Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sedih sih, tapi Bandara Husein Sastranegara Memang Sudah Saatnya Pensiun

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
14 Juli 2023
A A
Sedih sih, tapi Bandara Husein Sastranegara Memang Sudah Saatnya Pensiun

Sedih sih, tapi Bandara Husein Sastranegara Memang Sudah Saatnya Pensiun (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung punya sejarah panjang. Didirikan Pemerintah Kolonial Belanda pada 1920 dengan nama Vliegveld Andir atau Lapangan Terbang Andir. Sempat diambil alih Jepang pada masa penjajahan Jepang, lalu diambil alih lagi oleh AURI (Angkatan Udara Indonesia) saat Indonesia merdeka, hingga akhirnya jadi bandara komersial pada 1973.

Nama Husein Sastranegara sendiri diambil dari nama seorang pilot militer AURI yang gugur pada saat latihan terbang di Yogyakarta 26 September 1946. Perubahan nama tersebut terjadi atas Surat Keputusan Nomor: 76/48/Pen.2/KS/52 tanggal 17 Agustus 1952 yang diteken oleh Kepala Staf Angkatan Udara Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Sayangnya, dilansir dari Republika, mulai Oktober 2023 seluruh penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung dipindahkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya yang ingin terbang ke berbagai daerah maupun luar negeri nantinya bisa memanfaatkan Tol Cisumdawu untuk menuju Bandara Kertajati.

Sejak saya lahir hingga sekarang, saya belum pernah naik pesawat dari bandara ini sekalipun. Saya juga belum pernah landing di bandara ini sama sekali. Bahkan, sebagian besar warga Bandung, termasuk sanak saudara, teman kuliah, hingga rekan kerja saya pun jarang banget yang berangkat dari bandara ini maupun tiba di Kota Bandung via bandara ini. Saya sih, milih ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Selain karena Pemerintah memutuskan untuk memindahkan seluruh penerbangan ke Kertajati, ada sejumlah faktor lain yang menjadi alasan kenapa bandara ini ditutup untuk penerbangan sipil.

Runway Bandara Husein Sastranegara yang terlalu pendek

Runway Bandara Husein Sastranegara bisa dikatakan pendek jika dibandingkan dengan Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, dilansir dari Kompas, karena dikelilingi oleh pegunungan, hanya ada satu celah untuk keluar masuk, yaitu melalui celah Padalarang. Opsi penerbangan jadi terbatas, terlebih saat cuaca buruk.

Untuk pesawat-pesawat besar, mereka nggak bisa mendarat di sini karena runway-nya kecil banget. Makanya sejak dulu maskapai lebih memilih ngetem di Bandara Soekarno-Hatta sekalian yang jaraknya “hanya” beberapa jam perjalanan saja dari Kota Bandung.

Mau runway-nya diperpanjang juga nggak akan bisa karena letak bandara ini di tengah kota. Menggusur wilayah di sekitarnya juga nggak akan bisa. Selain terpentok wilayah permukiman warga yang agak mustahil untuk digusur, banyak gedung pemerintahan hingga hotel yang berdiri di sekelilingnya.

Baca Juga:

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Baca halaman selanjutnya

Kertajati lebih menjangkau wilayah lain

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2023 oleh

Tags: Bandara Husein SastranegaraBandungkertajatisoetta
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Jatinangor

Berkenalan dengan Jatinangor, Kota Kecil dengan Lautan Mahasiswa

10 September 2019
soreang bandung mojok

Soreang: Nyaman untuk Ditempati, tapi Tidak untuk Mencari Rezeki

19 Januari 2021
Ridwan Kamil, ibu kota Jawa Barat pindah ke Cikarang saja (Unsplash.com)

Ridwan Kamil, Cikarang Bakal Cocok Jadi Ibu Kota Jawa Barat

16 Oktober 2022
Depok-Tangerang Sepele, Cuma Tempat Numpang Pekerja Jakarta (Pexels)

Depok dan Tangerang Dipandang Lebih Rendah Dibanding Jakarta karena Sebatas “Tempat Numpang” Para Pekerja

4 Maret 2025
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Telkom University Bandung

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Telkom University Bandung

12 Maret 2025
3 Tempat Makan di Bandung yang Buka Dini Hari Terminal Mojok

3 Tempat Makan di Bandung yang Buka Dini Hari

26 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.