Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bangkalan Madura Sebaiknya Segera Bikin Pusat Kabupaten Baru, Tanah Merah Bisa Jadi Opsi untuk Dipertimbangkan!

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
14 Maret 2025
A A
Bangkalan Madura, Kabupaten Amburadul Butuh Kerja Nyata (Unsplash)

Bangkalan Madura, Kabupaten Amburadul Butuh Kerja Nyata (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Memerhatikan perkembangan Bangkalan Madura agaknya tak cukup menarik. Perkembangan kabupaten tercinta saya ini kalau tidak stagnan, ya paling makin memilukan. Sebab, banyak sekali indikator yang menghambat perkembangan kabupaten ini, dan itu dibiarkan berlarut-larut sampai puluhan tahun.

Saya tak akan menjelaskan satu per satu indikatornya. Ya, kalian mungkin menebak bahwa saya akan marah-marah terkait pejabat pemerintah yang tidak bisa kerja. Meskipun itu yang utama, saya ingin menjelaskan indikator lainnya. Yakni, tata kota kabupaten ini yang semakin amburadul.

Intinya, saya menyarankan agar kabupaten kita segera memindahkan pusat kabupatennya. Kita mulai dari awal kembali.

Pusat kabupaten Bangkalan Madura saat ini sudah tak bisa diharapkan

Yah, apa yang bisa diharapkan dari letak kabupaten yang tidak strategis. Dengan luas mencapai lebih tiga kali luas Surabaya, nahasnya pusat kabupaten Bangkalan Madura berada di ujung paling barat. Ok, lokasi ini mungkin cukup beralasan dulunya, sebab pelabuhan sebagai pintu masuk kabupaten ini berlokasi di barat laut. Sehingga, orang-orang selalu berlalu-lalang melewati wilayah ini.

Namun, Jembatan Suramadu yang dibangun di wilayah selatan membuat kondisi Bangkalan Madura sekarang berbeda. Menuju pulau seberang tak perlu lagi membutuhkan waktu berjam-jam. Juga, tak ada yang mau capek-capek harus ke pelabuhan melewati pusat kabupaten. Makanya, pusat kabupaten sekarang makin sunyi, senyap, dan sepi.

Mall Bangkalan Plaza yang sekarang jadi mall pelayanan publik ya karena gara-gara makin sepi pengunjung. Bahkan, mengunjungi mall di kabupaten ini bukan lagi ditanya mau belanja apa, tapi mau ngurus apa. Hadeh!

Lagi, bayangkan betapa dilemanya para pemilik franchise yang ingin buka cabang di kabupaten ini. Ditaruh di pusat kabupaten keramaiannya nanggung, ditaruh di area lain pun belum pasti untung.

Pokoknya, pusat kabupaten kita ini aslinya nggak punya apa-apa selain keramaian yang nanggung.

Baca Juga:

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

Pembangunan tak mungkin bisa merata

Pendapat saya, lokasi pusat kabupaten yang tidak strategis dan amburadul secara geografis pasti jauh dari yang namanya kemerataan. Bangkalan Madura sudah mengalami sendiri masalah ini. Buktinya mudah sekali kita temukan. Pertama, bus Trans Jatim yang mulai beroperasi tahun lalu. Bus ini hanya melewati 4 kecamatan dari total 18 kecamatan di kabupaten ini. Alasannya, ya karena pusat kabupatennya berada di ujung. Sama sekali tidak representatif untuk semua.

Jadi, yang dari ujung timur harus ke barat dulu jika ingin menggunakan bus Trans Jatim. Itu pun sangat jarang kalian mendapat tempat duduk, sebab pasti sudah penuh.

Lalu, hiruk pikuk yang sering heboh di kota, aslinya biasa-biasa aja di kecamatan lain di Bangkalan Madura. Misal di pusat kabupaten bahas pengelolaan sampah, parkir bermasalah, percantik wilayah kota atau lain sebagainya. Urgensi ini belum cukup penting bagi kebanyakan kecamatan lain. Sungguh, ini tak representatif sama sekali bagi warga Bangkalan Madura kebanyakan.

