Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
5 Februari 2026
A A
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak pernah menyangka kalau satu penerbangan ternyata bisa membuat berkali-kali istigfar. Bukan karena takut terbang, tapi karena lelah secara fisik dan mental. Pengalaman terbang dari Jakarta menuju Jambi menggunakan Batik Air ini menjadi salah satu perjalanan paling melelahkan yang pernah saya alami sebagai penumpang pesawat.

Saya tiba di bandara sekitar pukul lima sore, jauh sebelum jadwal keberangkatan pukul delapan malam. Saya pikir datang lebih awal akan membuat perjalanan lebih tenang. Nyatanya, sejak awal sudah terasa ada yang tidak beres. Di Gate 4, tidak ada papan informasi yang jelas mengenai penerbangan saya. Nama tujuan tidak terpampang, layar informasi pun membingungkan.

Tak lama kemudian, terdengar pengumuman bahwa penerbangan mengalami delay karena “kendala yang tidak terduga”. Tidak dijelaskan kendala apa, berapa lama penundaan, dan bagaimana skema keberangkatannya. Awalnya saya berpikir hanya 30 menit. Ternyata, penundaan berlangsung hingga 120 menit. Bayangkan, dua jam penuh!

Sebagai kompensasi, Batik Air hanya memberi air putih ke penumpang. Tidak ada snack, tidak ada makanan ringan, tidak ada penjelasan lanjutan. Di titik ini, rasa kesal mulai muncul. Kami lelah, duduk berjam-jam, dan hanya diberi minum seukuran sekali teguk. Miris.

Informasi Batik Air tidak jelas

Masalah belum berhenti. Saya sempat bertanya kepada penumpang di sebelah saya, apakah ada perpindahan gate penerbangan Batik Air saya. Jawabannya tidak ada. Karena sudah terlalu lama menunggu dan tubuh mulai tidak nyaman, saya memutuskan ke kamar mandi sebentar. Saat kembali, saya melihat antrean boarding dan refleks ikut mengantre. Namun, ketika sampai di depan, petugas mengatakan bahwa antrean tersebut bukan untuk tujuan Jambi, melainkan Malang.

Saat itulah saya panik. Ternyata penerbangan ke Jambi dipindahkan ke Gate 5 tanpa pengumuman yang jelas. Tidak ada informasi di layar, tidak ada pemberitahuan personal, tidak ada pengumuman berulang. Saya langsung berlari agar tidak tertinggal pesawat. Rasanya seperti disuruh menebak sendiri nasib penerbangan.

Saya akhirnya masuk ke pesawat. Namun, lagi-lagi, kami hanya duduk diam. Tidak ada penjelasan, tidak ada permintaan maaf, tidak ada informasi estimasi waktu. Hingga hampir pukul sebelas malam, artinya delay hampir tiga jam penuh pesawat baru benar-benar bergerak. Kami kembali hanya diberi aqua gelas.

Yang lebih mengherankan, saat pesawat mengudara, tidak ada instruksi standar penerbangan. Tidak ada penjelasan penggunaan sabuk pengaman, tidak ada arahan keselamatan. Baru sekitar 20 menit setelah terbang, pramugari memberi tahu bahwa pesawat sudah berada di udara. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal keselamatan dan SOP dasar penerbangan.

Baca Juga:

Hiburan Orang Boyolali Itu Sederhana, Cukup Menyaksikan Pesawat di Sekitaran Bandara Adi Soemarmo Tanpa Pernah Menaikinya

3 Maskapai LCC Paling Bagus di Indonesia Versi Penumpang

Sesampainya di Jambi, masalah belum selesai. Begitu mendarat, AC pesawat langsung dimatikan. Kabin Batik Air menjadi panas dan pengap. Dalam kondisi penumpang yang sudah lelah dan kurang istirahat, situasi ini sangat tidak manusiawi.

Puncaknya terjadi saat saya mengambil bagasi. Saya benar-benar shock. Koper saya hancur lebur. Plastik luarnya sobek parah, bukan seperti lecet biasa, melainkan terlihat seperti disobek dengan sengaja. Ini bukan kerusakan ringan. Ini kerusakan yang membuat koper tidak bisa lagi digunakan.

Banyak yang punya nasib serupa

Setelah kejadian itu, rasa kecewa saya tidak berhenti di bandara. Saya mulai mencari tahu apakah pengalaman ini hanya saya yang mengalaminya. Saya membaca berbagai cerita penumpang Batik Air lain di media sosial dan pemberitaan. Ternyata, keluhan serupa sangat banyak. Dari delay berjam-jam, informasi yang tidak jelas, perpindahan gate mendadak, hingga bagasi bermasalah.

Bahkan, figur publik pun pernah mengalaminya. Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, sempat mengungkapkan pengalamannya terkait koper yang nyasar di Bandara Kualanamu. Kasus itu ramai dibicarakan publik dan menunjukkan bahwa masalah penanganan bagasi bukan kejadian insidental.

Fakta-fakta Batik Air ini membuat saya semakin yakin bahwa pengalaman saya bukan kasus tunggal. Ada pola yang berulang, terutama pada aspek komunikasi, pelayanan penumpang, dan penanganan bagasi. Ketika keluhan datang dari banyak orang, di waktu dan rute berbeda, wajar jika publik mulai mempertanyakan kualitas layanan dan konsistensi penerapan SOP.

Sebagai penumpang, saya tidak menuntut maskapai untuk selalu sempurna. Delay bisa terjadi. Masalah teknis bisa muncul. Namun, informasi yang jelas, perlakuan manusiawi, kompensasi yang layak, dan tanggung jawab atas barang penumpang adalah kewajiban dasar, bukan bonus layanan.

Bukan hanya soal satu koper rusak atau satu penerbangan terlambat, tapi soal kepercayaan penumpang yang perlahan runtuh. Tentu ini pengalaman buruk bagi saya untuk maskapai ini.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2026 oleh

Tags: batik airmaskapaimaskapai batik airpesawat
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Bandara Aminggaru Ilaga Papua, Bandara Penting dengan Fasilitas Paling Buruk di Indonesia

Bandara Aminggaru Ilaga Papua, Bandara Penting dengan Fasilitas Paling Buruk di Indonesia

10 Desember 2023
Perbandingan 2 Maskapai Penguasa Pangsa Pasar Penerbangan Indonesia: Batik Air Masih Lebih Unggul daripada Citilink

Perbandingan 2 Maskapai Lokal Terbaik: Batik Air Masih Lebih Unggul daripada Citilink

14 Maret 2023
7 Kelebihan dan Kekurangan yang Saya Rasakan Saat Naik Pelita Air, Maskapai “Baru” Pertamina

7 Kelebihan dan Kekurangan yang Saya Rasakan Saat Naik Pelita Air, Maskapai “Baru” Pertamina

16 Maret 2023
3 Maskapai LCC Paling Bagus di Indonesia Versi Penumpang

3 Maskapai LCC Paling Bagus di Indonesia Versi Penumpang

28 Januari 2025
4 Alasan Saya Selalu Setia dengan Lion Air

4 Alasan Saya Selalu Setia dengan Lion Air

13 Februari 2022
Pengalaman Nyaris Meninggal Saat Terbang Bersama Peach Airlines, Maskapai LCC dari Jepang

Nyaris Meninggal Saat Terbang Bersama Peach Airlines, Maskapai LCC dari Jepang

21 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.