Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bagi Saya, Nggak Masalah kalau Ada Teman Minta Jasa Gambar Gratis

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
30 September 2020
A A
Bagi Saya, Nggak Masalah kalau Ada Teman Minta Jasa Gambar Gratis terminal mojok.co

Bagi Saya, Nggak Masalah kalau Ada Teman Minta Jasa Gambar Gratis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini saya nggak mau gabut-gabut banget dan kerja yang itu-itu doang, akhirnya saya kepikiran buat mencari satu kegiatan baru dan nggak terlalu sulit dilakukan. Setelah saya cari-cari, alhamdulillah saya menjumpai titik temu, kegiatan tersebut adalah menggambar. Kegiatan inilah yang akan membawa saya pada argumen bahwa memberikan gambar gratis ke teman itu nggak masalah.

Awalnya saya kembali ingin menggambar ketika saya sedang buka-buka galeri dan menyadari kalau di dalamnya banyak banget ilustrasi-ilustrasi dan quotes yang saya simpan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Demi memuaskan rasa penasaran dan menghilangkan kegabutan, saya mencari tahu caranya bikin karya serupa. Setelah dicari, ternyata ada beberapa metode. Dua diantaranya adalah ada yang pakai cara tradisional dengan gambar pakai pensil dan alat yang sejenis, dan ada yang gambarnya pakai alat-alat digital. Metode kedua menggambar ini sangat baru bagi saya.

Kemudian saya mencari apa yang dibutuhkan untuk bikin gambar digital. Awalnya agak ragu sih, soalnya kebanyakan orang-orang menggunakan cara dan aplikasi yang agak rumit. Sampai akhirnya saya menemukan aplikasi yang cocok yang bisa saya gunakan di ponsel Android. Petualangan saya untuk menggambar dimulai.

Saya suka banget liatin gambar seorang tokoh yang dijadikan kartun. Akhirnya saya iseng-iseng aja menggambar tokoh. Setelah selesai, langsung saya share di media sosial pribadi walaupun hasilnya agak burik. 

Beruntungnya, ada teman yang berbaik hati untuk saya tembaki banyak pertanyaan terkait pengembangan hasil gambarnya. Mulai dari pemilihan warna, bayangan, bikin rambut yang benar, bikin gambar hidung yang benar, dan beberapa pertanyaan lainnya.

Saya bersyukur karena katanya, ada perkembangan dari hasil gambar saya. Nah, di fase ini, saya memutuskan untuk iseng menggambar wajah teman-teman dekat saya. Saya ambil saja foto secara random, lalu saya gambar wajah mereka. Eh tapi, sebenarnya bukan gambar sih, lebih pada menjiplak, atau yang biasa disebut “tracing”. Setelah proses tracing selesai, langsung saya kirimkan kepada si empunya wajah. Awalnya saya pikir orang tersebut bakalan tertawa karena melihat hasil gambar saya, ternyata malah senang dan sangat berterima kasih. Di sinilah saya sangat bahagia.

Petualangan menggambar berlanjut dengan cara yang sama, yakni cari foto teman secara “random-tracing-kirim”. Sebab saya cukup pede dan udah agak lama menggambar wajah teman-teman, hasil gambar saya post ke media sosial. Lama-kelamaan, kayaknya ada yang tertarik lagi dengan hasil gambar saya. Banyak teman yang minta fotonya dijiplak dan dijadikan kartun seperti yang saya bagikan.

Baca Juga:

Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

Urban Legend FBSB UNY yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Tanpa pikir panjang, langsung saja saya iyakan dan langsung saya eksekusi. Gambar selesai, langsung kirim. Tanpa ada tendensi apa-apa, termasuk bayaran dari hasil gambarnya.

Ini pekerjaan yang cukup membahagiakan bagi saya. Sebab saya berpikir, bahwa kebahagiaan orang lain, adalah kebahagiaan saya juga.

Setelah sekitar satu bulan saya sering gambar-gambarin orang, ada satu teman saya yang berwatak dagang bilang bahwa gambar-gambar gitu bisa dijual dan jadi duit. Saya ragu, emang iya? 

