Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
30 Mei 2021
A A
Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok terminal mojok.co

Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pengguna baru TikTok yang sebelumnya nggak punya pengalaman sama sekali dengan aplikasi itu. Hal yang pertama ada dalam pikiran saya ketika menggunakan aplikasi TikTok adalah aplikasi ini keren dan cerdas. Kabar miring soal aplikasi TikTok muncul karena memang penggunanya saja yang goblok. Kalau aplikasinya, sih oke-oke aja.

Sebagai newbie user TikTok, saya hanya pede buat nyimak konten-konten orang lain. Untuk buat konten terus di-upload, saya masih nggak pede. Saya cuma berani bikin satu dan dua video saja, tapi nggak pernah saya upload. 

Dari semua konten yang saya jelajahi di TikTok, nggak semuanya buruk, masih ada yang bagus dan edukatif, tapi memang lebih banyak konten buruk yang nongol di kolom FYP saya, sih. Maklumlah, algoritma TikTok kan memang dibuat spekulatif bagi penggunanya. Mirip-mirip YouTube gitu.

Mulai dari cewek yang jogat-joget nggak jelas di tengah orang kawinan sampai di warung makan. Atau yang kemarin viral, si Kevin Samuel, dokter yang kena apes gara-gara pamer kemesuman dirinya di TikTok. Sampai ada yang bikin konten gimmick buat jadi viral di TikTok, salah satunya kalau kamu ingat ada konten TikTok yang mana si pria datang ke acara yang katanya nikahan mantannya, eh ternyata yang nikah itu sepupunya. Demi masuk FYP, si kreator bikin konten nipu.

Dari sisi teknologi, sebenarnya nggak ada yang salah sama si TikTok. Walau dulu sempat di-banned sama Indonesia gara-gara isinya kebanyakan  pornografi hingga pelecehan agama. Ditambah dulu pengguna TikTok diisi oleh bocah-bocah ingusan yang dianggap masih di bawah umur. TikTok akhirnya kembali diperbolehkan dengan syarat memperbaiki dan lebih mem-filter konten-konten yang mereka tayangkan ke depannya. Setelah pemblokiran pada 2018, ternyata TikTok melesat dengan cepat dan kembali digandrungi oleh banyak pihak. Jika dulu TikTok identik dengan bocil alay. Saat ini artis, pejabat, nenek, kakek, wanita dan pria dewasa pun menggunakan aplikasi tersebut. TikTok bertransformasi dari aplikasi khas bocil jadi aplikasi yang disukai semua kalangan dan usia.

Keberhasilan TikTok itu ditandai dengan berhasilnya aplikasi ini menggaet pengguna aktif aplikasi TikTok bulanan hingga mencapai 732 juta orang pada Oktober 2020. Tentu itu jumlah yang nggak sedikit bagi aplikasi sekelas TikTok yang dulu dipandang sebelah mata oleh kita semua. 

 Pada 2020 pengguna TikTok di Indonesia tercatat sebanyak 30,7 juta pengguna. Walau nggak yang paling banyak karena masih kalah sama India dengan total 119 juta pengguna. Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan bagi TikTok.

Sebenarnya, sekalipun TikTok sering dianggap negatif karena konten-kontennya. Namun, fitur-fitur yang ada di TikTok itu cenderung cerdas, canggih, dan keren, Kawan. Setelah saya nyoba ngoprek aplikasi TikTok karena penasaran. Fitur macam tambahkan musik di video yang dibuat itu sungguh menarik karena musik-musik yang ada di TikTok itu melimpah dan bisa sinkron dengan jenis video yang dibuat. Kalau video kita sedih, stok musik sedih ada. Kalau mau yang ceria, stok musik ceria ada. Bahkan kalau kamu bikin video kemelaratanmu, stok musik bertema kemiskinan juga ada. Betapa canggihnya TikTok ini, pantas pacar saya tergila-gila dengan aplikasi ini. 

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Ada juga fitur voice changer, intinya si user bisa mengubah suaranya jadi suara-suara yang lucu gitu. Selain itu, ada fitur sticker, filter, dan timer. Dua fitur yang saya sebut di awal adalah inti dari TikTok, jadi kalau mau bikin TikTok ya harus pakai itu. Timer berfungsi sebagai asisten pribadi untuk membidik objek. Bila pengguna TikTok tak memiliki rekan yang bisa membantu mengambil gambar atau video, dengan adanya fitur ini pengguna dapat melakukannya sendiri. Fitur favorit saya adalah fitur beautify, kalau kamu pakai fitur ini, muka yang tadinya jelek paling nggak berubah jadi lumayan nggak jelek lagi. Mantep memang.

