Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bandar Lampung Terbuat dari Flyover, Pulang, dan Pasangan

Pahlevi Ahmad Prabowo oleh Pahlevi Ahmad Prabowo
5 Oktober 2020
A A
bandar lampung flyover dinasti politik mojok

bandar lampung flyover dinasti politik mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang mahasiswa rantau, saya sebenarnya sedikit malu ketika harus bertemu dengan beberapa teman lama, terutama teman masa sekolah yang telah lebih jauh merantau ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Bayangkan saja, mereka yang memilih melanjutkan pendidikan di kota-kota besar dengan segala romantisasinya, bisa dengan bangganya bercerita. Tentang Jogja yang terbuat dari rindu, pulang dan angkringan, atau tentang Kota Bandung yang bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersama ketika sunyi. Hal-hal tersebutlah yang akhirnya membuat saya terus-terusan mencari apa saja yang bisa dibanggakan dari Bandar Lampung, kota tempat saya merantau. Kota yang selalu menjadikan flyover atau jembatan layang sebagai solusi dari kemacetan.

Saya ingat betul pertama kali pindah dari Lampung bagian barat menuju Bandar Lampung pada pertengahan tahun 2016. Saat pertama kali berkeliling Bandar Lampung seorang diri bermodalkan google maps dan Motor Yamaha X-Ride produksi 2015. Pemandangan yang saya lihat saat itu hanyalah flyover dan baliho khas pejabat, korelasi antara ucapan dan fotonya tidak ada. Seingat saya, 2012 adalah awal mula Pak Herman HN (Walikota Bandar Lampung) ketagihan membangun flyover di kota terpadat kedua di Pulau Sumatra ini.

Setelah empat tahun lebih saya tinggal di kota ini, terhitung sudah ada delapan flyover, dan pembangunannya masih akan terus berlanjut. Kalau ditanya apakah dengan adanya flyover kemacetan di Bandar Lampung berkurang, ya mohon maaf ini, Pak, sepertinya belum banyak pengaruhnya. Sebab, pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor meningkat juga setiap tahunnya. Tapi, bukan masalah buat saya. Kita bisa kesampingkan itu semua. Setidaknya, sekarang saya mulai bisa membanggakan diri di depan teman-teman, sambil bercerita seberapa seringnya saya melihat pasangan yang tengah memadu kasih di tepi flyover.

Ketika malam minggu tiba, terlihat dari kejauhan sepasang kekasih yang sedang asik bertukar kisah. Sembari duduk di atas motor matic dengan gaya modifan baby Thai Look lengkap dengan helm DJ Maru-nya. Kalau boleh meminjam potongan puisinya Pak Jokpin, maka saya dengan bangga akan berkata: Bandar Lampung terbuat dari flyover, pulang, dan pasangan. Kenapa pasangan? Ya tentu karena di mana pun saya berada, selagi saya masih melihat baliho atau sekadar stiker di pintu rumah, yang menampilkan foto sepasang suami istri dengan senyum dan pose khas pejabat. Saya yakin kalau saya masih berada di Bandar Lampung.

Sepasang suami istri yang saya maksud di sini tidak lain dan tidak bukan adalah Bonnie dan Clyde Pak Walikota, Herman HN dan istrinya sendiri, Bunda Eva HN. Ya tidak jadi masalah juga si, kalau foto beliau-beliau ini bertebaran di mana-mana. Bisa jadi, tujuan awalnya adalah untuk memperkenalkan istri beliau ke publik secara tidak langsung. Positif thinking saja, bisa jadi semua ini tujuannya adalah untuk melanjutkan program kerja dan cita-cita Pak Herman HN untuk menjadikan Bandar Lampung kota seribu flyover. Berhubung tahun ini adalah tahun terakhir beliau menjabat sebagai walikota,ya siapa lagi yang akan mampu melanjutkan program kerja beliau kalau bukan istrinya sendiri. Lha, kok jadi politik dinasti? Ya nggak apa-apa juga, lagi ngetren kok di kalangan politikus, terutama yang ada merah-merahnya. Mungkin mereka-mereka ini berniat baik, yaitu ikut menyukseskan program pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Program yang saya maksud adalah KB atau Keluarga Berkuasa.

Kalau dipikir-pikir lagi, sih, saya yang hanya seorang mas-mas kabupaten ini tahu apa? Saya selalu kebingungan ketika ada yang bertanya terkait tempat nongkrong yang recommended di Bandar Lampung. Jujur saja, saya lebih tahu di mana tempat penjual sekoteng mangkal tiap malam, atau tukang bandrek mana yang penjualnya ramah, ketimbang coffee shop mana yang paling oke.

Saya sebenarnya tidak suka berjualan romantisme suatu kota, terutama kota yang menjadi tempat saya menetap beberapa tahun kebelakang ini. Tapi, tidak salah juga kalau ada yang bilang tempat perantauan adalah tempat kedua untuk pulang setelah rumah. Setidaknya, di kota ini saya bisa lebih memahami apa yang dikatakan oleh George Miller “I live in a constant state of fear and misery”. Ketakutan akan apa? Sekarang sih, segalanya terdengar menakutkan, hehehe.

BACA JUGA 3 Fitur Tersembunyi Kalung Anti-Corona yang Terlalu Diremehkan Banyak Orang dan artikel Terminal Mojok lainnya.

Baca Juga:

Orang dari Kota Besar Stop Berpikir Pindah ke Purwokerto, Kota Ini Belum Tentu Cocok untuk Kalian

5 Hal yang Jarang Diketahui Orang di Balik Kota Bandung yang Katanya Romantis 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2022 oleh

Tags: bandar lampungdinasti politikkampungkotaromantisasi
Pahlevi Ahmad Prabowo

Pahlevi Ahmad Prabowo

Pegiat begadang, tapi mampu ngantuk di bawah tekanan.

ArtikelTerkait

Bukan Superindo, Transmart, apalagi Hypermart, Orang Bandar Lampung Lebih Suka Belanja di Chandra Supermarket

Bukan Superindo, Transmart, apalagi Hypermart, Orang Bandar Lampung Lebih Suka Belanja di Chandra Supermarket

12 November 2024
Orang Kota Nggak Cocok Menghabiskan Masa Pensiun di Desa, Nggak Usah Sok-sokan Mojok.co

Orang Kota Nggak Cocok Menghabiskan Masa Pensiun di Desa, Nggak Usah Sok-sokan

6 Mei 2024
persahabatan

Di Kampung Saya, Bahasa Indonesia Masih Dianggap Milik Orang Kota

3 Mei 2020
5 Kota yang Layak Kamu Impikan selain Cappadocia Terminal Mojok

5 Kota yang Layak Kamu Impikan selain Cappadocia

2 Januari 2022
4 Oleh-oleh Khas Solo yang Sebaiknya Jangan Dibeli revitalisasi Solo kaesang pangarep

Revitalisasi, Langkah Pertama Meromantisasi Solo

30 Januari 2023
Orang Jakarta Stop Berpikir Pindah ke Purwokerto, Kota Ini Tidak Cocok untuk Kalian Mojok.co

Orang dari Kota Besar Stop Berpikir Pindah ke Purwokerto, Kota Ini Belum Tentu Cocok untuk Kalian

11 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.