Mukhammad Nur Rokhim, Author at Terminal Mojok

Penulis: Mukhammad Nur Rokhim

Juru Pikir di Pendhapa Kabudayan.

ArtikelFeatured

‘Bang-bang Wetan’, Lagu Jawa Sarat Makna yang Sering Dikira Lagu Horor

Mukhammad Nur Rokhim

“Bang-bang Wetan” sama sekali bukan lagu horor. Tidak semua lirik lagu berbahasa Jawa atau bahasa daerah lantas dikaitkan dnegan mistis.

Artikel

Tingkat Egaliter Seseorang Diukur dari Tempat Duduknya

Mukhammad Nur Rokhim

Sebuah ungkapan klasik yang sering kita dengar mengatakan, “Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.” Jika bicara relevansinya, tentu peribahasa itu cukup relevan. Ketika seseorang duduk akan …

Artikel

Pandawa Adalah Simbol Yin-Yang, Mengajarkan Keseimbangan dalam Diri Manusia

Mukhammad Nur Rokhim

Secara sederhana, Yin-Yang dapat didefinisikan sebagai dua kekuatan yang saling berhubungan sekaligus berlawanan, seperti itulah Pandawa.

Artikel

Alasan Memboikot Produk untuk Menyuarakan Ketidaksetujuan Itu Tidak Tepat

Mukhammad Nur Rokhim

Ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan jika seseorang akan memboikot sebuah produk apa pun itu, dan ini harus dipertimbangkan.

Artikel

Ingin Lancar dalam Perjalanan Jarak Jauh? Ikuti Truk

Mukhammad Nur Rokhim

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencari rute dalam perjalanan, salah satunya adalah dengan mengikuti jalan yang dilalui truk.

Artikel

Kesaktian Nakula dan Sadewa dalam Cerita Pewayangan

Mukhammad Nur Rokhim

Nakula dan Sadewa, memang jarang tampil dalam cerita wayang di Indonesia. Biasanya, mereka hanya muncul pada adegan jejer di Kerajaan Amarta.

Artikel

Lakon-lakon Gugat dalam Wayang, Simbol Kesetaraan dalam Keadilan

Mukhammad Nur Rokhim

Lakon-lakon wayang yang bernuansa gugatan merupakan perwujudan di mana kebenaran memang harus diletakkan dalam kerangka yang semestinya.

Artikel

Nilai-nilai Kehidupan yang Bisa Dipetik dari Peralatan Pagelaran Wayang

Mukhammad Nur Rokhim

Wajar saja jika UNESCO mengakui bahwa wayang adalah karya agung warisan budaya dunia karena banyak nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Artikel

Gunungan: Penanda Waktu Pagelaran Wayang dan Simbol Kehidupan

Mukhammad Nur Rokhim

Gunungan atau kayon adalah bagian wayang yang kurang diperhatikan, dianggap figuran saja. Aslinya, wayang satu ini punya makna yang dalam.

Artikel

Antasena dan Wisanggeni, Pemuda Pilih Tanding dari Negara Amarta

Mukhammad Nur Rokhim

Antasena dan Wisanggeni adalah anak-anak Pandawa. Antasena anaknya Bima dan Urangayu. Wisanggeni adalah anaknya Arjuna dan Dresanala.