Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Beberapa Tokoh yang Harus Diundang di Podcast Deddy Corbuzier untuk Klarifikasi

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
6 Oktober 2020
A A
Beberapa Tokoh yang Harus Diundang di Podcast Deddy Corbuzier untuk Klarifikasi terminal mojok.co

Beberapa Tokoh yang Harus Diundang di Podcast Deddy Corbuzier untuk Klarifikasi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Mau bagaimanapun, Podcast seseorang yang pernah menjabat sebagai Master Mentalis ini menjadi meja terbaik untuk menjelaskan suatu perkara. Kita bisa melihat bagaimana seorang Indira Kalistha bisa menitikan air mata dan Rigen Rakelna sukses membuat banyak orang kemekelen karena guyonan marah-marahnya.

Podcast yang dibuka dengan hitung mundur dan menutup pintu ini sukses menyelesaikan berbagai masalah. Walau tidak melulu klarifikasi, Podcast Deddy Corbuzier kadung mendapat stigma “menyelesaikan masalah” dalam benak masyarakat umum. Tiap ada masalah, seluruh komentar bakal terisi dengan menyebut nama blio. “Tinggal nunggu klarifikasi di Podcast Om Deddy,” seperti itulah kata-katanya, saya modifikasi agar tidak kasar-kasar amat.

Bahkan, Fizi Durian Runtuh pun disarankan untuk menyelesaikan perkara dengan Upin Ipin di Podcast blio. Lebih efektif ketimbang melanjutkannya ke pihak berwajib melalui meja hijau TK Tadika Mesra. Jos tenan.

Sebenarnya, banyak tokoh yang harus datang ke Podcast Om Deddy. Selain dokter influencer yang doyan ngegas tapi nggak suka digas. Berikut adalah saran saya untuk Deddy Corbuzier agar segera mengundang beberapa tokoh ini untuk melakukan klarifikasi.

#1 Pihak permen karet Yosan

Sebagai mantan kolektor dengan iming-iming dapat sepeda jika berhasil mengumpulkan huruf Y-O-S-A-N, saya harus terpuaskan dengan jawaban dari pertanyaan kenapa huruf N ini langkanya seperti keadilan di negeri ini. Perasaan, sesulit-sulitnya menyusun Exodia the Forbidden One di deck Yu-Gi-Oh, masih lebih sulit menemukan huruf N dalam gugusan Y-O-S-A-N.

Podcast tersebut tidak perlu diisi oleh isak tangis. Cukup ngobrol santai saja sekaligus menjawab pertanyaan yang selama ini membuat malam saya kian tidak tenang. Barangkali, menjadi kolektor Y-O-S-A-N adalah tipe permainan gambling atau gacha pertama saya sebelum mengenal gim pabrikan Bandai atau Netmarble.

#2 Penemu aturan main layangan

Hal paling nggateli ketika saya kecil adalah adanya aturan jika layangan ada buntutnya (pakai kertas yang dibuat memanjang) itu tandanya tidak boleh diserang. Perjanjian Giyanti saja tidak senjelimet aturan seperti ini. Menang dalam medan perang melawan layangan buntut adalah keniscayaan, Saudara-saudara.

Saya yakin, Master Mentalis pasti bisa menemukan yang membuat aturan nyebai seperti ini. Di Podcast-nya nanti, sebisa mungkin Om Deddy harus menyudutkan orang ini. Serius, saya punya dendam kesumat dengan pembuat aturan permainan layangan yang seenak jidat seperti undang-undang pasal karet. Bayangkan saja, kalau semua pakai buntut, lha terus di mana letak serunya?

Baca Juga:

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Selain itu, ada aturan juara bertahan pakai senar cap Kobra. Mbut! Ini namanya juara bertahan abadi. Tidak ada yang bisa menyaingi senar layangan cap Kobra. Desa saya telah dimonopoli oleh satu pemain layangan sejak tahun 2005 sampai akhirnya warung internet mengalahkan kedigdayaan senar cap Kobra.