Apa ada yang serius ngomongin sekolah di pedesaan yang banyak ambruk, tanahnya juga malah bersengketa. Lalu problem kepala desa yang tak menyejahterakan warganya, maraknya pembegalan di jalanan desa yang sepi, kemiskinan, dan lain-lain. Ada nggak? Paling Cuma jadi obrolan ringan dan rahasia umum aja di kalangan pejabat!

Ya, ini gara-gara kalian sibuk sama wilayah pusat kabupaten yang aslinya tak punya apa-apa itu.

Wilayah lain siap bersinar, tinggal nunggu dukungan

Saya sangat yakin, pembangunan pusat kabupaten baru Bangkalan Madura kini sudah waktunya. Alasannya sekali lagi, sudah tak ada lagi yang bisa diharapkan dari pusat kabupaten yang sekarang. Tak perlu pula takut mangkrak sebagaimana yang kita takutkan pada IKN. Perkembangan kecamatan lain sebetulnya juga sudah sangat siap dengan ide ini.

Misalnya, kecamatan Tanah Merah yang berada di tengah-tengah kabupaten. Siapa yang tidak akan melewati kecamatan ini. Orang dari ujung timur Madura yang pernah ke Bangkalan Madura tentu sangat mengenal wilayah ini. Kecamatan ini jadi wilayah paling menarik sebagai tempat istirahat bagi pengendara yang ingin ke timur. Buktinya, banyak rumah makan yang tumbuh subur di kecamatan ini.

Saya yakin, masyarakat Bangkalan Madura pasti banyak yang bersyukur jika pusat kabupatennya dipindah, terutama jika dipindah ke Tanah Merah. Sebab, Tanah Merah dekat dari mana saja. Akan banyak wilayah yang jaraknya terpangkas jika ingin ke pusat kabupaten.

Pokoknya, Tanah Merah sangat potensial. Beda dengan pusat kabupaten saat ini yang makin lama terasa makin akan gulung tikar.

Ya, sudah. Itulah ide dari saya. Tentu, saya tidak mengatakan bahwa ide ini harus segera dikerjakan besok pagi. Tidak. Ide ini harus dikerjakan pelan-pelan. Tapi, pertimbangannya harus disegerakan. Sebab, perkembangan pusat kabupaten saat ini sangat stagnan.

Tidak mau seluruh wilayah kabupaten ini gulung tikar, kan?

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Derita Tinggal di Pelosok Bangkalan Madura, Transportasi Buruk hingga UMR Rendah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2025 oleh

Tags: bangkalan madurakecamatan tanah merahmadurapusat kabupaten
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

5 Juli 2024
7 Hal Biasa tapi Pemkab Bangkalan Madura Nggak Bisa Kasih buat Warga, Bukti kalau Kabupaten Ini Nggak Punya Apa-apa

7 Hal Biasa tapi Pemkab Bangkalan Madura Nggak Bisa Kasih buat Warga, Bukti kalau Kabupaten Ini Nggak Punya Apa-apa

9 Juni 2025
Saya Tidak Pernah Menyesal Terlahir di Madura yang Punya Citra Buruk Mojok.co

Saya Tidak Pernah Memilih Lahir di Madura, tapi Kenapa Saya Terus-terusan Dihina? Apakah Salah Jadi Orang Madura?

11 Agustus 2025
Pilu Calon Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang Terjebak UKT Tinggi: Dilanjut Ekonomi Tak Mumpuni, Ditolak Nggak Bisa Kuliah di Kampus Negeri

Pilu Calon Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang Terjebak UKT Tinggi: Dilanjut Ekonomi Tak Mumpuni, Ditolak Nggak Bisa Kuliah di Kampus Negeri

11 April 2024
4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

Madura, Sebaik-baiknya Tujuan Solo Traveling

18 Januari 2023
kebiasaan orang madura logat asli sapi sonok kerapan sapi sate madura pangkas rambut sarung mojok.co

Madura dan Pernak-perniknya yang Orang Sering Salah Sangka

5 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

20 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.