Beberapa Hal yang Luput Dilakuin Tukang Cukur Saat Menghadapi Pelanggan – Terminal Mojok

Beberapa Hal yang Luput Dilakuin Tukang Cukur Saat Menghadapi Pelanggan

Artikel

Munawir Mandjo

Bagi sebagian pria, rambut merupakan bagian tubuh yang harus dirawat dan diperlakukan istimewa. Rambut sangat mempengaruhi penampilan pria karena setiap gaya potongan rambut bisa memberi kesan tersendiri bagi orang yang memandangnya. Nggak jarang pria rela mengeluarkan duit lebih untuk mendapatkan perawatan serta penampilan rambut yang ciamik.

Sama seperti pria lainnya, penampilan rambut yang oke, juga merupakan hal yang sudah pasti saya harapkan. Demi mendapatkan potongan rambut terbaik, saya akan memilih tempat cukur yang menurut saya bisa mengakomodir segala keinginan saya. Namun, sayangnya, dari pengalaman saya berpindah dari satu tempat cukur ke tempat cukur lainnya. Banyak tukang cukur yang nyatanya hanya memberi rasa kecewa.

Kekecawaan Itu muncul sebab sebagian tukang cukur luput akan beberapa hal yang seharusnya dilakuin agar bisa memberi potongan terbaik bagi pelanggan. Nah, adapun beberapa hal itu akan saya jelaskan satu-persatu. Cekidot….

Nggak memahami bentuk wajah pelanggan

Kebanyakan tukang cukur yang saya temui nggak berusaha memahami bentuk wajah pelanggannya. Padahal bentuk wajah sangat mempengaruhi model potongan rambut yang sebaiknya mereka terapkan. Bentuk wajah bulat misalnya, memiliki potongan yang beda dengan bentuk wajah panjang.

Orang yang memiliki bentuk wajah panjang akan terlihat buruk dengan potongan sisi kepala yang sangat tipis dan bagian atasnya yang dibuat panjang. Pasalnya, potongan itu hanya akan membuat bentuk wajah panjang akan terlihat semakin panjang.

Untuk membuat kesan penampilan yang lebih baik bagi orang yang memiliki bentuk wajah panjang, tukang cukur seharusnya memberi volume lebih atau menghindari potongan pendek di tiap sisi kepala. Kecuali jika memang pelanggan memiliki bentuk wajah bulat, potongan pendek pada dua sisi kepala sangatlah cocok.

Baca Juga:  Kalau Dukun Pesugihan Bisa Bikin Kaya, Kenapa Nggak buat Dirinya Aja?

Nah, kebanyakan tukang cukur yang saya temui masih luput dari hal ini, mereka mengabaikan bentuk wajah dan hanya memangkas rambut sesuai model kekinian. Hasilnya, nggak jarang membuat pelanggan nyesal karena sudah cukuran di tempat itu.

Nggak menyamakan persepsi pelanggan

Perbedaan persepsi juga kadang membuat pelanggan nggak merasa puas setelah habis cukuran. Seperti saat pelanggan meminta agar sisi kiri dan kanannya nggak usah dipotong kependekan, tukang cukur malah membabatnya sampai habis, sehingga hasilnya nggak sesuai lagi dengan apa yang diharapkan pelanggan.

Seharusnya sebelum beraksi, tukang cukur harus menyamakan persepsi dengan pelanggannya tentang ukuran pendek yang seperti apa yang diiginkan. Agar tukang cukur nggak main potong seenaknya lantas membuat pelanggan mereka kecewa.

Nggak memahami gaya sisiran rambut pelanggan.

Setiap pria punya gaya sisiran rambut yang berbeda. Ada yang ke samping kiri, ke samping kanan, ke belakang, ke depan, belah dua, atau malah hanya diatur sekenanya.

Pentingnya gaya sisiran rambut pelanggan ini harus dipahamai tukang cukur, sehingga saat memotong rambut, tukang cukur tahu bagian sisi mana yang harus dibabat lebih pendek dari pada bagian lainnya. Potongan yang pas tentu membuat rambut akan lebih mudah ditata sesuai gaya sisiran yang kita inginkan.

Sayangnya, beberapa tukang cukur yang saya temui, malah menata rambut pelanggan sesuai keinginannya. Saya heran, yang punya rambut siapa, yang seenaknya ngatur gaya siapa. Meskipun tukang cukur ngomong gaya sisiran ini yang cocok, tapi jika nggak sesuai dengan keinginan pelanggan, tentu nggak akan memberi kepuasan bagi mereka.

Nggak nyediain kotak saran

Saya ngerasa setiap bidang usaha yang bergerak di bidang jasa layanan, seharusnya menyediakan kotak saran, guna mengetahui tingkat kepuasan pelanggan atas jasa layanan yang diberikan

Baca Juga:  Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu

Sayangnya, dari seluruh tempat cukur yang saya kunjungi, baik itu di tempat cukur biasa ataupun di tempat cukur eksklusif macam barbershop, saya belum pernah menemukan tempat cukur yang menerapkan model semacam ini. Padahal, dengan adanya kotak saran, tukang cukur bisa menampung keluhan pelanggan yang mungkin malu untuk berkomentar dan menyampaikan rasa ketidakpuasan mereka.

Pekerja yang mencintai pekerjaannya akan dengan senang hati menerima kritik dan saran dari pelanggannya, agar ke depannya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Sebab, hanya dengan pelayanan yang baik dan memuaskan, pelanggan akan kembali cukur di tempat yang menurutnya bisa memenuhi kebutuhan atas penampilan rambut yang mereka harapkan.

BACA JUGA Pekerjaan yang Bukan Tanggung Jawabmu Sebaiknya Ditolak biar Nggak Stres dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Baca Juga:  Merawat Motor Matic Itu Ribet, 5 Faktor Inilah Penyebabnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
5


Komentar

Comments are closed.