Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Beberapa Kegiatan Aneh yang Dilakukan Siswa di Perpustakaan Sekolah

Aliurridha oleh Aliurridha
30 April 2020
A A
Beberapa Kegiatan Aneh yang Dilakukan Siswa di Perpustakan Sekolah

Beberapa Kegiatan Aneh yang Dilakukan Siswa di Perpustakan Sekolah

Share on FacebookShare on Twitter

“Buku adalah jendela dunia”, begitu wording yang terpampang dalam sebuah poster di perpustakaan sekolah saya ketika SMP dan SMA. Gambar pada posternya beda tapi wording-nya sama saja: Buku adalah jendela dunia. Saat itu internet memang belum sepopuler sekarang untuk menggeser buku menjadi jendela dunia tapi sudah cukup bisa untuk mengakses gambar-gambar mesum. Bagaimana dengan perpustakaan saat SD?

SD saya mana punya perpustakaan. Hanya sebuah ruang kosong bertuliskan perpustakaan tempat menyimpan alat peraga pelajaran IPA. Pengalaman punya perpustakaan pertama kali adalah saat SMP dan saat itu perpustakaan tidak hanya digunakan untuk membaca buku tapi banyak kegiatan lain.

Sepanjang perjalanan jenjang pendidikan saya, dari SMP sampai SMA, perpustakaan tidak hanya digunakan sebagai tempat menambah wawasan bagi para pembaca buku. Namun, ia justru lebih banyak digunakan untuk melakukan kegiatan aneh-aneh yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran.

1# Perpus sebagai tempat nonton bareng Piala Dunia dan Euro

Ketika SMP dan SMA beberapa kali saya merasakan Piala Dunia dan Euro yang disiarkan pagi hari. Salah satunya Euro 2004 yang ketika itu diadakan di Portugal. Setiap tidak ada guru saya biasa menyempatkan diri pergi ke perpustakaan di SMP karena kebetulan perpus memiliki televisi yang sering menyala.

Kebetulan saat itu penjaga perpustakaannya adalah seorang laki-laki lajang bernama Andre yang beruntungnya menyukai sepak bola. Televisi nyala terus sepanjang ada pertandingan sepak bola dan para siswa layaknya di kafe datang nonton bareng sepak bola sampai kebablasan teriak-teriak. Perpustakaan sekolah saya menjadi salah satu perpustakaan paling asyik di sekolah jika Pak Andre yang menjaga.

Sayang sekali Pak Andre bukanlah satu-satunya penjaga perpus. Masih ada Bu Indah yang cantik tapi tidak bisa diajak join nonton bola dan lebih lacur lagi jika ada kepala perpus di sana. Seorang wanita paruh baya bernama Rosalinda. Bukan nama sebenarnya tapi teman-teman memanggilnya begitu karena rambutnya yang keriting lucu dan wajah tua galaknya yang sebagai ironi dari Rosalinda yang cantik. Rosalinda justru dipanggil begitu bukan karena cantik tapi karena tua dan galak. Betapa bedebahnya teman-teman saya ini. Eh, saya juga termasuk sih.

Setiap pelajaran yang membosankan, saya selalu  pergi ke perpus bersama beberapa teman dengan alasan izin pinjam buku. Padahal tujuannya adalah menonton siaran tunda sepak bola yang tengah malam tak bisa ditonton karena kemaleman. Yang membuat menarik menonton bola zaman SMP adalah karena dulu internet merupakan sesuatu yang belum banyak dikenal, jadi meski menonton siaran tunda pertandingan semalam tapi kami belum mengetahui hasilnya.

2# Perpus sebagai tempat membaca, tapi bukan buku melainkan serial manga

Jangan harapkan perpus saya ada orang yang marah-marah dan serius baca buku seperti Nicholas Saputra dalam film AADC. Perpustakaan saya justru berisi beberapa serial manga yang lucu dan membuat cekikikan tertawa. Perpus menjadi tempat saya bisa menyelamatkan diri dari godaan makanan kantin karena duit sangu sudah habis untuk sewa manga.

Baca Juga:

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Saya juga heran di perpustakaan SMP saya itu, bisa-bisanya ada beberapa jenis manga nyangkut di sana. Dari Doraemon, Dragonball, Samurai X, dan beberapa manga tak terkenal lainnya ada. Usut punya usut sih, karena setiap lulus syarat mengambil ijazah di SMP tempat saya bersekolah adalah dengan menyumbangkan buku. Beberapa orang mungkin saat itu tidak memiliki uang untuk membeli buku dan hanya memiliki serial manga, baik hatinya penjaga perpus menerimanya.

