Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Belajar Menjadi Perempuan Mandiri dari Kisah Layangan Putus

Annatiqo Laduniyah oleh Annatiqo Laduniyah
4 November 2019
A A
Belajar Menjadi Perempuan Mandiri dari Kisah Layangan Putus
Share on FacebookShare on Twitter

Lagi-lagi Twitter, yang membangunkan saya dari heningnya Senin pagi yang mendung ini. Sebuah tagar #layanganputus bertengger di tren yang “populer di Indonesia”.

Hah?! Apaan nih, Layangan Putus?

ADVERTISEMENT

Tagar tersebut ternyata muncul dari cerita viral yang diunggah di Facebook dan dibuat oleh akun Mommy ASF. Merupakan cerita seorang ibu dengan 4 orang anaknya dengan rumah tangganya yang tak lama cerai. Sebenarnya tidak diceritakan dalam cerita Layangan Putus tersebut sebab perceraiannya, tapi dalam cerita tersebut si ibu berpisah dengan suaminya setelah suaminya pergi tapa kabar selama 12 hari dan ternyata si suami menikah lagi tanpa sepengetahuan nya.

Atau jika ingin lebih jelasnya baca saja kronologinya di sini

Di sana diceritakan bagaimana si ibu mengurus ke empat anaknya sendiri. Jika di lihat dari sudut pandang perempuan, memang menyakitkan rasanya tinggal dengan empat orang anak yang masih terbilang butuh lingkungan keluarga yang utuh.

Nah, lucunya agama lagi-lagi menjadi dasar orang-orang berkomentar tentang poligami. Dan mungkin kebanyakan orang akan mengatakan bahwa suami dari perempuan tersebut terbilang agamis, karena diceritakan bahwa si suami memiliki channel dakwah di Youtube dan pernah diajak seorang ustaz meliput kejadian di Suriah demi membuka mata dunia dengan kondisi di sana. Selain itu, diceritakan juga Mommy ASF percaya bahwa suaminya taat aturan agama seperti tidak menyentuh perempuan atau menundukkan pandangan kepada yang bukan mahromnya.

Padahal kan memang tidak selamanya segala sesuatu yang membawa-bawa nama agama akan berakhir bahagia dan tanpa kendala. Pun tidak ada gunanya menyudutkan istri barunya karena yah, apa gunanya sih perempuan saling hujat perempuan?

Namun di sisi lain, siapa manusia yang tidak ambyar jika ditinggal nikah bahkan honeymoon secara diam-diam? Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya itu memang tidak mudah, Lur. Lah kita yang masih pacaran atau bahkan yang cuma temenan aja terus ditinggal nikah bisa nangis teles kebes netes eluh cendol dawet.

Baca Juga:

PNS Boleh Poligami? Boleh, Asal Kamu Nggak Punya Malu

Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

Didi Kempot auto playing~

Kita semua (netizen yang budiman) turut sedih membaca kisah tersebut. Mulai dari doa-doa agar dijauhkan dari laki-laki seperti itu. Hingga celetukan, “Gini nih yang bikin takut nikah,” memenuhi kolom komentarnya.

Padahal kan menikah juga tidak hanya akan menghadapi perkara-perkara seperti itu. Tapi begini, saya jadi teringat pesan Ibu saya yang berulang-ulang ditekankan kepada anak-anak perempuannya.

Kami (anak-anak perempuannya) selalu dituntut untuk bisa mandiri dan tidak mudah bergantung kepada orang lain, terutama laki-laki. Bisa pergi ke mana-mana sendiri, melakukan apa pun sendiri, pokoknya tidak gampang bergantung dengan orang lainlah. Yah, walaupun tidak dapat dimungkiri juga bahwa perempuan dan laki-laki membutuhkan satu sama lain untuk bertahan hidup.

Namun, realita yang kemudian saya baca, perempuan memang kerap kali menjadi korban dari hubungan rumah tangga yang cenderung didominasi oleh laki-laki sebagai tombak utamanya. Karena merasa superior, laki-laki bisa begitu seenaknya memperlakukan perempuan sebagai objek. Walaupun tidak menutup kemungkinan juga justru berlaku sebaliknya.

Contohnya saja cerita Layangan Putus tersebut. Dan tidak sedikit juga cerita-cerita lain terkait pernikahan, yang membuat perempuan harus menghentikan prosesnya, dalam berkarya maupun berkarir, karena tidak mendapat izin si suami.

Sering sekali saya mendapat curhatan dari teman-teman perempuan yang sudah menikah. Ketika ingin melanjutkan studinya atau bekerja, tapi terhalang izin suami. Yakni suami-suami yang cenderung ingin istrinya di rumah, hanya melayani dan mengurus pekerjaan domestik saja.

Dan begitulah, menikah bukan satu-satunya jalan keluar untuk mendapatkan kebahagiaan. Yang harus disiapkan adalah diri kita sendiri. Bagaimana kemudian menghadapai berbagai permasalahan hidup, termasuk pasca pernikahan.

Pun tidak mudah memposisikan diri sebagai Mommy ASF. Yang harus menghidupi empat orang anaknya sendirian. Namun di luar itu semua, saya salut dengan tekad dan sikap optimis Mommy ASF dalam menghadapi kondisi rumah tangganya. Kita bisa belajar untuk tidak menaruh pengharapan lebih kepada manusia. Bahkan kepada orang yang paling kita cintai sekalipun.

Lagi-lagi, saya jadi teringat pesan Ibu, “Sebelum kamu menikah, kamu harus mandiri. Kamu harus bisa hidup di atas keringat dan hasil kerja kerasmu sendiri. Sekalipun suamimu kelak seorang milyader yang kaya raya. Karena hidup tidak akan berhenti menguji bahkan setelah berumah tangga sekalipun.”

BACA JUGA Adakah Poligami yang Ideal? atau tulisan Annatiqo Laduniyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2019 oleh

Tags: layangan putuspelakorpoligami
Annatiqo Laduniyah

Annatiqo Laduniyah

ArtikelTerkait

Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

12 Oktober 2022
Membantah Alasan Poligami dengan Data Statistik terminal mojok

Poligami karena Perempuan Lebih Banyak? Cek Dulu Datanya!

28 September 2021
poligami, walimah syar'i

Masih Jomblo kok Bicara Poligami sih?

12 Juni 2020
Episode Awal Layangan Putus Berasa Deja Vu The World of the Married terminal mojok

Episode Awal Layangan Putus: Berasa Deja Vu The World of the Married

30 November 2021
poligami, walimah syar'i

Poligami: Perbedaan Pandangan Masyarakat Zaman Dulu dan Sekarang

19 Juni 2020

Layangan Putus: Tema Mainstream, tapi Tetap Bikin Emosi

3 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

25 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.