Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Barcelona: Berkaca dari Bencana

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
22 November 2021
A A
Barcelona
Share on FacebookShare on Twitter

Jika saya diminta untuk mendeskripsikan apa yang terjadi pada Barcelona musim ini hanya dalam satu kata, kata yang seketika akan saya ucapkan adalah: bencana. Bencana itu sendiri sejatinya sudah terjadi sejak awal musim, ketika sang kapten, Lionel Messi, “terpaksa” harus angkat kaki dari Camp Nou. Bencana-bencana selanjutnya pun perlahan menyusul, mulai dari rentetan hasil buruk yang didapatkan oleh anak asuh Ronald Koeman, hingga pemecatan sang arsitek asal Belanda tersebut dari kursi kepelatihan yang kian akhir memang kian memanas.

Bencana lainnya pun menimpa sang penyerang asal Argentina, Sergio “Kun” Aguero. Beliau menderita cardiac arrhythmia atau gangguan irama jantung, dan dirumorkan akan segera gantung sepatu. Kapankah semua bencana ini akan menemui ujungnya?

Xavi, sang juru penyelamat?

Menyedihkan bila melihat sebuah klub sehebat Barcelona harus menapaki jalanan securam ini. Nasib Blaugrana saat ini sungguh mengenaskan. Seorang juru selamat pun amat diperlukan demi menolong Memphis Depay dkk. agar mampu bertahan dari rentetan tragedi ini. Pertanyaannya: siapakah ksatria yang cukup tangguh untuk mengemban tugas berat tersebut?

Nama Xavi Hernandez pun terpilih untuk menjalankan tugas tersebut. Dalam laga debutnya menghadapi Espanyol kemarin, Xavi berhasil memberikan sebuah kemenangan penting bagi Barcelona. Meski hanya unggul satu gol atas rival sekotanya itu, tiga poin yang didapat tentu akan memberikan suntikan semangat baru bagi Laskar Catalan. Namun, pertanyaan baru pun seketika muncul: mampukah Xavi dan anak asuhnya melanjutkan tren positif tersebut secara konsisten?

Apakah kedatangan Xavi pasti akan menjamin kesuksesan bagi Barcelona? Belum tentu, bukan? Bisa saja Xavi justru akan bernasib sama dengan Frank Lampard di Chelsea, atau Andrea Pirlo di Juventus—seorang legenda yang kembali untuk melatih klub yang telah membesarkan namanya, tetapi justru gagal mengulangi kesuksesan seperti saat mereka masih bermain. Jangan sampai hal semacam itu terjadi kepada mantan punggawa Timnas Spanyol tersebut. Sebagai seorang fans Barca sejak dini, saya tentu akan sangat menyayangkan jika nama besar “Xavi” harus tercoreng jika hal tersebut sampai terjadi. Xavi terlalu ‘agung’ untuk harus berakhir murung.

Target Barcelona musim ini

Apa target utama Barcelona musim ini? Apakah menjuarai Champions League? Apakah menjuarai La Liga? Apakah menjuarai Copa del Rey? Atau bahkan, menjuarai ketiganya?

Menurut saya, target-target tersebut sejatinya cukup mustahil untuk dicapai. Alasannya sederhana: Barcelona belum menjadi tim yang cukup tangguh untuk menjadi juara dari ketiga kompetisi tersebut. Masih banyak tim yang lebih kuat dan layak untuk menjadi kampiun, baik dari segi permainan, kedalaman skuad, dan lain-lain. Barca harus mau “berkaca” dan menyadari kelemahan mereka. Harus diingat bahwa kita tak lagi berada di tahun 2009 atau 2015, masa-masa di mana “kemenangan” dan “trofi” merupakan dua kata yang akrab di telinga para fans Barcelona. Saat ini, kita sedang berada di tahun 2021, masa di mana “kekalahan” dan “tumbang” merupakan dua kata yang tepat untuk menguraikan performa klub sejauh ini.

Satu-satunya yang bisa Barcelona harapkan hanyalah: proses. Proses yang dimaksud tentu adalah perkembangan para talenta muda seperti Eric Garcia, Sergino Dest, Ronald Araujo, Oscar Mingueza, Pablo Gavi, Nico Gonzalez, dan yang paling menghebohkan, Ansu Fati. Nama-nama tersebut diharapkan mampu menjadi juru selamat yang telah lama dinanti-nanti oleh fans Barca di seluruh dunia.

Baca Juga:

Apa pun Bencana yang Menimpa Barcelona, Real Madrid lah (yang Dituduh Jadi) Penyebabnya

Real Madrid, Klub yang Tidak Punya Zaman

Sejatinya, Barcelona saat ini hanya sedang tertidur pulas, menanti untuk dibangunkan di saat yang tepat, dan oleh orang-orang yang tepat pula. Pertanyaannya: kapan sang Raksasa Catalan akan terbangun? Hanya waktu yang mampu menjawab.

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2021 oleh

Tags: barcelonabencanaxavi
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola terminal mojok.co

Tiga Kebahagiaan Seorang Fans Liverpool

8 Mei 2019
Bayern Munchen Memakukan Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona 8-2! MOJOK.CO

Bayern Memaku Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona: 8-2!

15 Agustus 2020
lionel messi putuskan bertahan di barcelona tak jadi pindah mojok.co

Bagaimana Rasanya Melihat Messi Memakai Jersey Klub Lain?

6 Agustus 2021
ansu fati barcelona bangkrut fcb femeni la masia arthur melo barcelona pjanic juventus MOJOK

Barcelona, Revolusi Manajemen, dan Messi yang Kedaluwarsa: Wawancara dengan Pengurus Indobarca Bogor

22 Agustus 2020
ronald koeman barcelona mojok

5 Kandidat Pelatih Pengganti Ronald Koeman Andai (Jadi) Didepak dari Camp Nou

22 September 2021
ronaldo messi juventus barcelona MOJOK.CO

Membandingkan Improving Ronaldo dan Declining Messi Itu Kebodohan Tingkat Lanjut

5 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.