Menguasai Bahasa Mandarin Lebih Menjanjikan daripada Bahasa Inggris, Peluang Kerja dan Gaji Lebih Besar

Menguasai Bahasa Mandarin Lebih Menjanjikan daripada Bahasa Inggris, Peluang Kerja dan Gaji Lebih Besar Mojok.co

Menguasai Bahasa Mandarin Lebih Menjanjikan daripada Bahasa Inggris, Peluang Kerja dan Gaji Lebih Besar (unsplash.com)

Bahasa Mandarin mulai banyak dilirik disamping Bahasa Inggris karena peluangnya yang menggiurkan. 

Banyak keuntungan diperoleh dengan menguasai bahasa asing. Apalagi di era seperti sekarang ini ketika batas-batas antar negara seolah tidak kasatmata karena perkembangan informasi dan teknologi. Seseorang yang menguasai bahasa asing bisa memperluas pengetahuan, relasi, hingga kesempatan kerja. 

Banyak orang mengira, menguasai Bahasa Inggris saja sudah cukup. Padahal aslinya, ada banyak bahasa selain Bahasa Inggris yang lebih menjanjikan, misalnya Bahasa Mandarin. Jujur saja, di mata saya bahasa asing yang satu ini terlihat lebih menjamin apalagi untuk dunia kerja. Perasaan saya ini, seolah diamini oleh riset Hotcourses Indonesia. Riset itu mengungkapkan, Bahasa Mandarin termasuk dalam 10 bahasa di dunia yang menjanjikan untuk para pekerja di Indonesia.

Peluang kerja yang lebih menjanjikan daripada orang yang menguasai Bahasa Inggris

Digdaya Tiongkok dalam sektor perdagangan menjadi salah satu alasan kuat mengapa bahasa yang satu ini perlu dikuasai, Apalagi untuk masyarakat Indonesia, seperti yang kita tahu, selama ini pemerintah menjalin kerjasama yang cukup erat dengan Negeri Tirai Bambu. Oleh karena itu, jangan heran kalau semakin banyak perusahaan Indonesia, baik di BUMN maupun swasta, yang memprioritaskan calon pekerja yang menguasai Bahasa Mandarin.

Banyak posisi di perusahaan yang memerlukan kemampuan bahasa ini. Kalian bisa menempati posisi penerjemah, bagian bisnis, hingga bagian hubungan internasional. Sementara dilihat dari pelamar kerjanya, penutur Bahasa Mandarin di Indonesia cenderung sedikit. Oleh karena itu, persaingan untuk menduduki posisi-posisi di atas cenderung tidak ketat, peluang diterima pun semakin besar. 

Tidak perlu khawatir terkait kesejahteraan, sejauh pengamatan saya, lowongan kerja bagi mereka yang menguasai bahasa ini sangat menggiurkan. Gaji yang ditawarkan tidak main-main, rata-rata sudah mencapai 2 digit. Tentu nominalnya tergantung pada posisi dan job description-nya. 

Baca halaman selanjutnya: Belajar Bahasa Mandarin jauh lebih …

Belajar Bahasa Mandarin jauh lebih sulit daripada Bahasa Inggris

Saya rasa penawaran gaji yang tinggi itu setara dengan proses belajar Bahasa Mandarin yang sulitnya minta ampun. Menurut USA Today, Bahasa Mandarin adalah bahasa tersulit di dunia. Saking susahnya, untuk mempelajari bahasa ini dari nol, seseorang minimal perlu waktu hingga 2.200 jam belajar aktif atau setara 88 minggu.

Di sisi lain, biaya kursus bahasa ini tidaklah murah. Rata-rata tempat kursus mematok harga Rp3 juta per bulan, jumlah yang tidak sedikit untuk warga Indonesia. Apalagi untuk kaum mendang-mending. 

Kalau boleh memutar waktu, selain belajar Bahasa Inggris, saya juga ingin belajar Bahasa Mandarin. Lowongan pekerjaannya semakin banyak dan penawarannya kian menarik. Memang sih perlu modal duit dan waktu yang besar di awal, tapi itu sepadan dengan penawaran yang diberikan. 

Kalau pada akhirnya saya tidak bekerja di perusahaan, membuka kursus Bahasa Mandarin sepertinya tidak kalah menarik. Bayangkan Rp3 juta per bulan, satu murid saja, itu sudah lebih tinggi dibanding pekerja Jogja yang bekerja pagi-siang-sore-malam. Bukankah menguasai Bahasa Mandarin sangat menggiurkan?  

Penulis: Rino Andreanto
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bahasa Mandarin, Bahasa Paling Susah untuk Dipelajari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version