Saat kelulusan saya teringat beberapa teman saya dengan biadapnya menyewa manga di penyewaan dan memberikannya ke perpus. Setelah itu tidak pernah muncul lagi sampai orang di tempat penyewaan manga lupa dan mengikhlaskannya.

3# Perpus tempat remaja mesum melampiaskan kenakalannya

Entah mengapa di SMP dan SMA perpustakaan di sekolah saya selalu menjadi tempat remaja mesum melampiaskan kenakalannya. Para remaja, entah di SMP dan SMA sering kali saya temukan begambrah di perpus. Begambrah adalah kosakata slank anak Mataram yang membuat saya susah sekali menemukan padanan dalam bahasa Indonesia. Kegiatan ini melibatkan pria melakukan grepe-grepe pada wanita, tapi katanya sih atas dasar mau sama mau, jadi tidak termasuk pelecehan seksual. Saya tidak tahu apa ada ketimpangan relasi kuasa bekerja di sana sebab biasanya pelaku terlibat dalam hubungan pacaran, jika tidak TTM-an.

Di SMP, saya pernah sekali dua kali bersama teman-teman saya menonton sepasang remaja melakukan itu. Mau lapor ke penjaga perpus teman saya melarang: rugi, entar mereka berhenti. Berengsek memang teman-teman saya ini. Eh saya juga, karena bukannya pergi malah ikut menontoni.

Di SMA lebih parah lagi, melihat hal seperti itu terjadi di perpus. Tidak hanya sekali dua kali tapi tujuh kali. Entah salah apa saya hingga terdampar di sekolah saya saat SMA. Janganlah kalian mengharapkan perpusnya memiliki buku-buku yang lengkap, apalagi serial manga. Perpus sekolah saya saat SMA sangat terbatas buku pelajarannya, apalagi bahan bacaan yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran, nihil.

Mungkin alasannya karena sekolah baru jadi belum banyak sumbangan buku. Akhirnya perpus sekolah saya lebih menjadi tempat pacaran timbang bacaan. Beberapa kali saya melihat sepasang kekasih mojok di pinggiran, pelan-pelan romatisan kemudian begambrahan. Mungkin menurut mereka tidak akan terlihat, padahal dengan jelas sekali kelakuan mereka terlihat. Kadang ada yang malu-malu, kadang ada yang grasa grusu.

Ngomong-ngomong sekolah saya saat SMA itu sangat terkenal. Bukan karena prestasinya tapi karena kasus kepala sekolahnya yang fenomenal. Hmmm, untung saja itu tidak terjadi ketika masa-masa saya sekolah di sana. Seandainya masih, mungkin teman-teman saya yang sudah punya bakat “seperti itu” akan berguru pada orang itu.

BACA JUGA Pertama Kali Pinjam Buku di Perpus, Rasanya Pengen Nabok Pegawainya dan tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2022 oleh

Tags: PerpustakaanSekolah
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal Mojok.co

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal

24 November 2023
Duduk di Bangku Paling Depan dan Dekat dengan Guru di Sekolah Nggak Menjamin Kepintaran Murid terminal mojok

Duduk di Bangku Paling Depan dan Dekat dengan Guru di Sekolah Nggak Menjamin Kepintaran Murid

30 Juni 2021
Mahasiswa Unpad Iri dengan Perpustakaan Kampus Lain yang Buka sampai Malam Mojok.co

Mahasiswa Unpad Iri dengan Perpustakaan Kampus Lain yang Buka sampai Malam

2 November 2024
Larangan Membawa Hape ke Sekolah, Masihkah Relevan?

Larangan Membawa Hape ke Sekolah, Masihkah Relevan?

21 Juli 2022
Tujuan P5 Adalah Penanaman Nilai Pancasila, Bukan Bikin Pentas!

Tujuan P5 Adalah Penanaman Nilai Pancasila, Bukan Bikin Pentas!

28 November 2023
Keluh Kesah Alumni Program Akselerasi 2 tahun di SMA, Kini Ngenes di Perkuliahan

Keluh Kesah Alumni Program Akselerasi 2 tahun di SMA, Kini Ngenes di Perkuliahan

18 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.