Om Deddy bisa pakai thumbnail yang menohok, lalu disertai tulisan “KLARIFIKASI PEMBUAT ATURAN LAYANG-LAYANG!!!” dengan gaya smirk mbois ala Deddy Corbuzier, saya jamin trending nomer satu. Dengan catatan jika Mas Atta tidak bikin video. Hiyaaa.

#3 Penemu teori miringin PS-2 supaya booting-nya nggak lama

Jyaaan ini adalah teori paling absurd di rentalan PS. Jika booting playstation berjalan lambat, hanya memutar dan tidak bergegas ke menu utama dalam gim, pilihannya hanya dua: meniup konsol playstation tersebut atau memiringkan konsol playstation. Biasanya, teori yang terakhir kebanyakan digunakan untuk konsol playstation 2.

Lepas dari itu, meludahi kaset gim juga dipercaya akan memperlancar saat booting. Munculnya teori-teori liar seperti ini, harus diluruskan oleh Om Deddy dalam Podcast-nya. Harus dicari penemu teori menyesatkan seperti ini dan dijejali oleh pertanyaan-pertanyaan yang menyiksa. Lantaran gara-gara penemu teori ini, banyak rental bangkrut karena optik playstation banyak yang rusak.

#4 Loris Karius

Memangnya hanya influencer saja yang bisa blunder? Kiper sekelas Karius di final Champions League juga bisa. Dan alasan kenapa blio bisa blunder pun masih menjadi tanda tanya besar. Bisa jadi, beginilah pembelaan dari Karius atas blunder-nya.

“Emang pure aku itu bodoh. Apa yang kalian omongin itu benar. Aku jadi penjaga gawang nggak bener. Aku itu tau, aku itu salah,” sambil sentrap-sentrup ngelap umbel. “Sebenarnya aku itu nggak pernah collab-collab ada di posisi itu (final Liga Champions, red). Pertandingan serius-serius seperti ituuu. Laga lawan West Brom yang ketawa-ketawa aja aku itu deg-degan banget, soalnya aku itu introvert banget.”

Karius kembali mbebeki, “Aku itu mikir-mikir dulu waktu Jurgen Klopp masang aku ketimbang Lord Kanjeng Maha Raja Mignolet. Terus setelah pertandingan final itu, aku bener-bener deg-degan banget, sampai akhirnya ditembak pertanyaan tendangan yang sebenarnya aku nggak nguasain, jadinya malah amburadul gitu, ngawur~”

#5 Kursi kosong di Mata Najwa

Alih-alih saya minta Menkes Terawan yang datang, saya lebih memilih Om Deddy mengundang kursi kosong yang ada di episode Mata Najwa Menanti Terawan. Bukannya apa-apa, saya itu penasaran bagaimana perasaan si kursi kosong itu. Saya yakin, si kursi itu kini tertekan karena tatapan dan pertanyaan maut dari Mbak Nana. Ya, walau pertanyaan itu bukan untuk si kursi kosong, tapi untuk si Terawan.

BACA JUGA Deddy Corbuzier Pernah Bikin Program yang Nggak Laku-laku Amat di Kanal YouTube-nya dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2022 oleh

Tags: Deddy Corbuzierpodcast
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Deddy Corbuzier masuk islam

Deddy Corbuzier dan Lahirnya Tiga Golongan yang Membuat Kita Geleng Kepala

22 Juni 2019
akh deddy

Akh Deddy Corbuzier Masuk Islam, Emang Ukh Lucinta Luna Nggak Boleh Bersyukur Juga?

24 Juni 2019
agama berbeda

Mengapa Manusia Menganut Agama Berbeda-beda?

30 Juni 2019
Ngobrol sama Mikrofon Podcast: Artis Pekok Nggak Usah Sok Bikin Podcast!

Ngobrol sama Mikrofon Podcast: Artis Pekok Nggak Usah Sok Bikin Podcast!

30 Mei 2020
Ratusan Lagu K-Pop Hilang dari Spotify, Berikut Alternatif Platform Streaming Untuk Pencinta K-Pop Terminal Mojok

Mana yang (Beneran) Lebih Unggul, Spotify atau YouTube Music?

11 Juni 2021
Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

22 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel Mojok.co

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

27 Maret 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

27 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Keluarga di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.