Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Apa Persamaan Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga dengan Hati Jomblo? Betul, Sama-sama Sepi!

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
5 April 2023
A A
Apa Persamaan Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga dengan Hati Jomblo? Betul, Sama-sama Sepi!

Apa Persamaan Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga dengan Hati Jomblo? Betul, Sama-sama Sepi! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga kok kayak hati jomblo? Sama-sama sepi!

Slogan “kerja,kerja, kerja” saya rasa sudah tidak relevan lagi bagi pemerintah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur yang terus dikebut tapi tidak memiliki tujuan yang pasti. Pemerintah harus bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Sebenarnya, hal ini nggak perlu diingatkan. Masa gitu aja nggak bisa. Ya mbok dipikir dulu sebelum bertindak supaya kebijakan yang dibuat tidak salah melulu. Salah satu kesalahan pemerintah yang ingin saya ceritakan adalah tentang pembangunan Bandara Jenderal Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Katanya, Bandara Jenderal Soedirman dibangun dengan tujuan untuk memudahkan mobilitas dari luar daerah ke Karesidenan Banyumas khususnya ke Kabupaten Purbalingga. Dari sini, tujuannya terlihat bagus.

Tapi, bentar dulu, Gaes. Ada yang aneh ini.

Apanya yang menarik?

Pertanyaannya adalah, memangnya ada daya tarik apa di daerah ini sehingga Bandara Jensoed harus “dipaksakan” dibangun? Saya rasa tidak ada magnet apa pun yang membuat wisatawan dan pelaku industri kreatif berkunjung ke Karesidenan Banyumas. Bukan berarti saya tidak bangga sebagai salah satu warga asli Purbalingga. Tapi, memang seperti itulah adanya.

Karsidenan Banyumas ini terdiri dari dari lima kabupaten, yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Menurut saya, kelima kabupaten tersebut masih tergolong kabupaten yang dikategorikan “biasa-biasa saja”. Kenapa demikian? Karena di daerah tersebut tidak ada industri dan pariwisata yang mampu menggaet para pendatang untuk berkunjung ke Bralingmascakep.

Menggaet pendatang berkunjung saja susah, apalagi untuk menarik wisatawan supaya terbang dan mendarat di Bandara Jenderal Soedirman. Nggak percaya? Nih saya kasih penjelasannya.

Baca Juga:

Enaknya Hidup di Kecamatan Kembaran Banyumas: Dekat Kota, tapi Masih Asri dan Banyak Makanan Enak

Mahasiswa Baru Wajib Tahu, Fakultas Teknik Unsoed itu Bukan di Purwokerto, tapi di Purbalingga!

Kita mulai dari Kabupaten Banjarnegara dan Kebumen. Memang dua kabupaten ini terkenal sebagai daerah wisata. Banjarnegara dengan dataran tingginya (Dieng) dan Kebumen dengan pantai dan guanya yang melimpah. Tapi, kedua kabupaten tersebut belum mampu menjadi destinasi utama para wisatawan. Keduanya masih kalah dengan daerah-daerah lain di Jawa Tengah seperti Semarang dan Solo.

Selain kedua kabupaten tersebut, ada tiga kabupaten lainnya, yaitu Purbalingga, Cilacap, dan Banyumas. Purbalingga memang dikenal sebagai daerah industri bulu mata. Tapi keberadaan pabrik bulu mata belum mampu mendatangkan para pelaku industri. Lah mau mendatangkan gimana? Wong bosnya aja orang Cina yang udah lama mukim di Purbalingga. Saya menyebutnya sebagai Cina Ngapak, hahaha.

Lalu, bagaimana dengan Cilacap dan Banyumas? Sami mawon alias sama saja, nggak ngaruh. Mungkin, di antara kabupaten lainnya, Cilacap dan Banyumas lebih mendominasi. Cilacap dengan kilang Pertamina-nya dan Banyumas dengan Purwokerto-nya. Tapi, selama daerah-daerah tersebut belum dijadikan sebagai opsi siswa dalam acara study tour, maka, masih belum terkenal-terkenal amat. Chuakss.

Bandara ini rame kok. Beneran. Suer.

