Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bekasi Mode Malam: Dari Tawuran Jalanan sampai Lingkaran Narkoba, Kota Patriot Menjadi Kota yang Suram bagi Masa Depan Anak Muda

Farhan Novaldi oleh Farhan Novaldi
27 Juli 2025
A A
Bekasi, Kota Paling Suram bagi Masa Depan Anak Muda (Unsplash)

Bekasi, Kota Paling Suram bagi Masa Depan Anak Muda (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Mengingat masa-masa dulu, saya bersyukur menjadi salah satu orang yang bisa keluar dari lingkaran setan di Bekasi. Saat itu, saya dan teman-teman nggak peduli sama cita-cita tinggi. Pikiran kami mentok di pikiran, “Kalau mau hidup yang layak, kita mending jadi polisi atau kasir di supermarket.” Itu saja gambaran masa depan kami.

Saya menjadikan perjalanan hidup ini sebagai guru. Khususnya untuk memotivasi saya untuk mencari masa depan yang lebih baik. Saya menulis esai ini sebagai wujud akan cinta yang besar kepada kota kelahiran dan mendukung adanya perubahan yang besar bagi kelayakan hidup masyarakat Bekasi.

Akar permasalahan

Akar permasalahan anak muda di Kota Bekasi memang bervariasi. Mulai dari permasalahan keluarga, pengaruh narkoba di tongkrongan, hingga kurangnya tindak lanjut dari aparat setempatnya. Menurut pengalaman pribadi saya, masalah umum anak muda Bekasi adalah tidak adanya tempat untuk mengekspresikan ide dan pikirannya.

Jadi, saya mempunyai teman tongkrongan malam yang jago futsal. Bahkan dia sampai bisa menjuarai liga dalam tingkatan nasional dan sering dipanggil untuk tarkam dengan bayaran lumayan. 

Tetapi, lama-kelamaan, performanya justru menurun drastis hingga karier futsalnya tamat. Semua karena rutinitas dia ikut kegiatan malam di Bekasi.

Kegiatan malam di Kota Bekasi meliputi tawuran antara kelompok, tongkrongan yang berisi remaja sekolah yang terjerumus dalam pergaulan bebas, berkembangnya permainan judi online, hingga penggunaan dan peredaran narkotika yang masif. Inilah yang menemani tongkrongan malam hingga menjadi kegiatan rutin bagi kalangan anak muda.

Mengapa tawuran begitu digemari anak muda bahkan sampai orang dewasa di Bekasi?

Tawuran sudah menjadi keseharian bagi anak muda 

Berikut beberapa alasanya:

Baca Juga:

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

Pertama, adanya rasa bangga dengan membawa nama sekolah atau kelompok. Tujuannya supaya dikenal banyak orang dan disegani di tongkrongan. 

Selama ikut tawuran, saya mengamati di sana memang ada peraturan tidak tertulis. Jadi, bagi siapa saja, baik individu maupun kelompok yang paling sering tawuran di Bekasi, akan mendapatkan nama dan berbagai macam keistimewaan. 

Contohnya. Orang yang memegang akun sosmed dari kelompoknya cenderung akan lebih banyak dikenal dan disegani oleh kelompok lainnya. Bahkan pernah ada ujaran bahwa admin media sosial kelompok tawuran pasti memiliki cewek yang banyak dan cantik-cantik.

Kedua, Media sosial berpengaruh besar dalam kegiatan tawuran di Bekasi ini. Jadi, para pelaku tawuran memiliki nama kelompok sebagai identitas di media sosial. Nama ini juga menjadi sarana untuk mencari lawan sekaligus mencari nama dan penggemar sebesar-sebesarnya.

Ketiga, Maraknya promosi judi online yang menargetkan akun-akun kelompok tawuran di Bekasi. Ini membuat anak muda yang tidak memiliki pekerjaan semakin nyaman dan sering untuk melakukan kegiatan tawuran. Ya konon karena dibayar oleh perusahaan judi.

Rahasia umum dunia malam di Bekasi

Faktor-faktor tersebut yang menjadikan tawuran di Bekasi tumbuh subur dan sulit untuk diberantas. Bahkan di sisi ini sebetulnya aparat sudah menindak tegas. Tetap saja, akan selalu ada kelompok-kelompok baru yang bermunculan.

Peredaran alkohol, narkoba, sampai obat-obatan terlarang sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat. Konon, berdasarkan kesaksian warga setempat, ada oknum aparat yang melindungi. 

Makanya, lingkaran setan Bekasi, mulai dari tawuran yang didominasi remaja, kemudian memasuki fase menggunakan narkoba, lalu menggantungkan hidup kepada permainan judi online. Lengkap sudah.

Ya, lengkap sudah kelamnya Bekasi. Daerah kelahiran saya diwarnai berbagai tindakan kriminal yang menjerat anak mudanya. Mereka jadi sulit untuk menentukan pilihan masa depan. 

Seharusnya, pemerintah turun dengan cara yang lebih terstruktur dan matang. Jangan urakan dengan cara menggeneralisasi masalah setiap anak lalu dibina kembali dengan cara militer. Suram.

Penulis: Farhan Novaldi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bekasi Memang Anomali: Kota Industri yang Kini Jadi Kota Sejuta Pungli

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2025 oleh

Tags: bekasijudi onlinejudolkota bekasinarkobatawuran di bekasi
Farhan Novaldi

Farhan Novaldi

Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, juga sebagai orang Bekasi asli yang saat ini sedang menimba ilmu dan pengalaman di mana saja.

ArtikelTerkait

Menyoal Slogan “War on Drugs” dan Hilangnya Perspektif Korban dalam Pertempuran Melawan Narkoba (Unsplash.com)

Menyoal Slogan War on Drugs dan Hilangnya Perspektif Korban dalam Pertempuran Melawan Narkoba

24 September 2022
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
coki pardede narkoba KPI pengalihan isu mojok

Dokter Tirta Harus Tahu bahwa Pemberantasan Narkoba ala Duterte Sebenarnya Gagal Total

25 September 2021
5 Hal yang Bisa Dibanggakan oleh Masyarakat Karawang selain Goyangannya

5 Hal yang Bisa Dibanggakan oleh Masyarakat Karawang selain Goyangannya

18 Oktober 2022
Sejarah Heroin: Berawal dari Obat Batuk, Berakhir Menjadi Barang Terkutuk

Sejarah Heroin: Berawal dari Obat Batuk, Berakhir Menjadi Barang Terkutuk

25 Agustus 2022
4 Kesamaan Bekasi dengan Yogyakarta Jakarta

Untuk Para Artis yang Terjun ke Politik, Nggak Usah Nyalon di Bekasi

14 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

9 Maret 2026
Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

7 Maret 2026
Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.