dulunya malu untuk saya tanyakan, satu per satu menjadi topik diskusi di rumah.

Kembali pada lagu…. Dua lagu tersebut membuat saya penasaran dengan lagu-lagu lain dari AKB48 yang saat itu belum diterjemahkan dan dibawakan ulang oleh JKT48. Dan benar saja, saya menemukan berbagai jenis lagu yang mengandung unsur seksualitas.

Salah satu yang saya tandai adalah lagu berjudul “Seifuku ga Jama wo Suru”. Lagu tersebut menceritakan tentang gadis SMA yang merasa terganggu dengan seragam sekolahnya. Seragam tersebut membatasi dirinya untuk berhubungan lebih jauh dengan pria yang dia cintai. Statusnya sebagai anak SMA membuat dia tidak bisa bebas sehingga dia ingin melepas dan membuang seragam itu.

Seiring berkembangnya JKT48, semakin banyak lagu AKB48 yang mereka bawakan dalam bahasa Indonesia, termasuk lagu yang bernuansa dewasa. Lama-lama saya makin terbiasa. Lagi pula, lagu yang terlalu vulgar (terlebih yang secara detail menceritakan hubungan seksual), kebanyakan hanya jadi konsumsi teater, konser, dan acara sejenisnya; tidak ditampilkan di acara televisi.

Lagu “Seifuku ga Jama wo Suru” kelak diterjemahkan dan dinyanyikan JKT48 dengan judul “Seragam Ini Sangat Mengganggu”.

Saat ini, saya telah berusia 20 tahun. Lagu-lagu yang dulu terdengar risih, kini mulai terasa biasa. Lucu jika mengingat dan mengakui, perkembangan pendidikan seksual saya sangat dibantu oleh lagu-lagu JKT48.

Saya jadi menyadari bahwa remaja punya banyak rasa penasaran terhadap berbagai hal, salah satunya tentang seksualitas. Apa yang mereka lihat dan dengar bisa menjadi berbagai pertanyaan yang harus mereka cari jawabannya.

Mengingat banyaknya percakapan saya dengan ibu saya terkait topik seksualitas, saya jadi sadar peran orang terdekat (biasanya orang tua) dalam mendampingi anak.

Jika dulu saya tidak berdiskusi dengan ibu saya, mungkin saya akan mencari jawaban dengan cara yang belum baik untuk saya lakukan saat itu.

Jauh sebelum saya SMP, sebenarnya pendidikan seksual pun telah diberikan oleh orang tua saya tanpa saya sadari, misalnya memberi tahu hal-hal sederhana seperti batas-batas bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain.

Saya jadi sadar bahwa ketika saya jadi seorang ibu suatu hari nanti, pendidikan seksual pun harus saya berikan. Pastinya, dengan cara yang bisa dimengerti anak sesuai usianya.

BACA JUGA Penguntitan Member JKT48: Bentuk Cinta yang Tidak Keren Sama Sekali dan tulisan Nursyifa Afati Muftizasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2020 oleh

Tags: jkt48Musikpendidikan seksualRemaja
Nursyifa Afati Muftizasari

Nursyifa Afati Muftizasari

Lahir di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mahasiswa Universitas Padjadjaran. Ikuti saya di instagram @afa_mufti.

ArtikelTerkait

4 Lagu Indonesia yang Bagus, tapi Video Klipnya Nggak Bangettt terminal mojok

4 Lagu Indonesia yang Bagus, tapi Video Klipnya Nggak Banget

15 Agustus 2021
Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya terminal mojok.co

Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya

13 November 2020
Lagu-lagu yang ‘Dianggap’ Emo yang Bikin Orang Suka sama Emo terminal mojok

Lagu-lagu yang ‘Dianggap’ Emo yang Bikin Orang Suka sama Emo

3 Juli 2021
Nostalgia Album 'Hybrid Theory', Nostalgia Musik Metal di Segala Mental terminal mojok

Nostalgia Album ‘Hybrid Theory’, Musik Metal di Segala Mental

21 Oktober 2020
Double Dobol, Proyek Musik Duo Sandhy Sondoro dan Narji yang Gemparkan Dunia Permusikan Indonesia terminal mojok.co

Double Dobol, Proyek Musik Duo Sandhy Sondoro dan Narji yang Gemparkan Dunia Permusikan Indonesia

6 April 2021
Lupa Membawa Earphone Saat Bepergian Sendiri Itu Rasanya Hampa Banget Nggak, sih?

Lupa Membawa Earphone Saat Bepergian Sendiri Itu Rasanya Hampa Banget Nggak, sih?

31 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.