Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Panduan Naik Bus Pertama Kali dari Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
26 Maret 2025
A A
5 Panduan Naik Bus Pertama Kali dari Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur

5 Panduan Naik Bus Pertama Kali dari Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur (Fikri RA via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Pulo Gebang adalah salah satu terminal besar yang punya fasilitas lengkap di Jakarta. Rute keluar masuk busnya tertata dengan baik, tempat ibadahnya luas, kursi di ruang tunggunya cukup nyaman, dan toiletnya tersebar di beberapa titik—meski nggak bisa dibilang bersih banget. Bahkan Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur ini juga memiliki fasilitas ruangan menyusui yang memudahkan para ibu menyusui, lho.

Di terminal ini, bus dari banyak PO dengan tujuan ke berbagai daerah dan provinsi dapat ditemukan. Mulai ke daerah Sumatera seperti PO Lorenza, hingga ke seantero Jawa yang diisi oleh bus dari banyak PO dan kelas, misalnya PO Haryanto, Sinar Jaya, Pandawa, dan lain sebagainya. Kalau musim mudik Lebaran seperti sekarang, tak heran apabila terminal ini dipenuhi oleh para perantau yang ingin pulang kampung.

Nah, lantaran Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur ini merupakan terminal besar, tentu ada berbagai hal yang berpotensi menjadi masalah ketika penumpang tidak menyadarinya. Misalnya perihal keamanan atau kenyamanan saat menunggu bis yang akan dinaiki datang. Untuk menyadari hal tersebut, dibutuhkan sedikit pengetahuan, khususnya terkait aturan tidak tertulis supaya tidak jadi penumpang yang apes ketika berada di terminal ini.

Sebagai orang yang pernah merantau ke Jakarta dan sering bersinggungan dengan Terminal Pulo Gebang, saya punya beberapa panduan bagi para penumpang yang baru pertama kali naik bus di terminal ini.

#1 Jangan pernah beli tiket di Terminal Pulo Gebang

Aturan yang selalu saya patuhi ketika naik bus dari Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur adalah jangan membeli tiket ketika berada di terminal. Saking banyaknya agen di sana, sebagai penumpang kita bisa salah memilih bus. Salah di sini bukan salah memilih bus yang berbeda rute tujuannya, tapi lebih kepada apes mendapatkan bus yang fasilitasnya alakadarnya dan nggak nyaman.

Selain itu, yang lebih penting, meski kalian bisa menghindari calo tiket ketika berada di terminal dan langsung ke agen untuk membeli tiket, tapi kalau pembelian itu dilakukan satu atau dua jam sebelum keberangkatan, harganya bisa lebih mahal. Dan biasanya, PO bus yang bagus sukar menjual tiketnya untuk penumpang dadakan. Akibatnya, penumpang berpotensi naik PO bus sisaan yang fasilitasnya saya bilang tadi, alakadarnya bahkan nggak manusiawi.

Sebaiknya, belilah tiket beberapa hari sebelumnya melalui aplikasi seperti Traveloka, redBus, situs PO busnya, atau langsung japri ke pihak agen. Cara ini terbilang lebih aman. Saat datang nanti, penumpang bisa langsung memasuki ruang tunggu.

#2 Jangan kelihatan bingung atau ragu-ragu di Terminal Pulo Gebang

Sebenarnya aturan ini tak hanya berlaku di Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, tapi di semua terminal. Sebagai penumpang, kita harus memastikan lokasi dari agen PO bus yang kita gunakan sebelum memasuki area utama terminal.

Baca Juga:

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

Biasanya di pintu masuk, ada petugas jaga dan pemeriksaan. Nah, kita tinggal bertanya saja letak PO bus yang akan kita naiki. Jadi ketika masuk terminal, tujuan penumpang lebih jelas. Nggak bingung dioper sana-sini sama calo tiket yang menginginkan kalian membeli tiket dari mereka.

Saya pribadi pernah di posisi kebingungan saat pertama kali masuk Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur. Karena bingung dan belum beli tiket, saya dimanfaatkan para calo tiket yang ada di sana. Saat itu saya diarahkan ke salah satu PO bus di terminal tersebut. Apesnya, saya dapat PO bus yang harga tiketnya seharga kelas eksekutif tapi wujud dan fasilitas busnya semi-ekonomi.

