Bank Sampah, Beneran Ada Atau Sekadar Spanduk yang Dipajang?

Bank Sampah, Beneran Ada Atau Sekadar Spanduk yang Dipajang Terminal Mojok

Bank Sampah, Beneran Ada Atau Sekadar Spanduk yang Dipajang (Unsplash.com)

Keberadaan bank sampah itu beneran ada nggak, sih? Kalau ada, gimana pemanfaatannya?

Dulu sebelum dilanda pandemi, pejabat daerah kerap berkoar aktif atas launching-nya fasilitas bank sampah yang diperuntukkan untuk tiap-tiap daerah. Fasilitas ini sebenarnya bukan lagi inovasi yang baru lantaran keberadaannya telah ada sejak bertahun-tahun lalu. Namun yang jadi kendala adalah masih banyak warga—tak terkecuali saya—yang menganggap program ini sebagai desas-desus semata. Kalau boleh jujur, nggak banyak yang tahu kepastian dari program dan fasilitas ini.

Di Tangerang sendiri, desas-desus keberadaan bank sampah sempat hangat di awal tahun 2020-an. Kala itu dilakukan dengan pengumuman sederhana yang dilakukan oleh ketua RT setempat menggunakan pengeras suara yang ada di masjid. Samar-samar saya ingat, pengumumannya berisi tentang adanya bank sampah dan anjuran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dengan memilah sampah rumah tangga dan menukarkannya menjadi uang. Yah, mirip-mirip dengan sistem yang dilakukan pengepul barang rongsokan. Tetapi, ucapan memang tak pernah semanis kenyataannya.

Di daerah tempat tinggal saya misalnya, bank sampah berada di dekat posko keamanan yang lokasinya cukup mudah dijangkau karena berada di area yang sering dilewati orang. Namun sayangnya, yang dapat disaksikan hanya spanduk semata, sementara tempatnya terbengkalai dan nggak menunjukkan tanda-tanda adanya fasilitas yang dapat dimanfaatkan. Bank sampah yang harusnya erat dengan pemandangan adanya tumpukan sampah yang terpilah, timbangan sampah, pengelola yang berjaga, dan lain sebagainya ini pun terlihat nihil keberadaannya.

Program yang diinisiasi oleh pemerintah Kota Tangerang ini tampaknya masih belum dijalankan secara maksimal, atau sebutan lainnya masih molor dan ogah-ogahan. Atau mungkin, memang penerapannya saja yang masih belum merata, karena kabarnya di kecamatan sebelah, bank sampah ini sudah sukses dilakukan di beberapa desa.

Padahal lokasi tempat tinggal saya cukup dekat dengan aliran sungai yang sampai sekarang masih saja bisa dijumpai limbah pabrik dan sampah rumah tangga mengambang di sisi-sisinya. Seharusnya hal ini turut menjadi alasan kuat mengapa keberadaan bank sampah harus dimanfaatkan secara optimal, selain dengan memperkencang edukasi pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada warga setempat.

Regulasi yang mengatur keberadaan bank sampah untuk memfasilitasi masyarakat sebenarnya sudah ada, yakni di Permen LHK 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah yang berbunyi demikian: “Bank sampah sebagai fasilitas pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir dengan pendekatan ekonomi sirkular oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.”

Agar dapat sukses dilaksanakan, baiknya pemangku kepentingan setempat aktif memberikan sosialisasi dan mekanisme pelaksanaan program yang sudah diinisiasi oleh pemkot alih-alih hanya memberikan sosialisasi dalam jangka waktu singkat. Selain itu, memberikan penjadwalan atas pemanfaatan fasilitas ini juga dirasa dapat membantu meningkatkan partisipasi warga untuk berkontribusi.

Kesadaran masyarakat atas pengelolaan sampah juga harus ditingkatkan dengan aktif memberikan informasi dan edukasi guna mengurangi pencemaran yang ada di lingkungan khususnya sekitaran sungai, seperti edukasi membentuk tong sampah, menjelaskan cara kerja sistem bank sampah, manajemen grup, hingga mekanisme implementasi dari fasilitas bank sampah itu sendiri.

Penulis: Nindita Nisditia
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kalau Recycle Sampah Dirasa Berat, Mari Mulai dengan Reduce dan Reuse.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version