Awal mula pendirian bandara ini memang ramai. Tapi keramaian yang terjadi hanya sebatas karangan bunga ucapan selamat atas dibukanya bandara. Maskapai yang ada di Bandara Jenderal Soedirman pun hanya Citilink. Fyi, saat saya menulis artikel ini dan mengeceknya lagi maskapai itu pun sudah tidak beroperasi di bandara tersebut. Ya mau gimana lagi? wong sepi peminat, ya mending minggat.

Keberadaan bandara yang sepi ini membuat efek domino. Salah satunya bagi perekonomian masyarakat sekitar. Katanya, Bandara Jenderal Soedirman bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, eehh ternyata hanya omong kosong belaka. Untuk meredam kekecewan masyarakat yang sudah terlanjur antusias dengan dibangunnya Bandara, maka dibuatlah event-event yang nggak ada hubungannya dengan aktivitas bandara.

Sebut saja, acara balap motor. Balap motor, Gaes. Bayangno.

Apa mungkin, pemerintah Kabupaten Purbalingga memang sengaja mengadakan acara seperti ini sebagai plan B untuk menutupi isu “nggak lakunya” Bandara Jenderal Soedirman?

Masyarakat gigit jari

Akhirnya harapan masyarakat pun menjadi pupus. Mereka jadi bingung mau ngapain. FYI, rata-rata masyarakat di sekitar bandara adalah seorang petani yang mata pencahariannya adalah dengan berladang. Sedangkan ladang yang mereka gunakan sebagian besar terletak di daerah Bandara Jenderal Soedirman yang sudah dibayar ganti rugi untuk pembangunan bandara.

Selain itu, hal ini diperparah dengan adanya pihak-pihak yang menyalahgunakan area bandara sebagai tempat pacaran. Silahkan saja kalian berkunjung ke bandara di sore hari. Dijamin kalian akan menemukan sejoli yang sedang memadu kasih di sepanjang pintu masuk bandara. Oh ya, ada juga para anak baru gede yang memamerkan knalpot racingnya, bahkan sesekali mereka juga adu balap, loh. Haduh.. ada-ada saja.

Slogan “kerja, kerja, kerja” memang sudah sebaiknya direvisi lagi. Bandara Jenderal Soedirman adalah bukti bahwa kerja tok tanpa perencanaan cuman bikin orang lain rugi. Betul apa betul banget?

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Keluh Kesah Menjadi Warga Kabupaten Purbalingga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2023 oleh

Tags: bandara jenderal soedirmanbarlingmascakebpurbalingga
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

Selama ada ABC Swalayan Warga Purbalingga akan Baik-baik Saja Nggak Punya Mall Mojok.co

Selama Ada ABC Swalayan, Warga Purbalingga akan Baik-baik Saja Nggak Punya Mall

9 November 2023
Kecamatan Mandiraja, "Surga" yang Diabaikan oleh Banjarnegara, padahal Potensinya Tanpa Batas!

Kecamatan Mandiraja, “Surga” yang Diabaikan oleh Banjarnegara, padahal Potensinya Tanpa Batas!

12 Juli 2024
4 Keunikan UIN SAIZU Purwokerto yang Nggak Ada di Kampus Lain purwasera uin saizu

Hal-hal Menyebalkan yang Hanya Bisa Dipahami Mahasiswa UIN SAIZU Purwokerto

22 Agustus 2025
Jalan Karangreja, Jalur Penghubung Purbalingga-Pemalang yang Bikin Pengendara Tegang

Jalan Karangreja, Jalur Penghubung Purbalingga-Pemalang yang Bikin Pengendara Tegang

31 Oktober 2023
Pekalongan Bikin Orang Purbalingga Lebih Bersyukur, Kotanya Problematik Bikin Nggak Betah Mojok.co

Pekalongan Bikin Orang Purbalingga Lebih Bersyukur, Kotanya Problematik Bikin Nggak Betah

19 Maret 2024
Purwokerto Membuat Orang Purbalingga Cemburu dan Iri Hati (Unsplash) kemacetan

Berbagai Fasilitas dan Kemudahan di Purwokerto Membuat Saya Sebagai Orang Purbalingga Cemburu

22 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.