Keseruan bikin TikTok nyatanya memang nggak hoaks. Keseruan itu nyata adanya. Namun, di balik keseruan itu, yang bikin TikTok itu nggak seru bukan karena aplikasinya, tapi penggunanya yang goblok. 

Demi mengejar FYP yang berefek nangkring di beranda, dikomentari banyak orang, sampai dapat view jutaan dan like puluhan juta. Segala cara dilakukan demi konten yang viral. Sebenarnya TikTok sudah ngasih fitur-fitur yang ciamik gunanya bukan buat konten joget-joget di tengah jalan. Bukan buat konten prank-prank sampah atau bikin konten nipu dan mesum demi masuk FYP. Kegoblokan-kegoblokan yang ada di TikTok sejatinya bukan berasal dari fitur-fitur yang ada di TikTok, tapi itu semua berasal dari penggunanya yang kelewat dungu memahami betapa banyak hal positif yang bisa dibuat dari fitur TikTok ketimbang harus pamer kegoblokan di dalamnya.

Zhang Yiming juga pertama kali bikin TikTok tujuannya untuk membuat video pendek yang memiliki misi merekam dan menyajikan kreativitas serta momen berharga. TikTok bisa bikin semua penggunanya jadi kreator kreatif melalui video berdurasi 15 detik sampai 3 menit.

Bahkan kalau mau diseriusin, TikTok juga ngasih kesempatan penggunanya buat menghasilkan uang lewat konten-konten kreatif loh ya, bukan manipulatif atau konten-konten nggak jelas dan merugikan orang lain.

Memang ketika pertama kali saya masuk ke aplikasi TikTok, saya agak risih: kenapa semua orang yang muncul di beranda TikTok pada joget-joget semua? Mau ngasih info joget dulu, mau beropini joget dulu, mau makan juga joget, bahkan mau ngasuh anak juga sambil joget-joget. Walaupun banyak hal-hal cringe di TikTok, tentu saja juga banyak konten-konten edukatif, menarik, dan bermanfaatnya. Tinggal bagaimana kitanya saja sebagai pengguna. Apakah lebih tertarik dengan konten mbak-mbak joget pakai baju mini dan konten-konten goblok lainnya, atau konten-konten yang ada di akun seperti @toolstoday, @farhanzubedii, atau @buiramira yang mungkin habis nonton video Bu Ira kamu bakal berhenti membuang waktu dan mulai ngegas untuk bikin skripsi.

Sejatinya TikTok hadir untuk mewadahi insan-insan kreatif dan manusia-manusia yang seharusnya mengerti fungsi sebenarnya dari berbagai fitur yang ada di aplikasi ini. Dan masalah klise dari sebuah aplikasi sekaligus media sosial juga tak lepas dari TikTok. TikTok adalah aplikasi yang cerdas dan keren, yang nggak cerdas memanfaatkan fitur -fitur di TikTok demi viral ya cuma penggunanya itu.

BACA JUGA 7 Alasan Orang Perlu Pindah Medsos ke TikTok dan artikel M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2021 oleh

Tags: Media SosialPojok Tubir Terminaltiktok
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden dari Perempuan Adat terminal mojok (1)

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden dari Perempuan Adat

16 Agustus 2021
Sulitnya Menjadi Fans SID dan JRX di Masa Pandemi terminal mojok

Sulitnya Menjadi Fans SID dan JRX di Masa Pandemi

25 Juni 2021
Saya Lahir di Kampung PSK dan Menyadari Tatanan Masyarakat yang Unik mojok.co/terminal

Belajar dari Unggahan Fauzi Baadilla soal Pelecehan Seksual yang Dialaminya

18 Juni 2020
satpol pp ukulele dirusak mojok

4 Barang yang Bisa Dirusak Pak Satpol PP Pontianak selain Ukulele

22 Juni 2021
Dilema Pagar Alun-alun Jogja: Takhta untuk Rakyat atau Halaman Rumah Sultan? terminal mojok.co

Dilema Pagar Alun-alun Jogja: Takhta untuk Rakyat atau Halaman Rumah Sultan?

5 Juli 2021
bahaya berbagi password media sosial dengan pacar Macam-Macam Password Akun Media Sosial Orang Indonesia

Macam-macam Password Akun Media Sosial Orang Indonesia

31 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Tapi Tumbal Orang Tua (Pexels)

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

27 Januari 2026
Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.