Teman saya ini membantu mempromosikan gambar saya dan menyarankan untuk memoles media sosial saya sendiri.

Sekitar dua bulan, saya kebanjiran pesanan dari teman-teman dekat. Walaupun rasanya agak berbeda, ada patokan tarif pada tiap gambarnya. Nah ini, masalahnya di sini. Setelah dua bulan, pesanan jadi turun dan saya nggak tahu harus ngapain lagi. 

Perasaan sumringah seusai menggambar jadi hilang karena mikirin kenapa orderan sedikit banget. Saya jadi nggak bahagia kayak dulu waktu kasih gambar gratisan.

Dari sini saya sadar, kenapa yang dulunya kasih gratisan saya buahagia banget, sedangkan ketika diuangkan dan nggak ada pesanan, saya malah nggak menemukan nikmatnya menggambar lagi. 

Saya muak banget sama perasaan sepi, akhirnya ya saya balik lagi untuk gambarin teman-teman yang mungkin belum kebagian saya gambarin. Mau nggak mau, bodo amat. Dibayar nggak dibayar, bodo amat. Tapi, kebanyakan sih, mau-mau aja kalau saya gambarin.

Nggak tahu kenapa, saya nggak setuju banget kalau semua harus berbayar dan saya harus mematok tarif. Rasanya nggak pas dan agak gimana ya. 

Apalagi kalau ada yang buka usaha sejenis misuh-misuh dan chat ketika ada teman minta gratisan di-share ke media sosialnya. Padahal kan, nggak masalah. Namanya juga teman. Nggak enak juga kalau hubungan pertemanan jadi kaku gara-gara masalah sepele: minta gambar gratis.

Bagi saya nggak apa-apa, gambarin aja secara cuma-cuma. Hubungan pertemanan bisa jadi erat. Lagian, kita kan nggak tahu, di kemudian hari mungkin kita membutuhkan teman kita yang sedang minta gambar gratis ini. 

Selain itu, menggambar buat teman secara gratis juga momen melatih skill. Semakin hari kita semakin lihai.

Duit mah kayaknya gampang. Cukup yakin aja sama yang memberi rezeki. Arahnya bisa nggak disangka-sangka. Mungkin dengan perasaan nggak enak kalau nggak kasih gambar gratis ke teman, Tuhan juga nggak enakan kalau nggak kasih kita rezeki. 

Wong temen yang minta kok, itung-itungan. Ikatan pertemanan nggak pantas dikorbankan hanya demi perkara kecil ini. Jadi nggak masalah kalau mau gambar gratis.

Lalu, untungnya di mana? Kegiatan gambar saya jadi rame lagi. Saya jadi bahagia lagi mendengar ucapan terima kasih. Teman-teman saya juga tambah banyak.

BACA JUGA Mobile Legends dan Orang-orang Menjengkelkan di Dalamnya dan tulisan Firdaus Al Faqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2020 oleh

Tags: desain grafisSeni
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

Desain Grafis dan Profesi yang Bakal Tetap Menguntungkan (Unsplash)

Desain Grafis dan Profesi yang Bakal Tetap Menguntungkan

19 Desember 2022
Urband Legend FBSB UNY yang Bikin Bulu Kuduk Merinding Mojok.co

Urban Legend FBSB UNY yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

28 Juni 2025
seni untuk tidak pergi ke manapun

Catatan Tentang Seni Untuk Tidak Pergi ke Manapun

12 Mei 2019
canva desain grafis etis aplikasi editing mojok

Betapa Gelinya Mendengar Bacotan Orang yang Sewot sama Canva

4 Oktober 2020
Berkenalan Lebih Dekat dengan Seni Vektor, Kado Unik yang Lagi Naik Daun Terminal Mojok

Berkenalan Lebih Dekat dengan Seni Vektor, Kado Unik yang Lagi Naik Daun

7 Januari 2021
9 Masjid Terdekat dari Tugu Jogja

Jogja Memang Benar-benar Istimewa, Tanpa Syarat, Tanpa Ketentuan

1 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak  Mojok.co

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

28 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.