Saya baca salah satu tulisan Terminal Mojok berjudul 12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”. Saya jadi kepikiran untuk menulis hal serupa, tapi dalam Bahasa Sunda yang terdengar tidak kalah unik.
Dalam Bahasa Sunda, hujan bisa diterjemahkan dalam banyak istilah tergantung konteks dan kondisinya. Di kuping saya istilah-istilah ini tidak aneh karena sering digunakan sehari-hari. Namun, di kuping orang-orang bukan Sunda, macam-macam istilah ini mungkin terdengar unik.
#1 Berbagai istilah dalam Bahasa Sunda untuk hujan yang datang perlahan
‘Pras-pris’ adalah istilah untuk hujan rintik-rintik di awal sebelum hujan deras. Hujan yang seolah-olah jadi “peringatan” bagi orang-orang. Tak lama setelah itu, suasana bisa berubah menjadi ‘miripis’, sebuah jenis hujan gerimis kecil, tapi rapat yang mulai membasahi permukaan tanah.
Jika beruntung, kita mungkin merasakan istilah ‘muruhpuy’, yaitu jenis hujan yang paling lembut karena tetesannya sangat halus seperti debu yang melayang di udara, nyaris tak terasa di kulit, tapi mampu membuat suasana menjadi syahdu. Namun, terkadang, hujan gerimis justru datang dengan tetesan yang lebih besar namun jatuh dengan jeda yang jauh, sebuah fenomena dalam Bahasa Sunda disebut ‘cukclak’.
#2 Istilah hujan ketika langit seakan tumpah dan marah
Ketika langit mulai kehilangan kesabarannya, turunlah hujan yang datang tiba-tiba yang dalam Bahasa Sunda disebut ‘ngagebrét’. Istilah ini untuk kondisi di mana air hujan tumpah dengan derasnya seolah-olah bendungan jebol.
Suasana hujan dalam Bahasa Sunda akan semakin mencekam sekaligus megah kalau berubah jadi hujan angin dordar gelap. Dalam kondisi ini, hujan lebat bukan lagi satu-satunya aktor, ada indikator lain seperti angin kencang yang menggoyangkan pepohonan, sementara guntur dan kilat bersahut-sahutan (suara dordar).
#3 Istilah hujan dalam bahasa Sunda membingungkan
Alam seringkali menunjukkan sisi jenakanya melalui istilah hujan dalam Bahasa Sunda yakni hujan ‘poyan’, sebuah kontradiksi di mana air jatuh dari langit tepat saat matahari sedang bersinar dengan teriknya (hujan panas).
Misteri lainnya muncul dalam bentuk hujan ‘luluwukan’ atau hujan yang bersifat sektoral. Biasanya begini, kampung A hujan, tapi di Kampung B yang berdekatan tidak hujan. Anda mungkin sedang basah kuyup di satu sisi kampung, tapi hanya beberapa meter di depan, kampung tetangganya tampak kering kerontang seolah-olah hujan memiliki garis batas yang tegas.
#4 Istilah hujan yang awet dan bertahan lama
Ada kalanya hujan tidak mencari perhatian dengan suara keras, melainkan dengan ketabahan. Itulah ‘ngecrek’ atau ‘ngeucrek’ yang memiliki arti hujan kecil yang tak kunjung usai, bertahan dari pagi buta hingga larut malam, atau bahkan berhari-hari tanpa jeda, hingga menciptakan suasana yang lembab dan dingin yang menusuk tulang.
Itulah beberapa istilah hujan dalam Bahasa Sunda. Dengan mengenal istilah setiap jenis hujan, kita tidak hanya belajar tentang cuaca saja, akan tetapi juga merawat kekayaan bahasa yang menjadi warisan identitas kita sebagai orang Sunda dan bagi warga Indonesia.
Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Panduan Belajar Bahasa Sunda yang Tidak Baik dengan Benar.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