Makanya saran saya, jangan kelihatan bingung di terminal ini. Kalau kalian belum membeli tiket, pastikan sudah tahu PO bus yang akan kalian datangi untuk menanyakan soal tiket. Jangan sampai kalian bernasib apes seperti saya.

#3 Datang lebih awal

Setelah memastikan diri sudah punya tiket dan paham seluk beluk Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah datang lebih awal. Bus yang tiba di terminal ini memang nggak selalu tepat waktu. Tapi begitu sudah tiba, mereka biasanya menunggu penumpang nggak sampai satu jam. Bahkan hanya setengah jam terus langsung berangkat. PO bus juga nggak segan meninggalkan penumpang yang masih dalam perjalanan.

Selain itu, terminal ini juga letaknya berbatasan dengan Bekasi. Jadi, kalau jadwal busnya sore hari, jalur menuju ke sini akan macet karena berbarengan dengan para pengguna jalan yang pulang kerja.

#4 Selalu periksa toilet sebelum digunakan

Meski di awal saya bilang toilet Terminal Pulo Gebang accessible karena tersebar di beberapa titik, tapi perkara fungsi harus tetap diperhatikan. Selalu cek kondisi toilet sebelum digunakan. Misalnya, apakah keran dan wastafelnya berfungsi atau nggak. Pasalnya di beberapa kondisi, plang pemberitahuan terkait kondisi toilet yang rusak itu nggak disematkan di pintu toiletnya. Entah karena belum sempat dipasang atau bagaimana, tak jarang ketika kita masuk, toiletnya malah nggak berfungsi.

Selain itu, khusus bagi perempuan, selalu cek sudut-sudut toilet untuk memastikan ada tidaknya kamera pengintip yang disembunyikan oleh orang-orang yang nggak bertanggung jawab. Hal-hal seperti ini umum terjadi lho di terminal besar, termasuk Terminal Pulo Gebang.

#5 Selalu bawa KTP atau identitas diri lainnya

Terkait dengan prosedur memasuki ruang tunggu, Pulo Gebang ini termasuk terminal yang cukup ketat. Sebelum masuk ke ruang tunggu akan ada pemeriksaan tiket. Di sana, identitas diri penumpang akan dicek, apakah sudah sesuai dengan yang tertulis di tiket dan KTP. Jadi usahakan selalu membawa identitas diri seperti KTP, ya.

Kalau nggak membawa KTP gimana? Ya nggak akan masuk. Kalau mau nakal sih bisa masuk, lewat jalur ilegal alias bayar. Tapi kan nggak baik begitu. Negara kita ini negara taat aturan, lho!

Itulah beberapa aturan tak tertulis yang perlu diperhatikan penumpang yang baru pertama kali naik bus dari Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur. Semoga dengan mengetahui hal-hal di atas, kalian sebagai penumpang terhindar dari kerugian yang bikin mood jelek saat perjalanan mudik ke kampung halaman.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Fasilitas yang Membuat Terminal Pulo Gebang Terasa Istimewa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2025 oleh

Tags: Jakarta TimurMudikMudik Lebaranterminal busTerminal Pulo Gebang
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

6 Tips Mudik Solo agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman

6 Tips Mudik Solo agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman

20 April 2023
Sleeper Bus_ Transportasi Roda Karet Paling Nyaman_ terminal mojok PO Bus mudik

Rekomendasi PO Bus untuk Mudik dari Jakarta ke Daerah Pantura  

16 April 2023
Dilema Mudik Lewat Wonosobo: Pemandangannya Indah sih, tapi Problematik banjarnegara

Dilema Mudik Lewat Wonosobo: Pemandangannya Indah sih, tapi Problematik

19 April 2023
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR

13 April 2024
Mal Jakarta Timur seperti dari “Planet yang Lain” Dibanding Mal Jakarta Selatan Mojok.co

Mal Jakarta Timur seperti dari “Planet yang Lain” Dibanding Mal Jakarta Selatan

10 Oktober 2024
Pengalaman Mengajarkan Saya Mengatasi Sea Sickness alias Mabuk Laut terminal mojok.co

Menikmati (Mirisnya) Mudik Dengan Kapal Laut, Tapi Saya Tetap Suka

26 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.