Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Belajar Keseimbangan Hidup dari Pak Mukhlis

Juli Prasetya oleh Juli Prasetya
11 Juli 2019
A A
pak mukhlis

pak mukhlis

Share on FacebookShare on Twitter

“Ada siang ada malam, ada rembulan ada matahari, ada surga ada neraka. Lah kalau suruh orang yang baik semua ya udah kiamat sejak dulu to pak. Neraka yang isi siapa? Orang jelek semua ya sudah kiamat sejak dulu. Iya to? Harus ada keseimbangan.”

Pernyataan di atas diucapkan oleh seorang lelaki bernama Mukhlis yang videonya sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial. Di dalam video tersebut terlihat Mukhlis tak terima tempat karaokenya digrebek dan ditutup oleh aparat.

Saat diwawancarai oleh awak media, Mukhlis dengan tenang menyampaikan uneg-uneg dan pemikirannya, maka keluarlah pernyataan Pak Mukhlis ini tentang arti harmoni dan keseimbangan dalam hidup. Dengan nada setengah guyon setengah serius, Mukhlis melontarkan pernyataan tersebut.

Hal ini bagi saya ini menarik, karena seorang Mukhlis bisa berpikir lebih jauh daripada yang bisa kita bayangkan. Mukhlis telah selesai dengan dirinya sendiri dan sekarang tugasnya adalah menjaga keselarasan dan keseimbangan dunia, seperti Thanos dalam film Avengers: Endgame yang ingin menyeimbangkan dan menjaga kestabilan dunia. Dih apaan si~

Dari pernyataan Pak Mukhlis dalam video yang sempat viral tersebut, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat kita ambil, ada saripati hikmah dan beberapa pelajaran untuk menyongsong kehidupan kita di masa yang akan datang dengan lebih baik dan bijaksana. Baik apa sajakah itu, oke simak penjelasannya berikut ini.

1. Keluasan perspektif

Mukhlis mengajarkan kepada kita untuk memandang dunia tidak hanya sebatas pada apa yang terlihat, apa yang kita inginkan dan apa yang tidak. Mukhlis memandang keseimbangan lebih jauh dari orang-orang kebanyakan. Bahwa kebaikan dan keburukan mesti berdampingan, sebagaimana siang dan malam, pagi dan petang, langit dan bumi. kamu dan aku

Konsep keseimbangan Mukhlis tentang penghuni surga dan neraka pun patut diacungi jempol. Loh iya Mukhlis seperti sudah mendapatkan wangsit bahwa di neraka sepi, karena sepi maka beliau berusaha untuk mengajak orang-orang meramaikannya. Kalau orangnya baik semua, nanti nerakanya sepi ga ada yang meramaikan. Mukhlis sudah di maqom yang berbeda dari orang-orang awam, Mukhlis adalah manusia yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Mukhlis sudah melampaui konsep surga dan neraka.

Baca Juga:

Trotoar Jalan Slamet Riyadi: Surga bagi Kopi, Neraka bagi Pejalan Kaki

5 Rokok Murah dan Enak dari Malang yang Kini Menjadi Favorit Tukang Sebat di Pulau Jawa

2. Harmoni dan keseimbangan

Nah konsep keseimbangan Pak Mukhlis ini sungguh visioner. Sudah melampaui titik keseimbangan itu sendiri. Kalau boleh mengutip kata-katanya Pak Doel, pemikiran Pak Mukhlis ini keseimbangan di atas keseimbangan, intinya inti. Harmoninya harmoni.

Keselarasan dan keseimbangan tentu saja dibutuhkan dalam kehidupan ini, bagaimana tidak ketika dunia mengalami ketidakseimbangan dan ketidakstabilan maka chaos pasti akan terjadi, Ketika dunia tidak stabil maka yang terjadi tentu saja kekacauan demi kekacauan.Hal ini tentu saja menjadi sesuatu yang patut kita waspadai.

Oleh karena itu Pak Mukhlis dengan konsep keseimbangannya sangat patut diapresiasi. Ada surga ada neraka. Kalau semua orang baik nanti masuk surga semua, atau kalau semua orang jahat ya nanti nerakanya penuh. Jika seperti maka sudah lama dunia ini kiamat. Oleh karena itu kita harus seimbang antara surga dan neraka begitu argumen Pak Mukhlis. Dengan keseimbangan, Pak Mukhlis berupaya untuk mengulur waktu kiamat.

3. Hidup jangan terlalu serius-serius amat

Dalam keadaan tegang dan panas, karena tempat karaokenya ditutup Pak Mukhlis tetap menghadapinya dengan santai dan kepala dingin, meskipun agak tak terima tentu saja. Tapi dengan gaya setengah guyon setengah serius itu, Pak Mukhlis berhasil membuat gerrrrr, senyum dan tawa di sekitarnya.

Ini yang menjadi pelajaran penting, bahwa dimanapun kita berada sudah sepantasnya kita membuat lingkungan kita menjadi lebih menyenangkan dan lebih menggembirakan. Dengan menebar senyum dan tawa di antara sesama, bukankah dunia akan lebih indah dan lebih berwarna. Tidak seperti hatimu yang gersang dan kesepian, my lov~

Maka pentinglah kiranya kita mengambil pelajaran dan hikmah dari pernyataan pak Mukhlis ini. Panjang umur percintaan, panjang umur perlawanan, panjang umur Pak Mukhlis. Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk neraka surga. Uwuwuw~

 

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: harmonikaraoke plus pluspak mukhlissatpol pp
Juli Prasetya

Juli Prasetya

Pemuda desa asal Banyumas yang percaya pada ketulusan, meski perjalanan hidup kerap memberi pelajaran tak terduga. Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Rokok Murah dan Enak dari Malang (Pexels)

5 Rokok Murah dan Enak dari Malang yang Kini Menjadi Favorit Tukang Sebat di Pulau Jawa

30 Maret 2025
Terimakasih Indonesia Telah Membelikan Satpol PP Jogja Motor Sport 100 Juta terminal mojok.co

Terimakasih Indonesia Telah Membelikan Satpol PP Jogja Motor Sport 100 Juta

24 Desember 2021
Trotoar Jalan Slamet Riyadi: Surga bagi Kopi, Neraka bagi Pejalan Kaki

Trotoar Jalan Slamet Riyadi: Surga bagi Kopi, Neraka bagi Pejalan Kaki

19 Oktober 2025
satpol pp ukulele dirusak mojok

4 Barang yang Bisa Dirusak Pak Satpol PP Pontianak selain Ukulele

22 Juni 2021
Andika Kangen Band

Andika Kangen Band Nyamar Jadi Gelandangan: Contoh Artis Nggak Ada Kerjaan

28 Oktober 2019
satpol PP, polisi

Pengalaman Jadi Satpol PP: Dianggap Penindas Rakyat Sampai Diancam Dibunuh

25 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.