Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Baik Indomie maupun Mie Sedaap, Nenek Saya Nyebutnya Tetap Sakura!

Lestahayu oleh Lestahayu
18 Mei 2020
A A
supermi, Jika Makanan Bisa Diberi Gelar Pahlawan, Maka Kami Akan Memilih Mie Instan Sebagai Pahlawan Anak Kosan!
Share on FacebookShare on Twitter

Di kamus perbahasaan nenek saya yang sudah renta, dua merek mi instan—sebut saja Indomie dan Mie Sedaap—yang sebegitu terkenal dan fenomenalnya itu nggak pernah ada. Apa itu Indomie dan Mie Sedaap? Nggak kenal dan nggak penting banget tuh merek. Mau itu Indomie kek, Mie Sedaap kek, nenek saya sih bodo amat. Di mata beliau, merek mi instan itu sama semua dan adanya ya cuma satu: Sakura.

Iya, bahkan kata “mie”-nya juga dibikin hilang tanpa jejak. Pokoknya, apa pun alasan dan mereknya, serta bagaimanapun cara memasak dan apa saja varian rasanya, mi yang ada dalam kemasan disertai bumbu itu namanya pasti Sakura!

Bagi yang belum tahu, Mie Sakura merupakan salah satu merek mi instan produksi PT Indofood yang pernah populer di kalangan anak 90-an, seenggaknya di sekitar tempat tinggal saya. Pertama kali saya jajan ini, kalau nggak salah waktu itu harganya 500 rupiah. Ukuran kemasannya lebih mungil daripada bungkusan mi instan lain yang beredar. Sangat pas untuk perut saya yang kala itu masih kecil.

Kemantapan kombinasi antara harga yang lebih ramah kantong serta kemasan yang nggak mubazir untuk anak kecil, kian mengukuhkan posisi Mie Sakura sebagai jajanan favorit anak-anak dan sebagian orang dewasa. Kala itu, belasan tahun yang lalu, jauh sebelum terjadi perdebatan sengit antara para penggemar Indomie dan Mie Sedaap seperti sekarang.

Dengan rekam jejak yang begitu panjang dan nempel dalam benak, rasanya sah-sah saja kalau nenek saya justru lebih akrab dengan Mie Sakura ketimbang Indomie, Mie Sedaap, Supermie, Mie Kare, Sarimi, Mie ABC, Mie Selera Rakyat, maupun merek-merek mi instan lainnya. Sampai-sampai saban kali bahas mi instan, nenek saya masih sering keceplosan menyebut Sakura, meski sadar bahwa merek yang dimaksud itu nggak ada lagi di warung-warung terdekat.

Fakta tersebut bikin saya mikir sebentar. Seandainya nenek saya ini menulis artikel tentang mi instan di Terminal Mojok, mungkin akan ada yang menjulukinya sebagai wibu garis keras tanpa harus repot-repot nonton serial Naruto yang ada Sakura-nya. Julukan wibu bisa jadi mengalir begitu deras kepada nenek saya yang berhobi nonton sinetron dari zaman Tersanjung sampai Orang Ketiga, hanya gara-gara beliau menyebut segala merek mi instan dengan Sakura, yang menjadi nama bunga khas Jepang.

Nenek saya pun dikira susah move on dari peradaban masa silam, mentang-mentang masih ingat jasa Mie Sakura bagi kehidupan. Lebih parah lagi, mungkin nenek saya dibilang nggak cinta bahasa Indonesia dan produk dari dalam negeri, hanya karena sungkan menyebut nama Mie Sedaap dan Indomie. Lebih ekstrem daripada itu, nenek saya bisa aja malah diduga sebagai penganut aliran sesat dan penyebar kesyirikan. Karena berani-beraninya menyebut nama dari suatu merek benda yang nggak gampang dilihat wujudnya seperti Indomie dan Mie Sedaap yang tersebar nyata di mana-mana.

Memang benar, nenek saya sudah mencoba mi instan dengan berbagai merek dan varian rasa. Beliau pun sadar betul bahwa sekarang Sakura nggak gampang ditemui seperti dulu lagi. Tapi rasanya sungkan banget menyebut merek selain Sakura, yang punya peluang lebar untuk salah sebut merek juga. Jadi, mungkin cara paling aman untuk menghindari salah sebut merek adalah menyebut segala merek mi instan dengan Sakura. Lantaran ini jadi jenis kesalahan yang bisa dimaklumi ketimbang salah sebut Mie Sedaap jadi Indomie atau sebaliknya.

Baca Juga:

Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

Tak Ada Mie Instan yang Tetap Enak Dimakan Mentah selain Mie Sedaap Goreng

Itu kan mbah-mbah, ya. Saya aja kalau nggak sadar nyebut merek mi instan yang aneh-aneh macam Indomie dan Mie Sedaap di depan generasi seangkatan mbah itu, malah jadi salting karena merasa salah sebut merek. Kemudian cepat-cepat meralat. Walaupun konsekuensinya harus diomeli simbok karena jadi kuno banget menyebut Indomie dan Mie Sedaap dengan Sakura. Tapi saya sih cengengesan aja. Ya daripada mbah-mbah nggak ngerti maksud omongan cucu sendiri, kan mending saya yang mengalah dengan mengganti mi instan dengan sebutan Sakura.

Jadi, teruntuk para pemuja Mie Sedaap maupun Indomie. Saya mohon maaf sekali, kalian harus patah hati di depan mbah-mbah saya. Pasalnya di mata mereka, yang kalian ributkan itu namanya tetap sama-sama Sakura. Ya, palingan sebutan yang nggak mentah-mentah banget tuh jadinya Sakura Sedaap dan Sakura Indomie.

BACA JUGA Nggak Usah Ngeyel, Mie Sedaap Lebih Enak daripada Indomie atau tulisan Lestahayu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2020 oleh

Tags: indomieMie Sakuramie sedaap
Lestahayu

Lestahayu

Sebagian orang memanggil saya Hayu, tapi lebih banyak yang memanggil Septi. Pernah pacaran satu kali. Suka menulis cerita fiksi, makanya pengin jadi sahabat PUEBI dan KBBI.

ArtikelTerkait

5 Varian Indomie yang Layak Dipertimbangkan Jadi Menu Buka Puasa Anak Kos

5 Varian Indomie yang Layak Dipertimbangkan Jadi Menu Buka Puasa Anak Kos

9 Maret 2025
Indomie Goreng Orisinal Membuat Saya Jatuh Cinta Kedua Kalinya (Shutterstock)

Saya Sempat “Selingkuh” dengan Mie Sedaap, tapi Sekarang Jatuh Cinta Lagi Sama Indomie Goreng

20 Januari 2023
Resep Indomie ala Burjo Terminal Mojok

Resep Indomie ala Burjo: Dijamin Enak!

22 Juni 2022
5 Varian Indomie Ini Sebaiknya Diproduksi Kembali, Rasanya Endeus Mantulita!

5 Varian Indomie Ini Sebaiknya Diproduksi Kembali, Rasanya Endeus Mantulita!

29 Juli 2022
Saya Sudah Mencoba Resep Indomie Goreng Dicampur Indomie Ayam Bawang dari King Aloy, dan Rasanya Biasa Saja

Saya Sudah Mencoba Resep Indomie Goreng Dicampur Indomie Ayam Bawang dari King Aloy, dan Rasanya Biasa Saja

7 Desember 2025
Battle Mi Keju Richeese vs Mie Sedaap Korean Cheese Buldak Terminal Mojok

Battle Mi Keju: Richeese vs Mie Sedaap Korean Cheese Buldak, Mana yang Keju Banget?

28 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.