Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Apa Asyiknya Nonton Video Alur Cerita Film di Youtube sih?!

Raynal Payuk oleh Raynal Payuk
25 Mei 2021
A A
reuploader konten youtube snackvideo video alur cerita time code youtube MOJOK.CO

time code youtube MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Anda sering menjelajah YouTube dan suka nonton trailer film pasti kalian pernah direkomendasikan video alur cerita sama algoritma si merah. Sebagai pecinta film amatiran, saya sering lihat video alur cerita masuk ke tab rekomendasi akun YouTube saya. Video model seperti ini biasanya bisa ditonton oleh jutaan orang dan channel yang buatnya pun punya subscriber ratusan ribu orang. Saya rasa tren video model seperti ini cuma bisa ditemukan di YouTube Indonesia.

Namun, saya malas menonton video alur cerita, mau berapa banyak penonton yang sudah tonton video itu. Kalau bukan karena tulisan ini saya mah ogah nonton video yang isi kontennya cuma sekedar rangkuman film. Apa asyiknya coba, diceritakan alur film sama orang lain?

Bagaimana ya, film itu kan medium audiovisual jadi harus dinikmati secara langsung oleh mata dan telinga sendiri. Ini bukan cuma sekadar rangkaian kata-kata seperti di novel yang bisa diceritakan kembali. Pengalaman menonton film sama sekali tidak bisa diganti dengan dengerin orang mendongengkan alur ceritanya.

Kalian mungkin bisa mengerti alur cerita Children of Men dengan mendengarkan orang ngoceh alurnya doang di YouTube. Namun apakah pengalaman merasakan long take cinematographer Emmanuel Lubezki dengan mata kepala sendiri bisa dijelaskan dalam kata-kata? Bagaimana dengan penggunaan background film oleh sutradara Alfonso Cuaron yang penuh detail? Bahkan Cuaron sendiri berhasil menyampaikan semua informasi yang penonton perlu ketahui tentang film dan karakter utamanya dalam dua menit adegan pembuka saja. Lebih cepat dari pembukaan mayoritas YouTuber yang buat video alur cerita film ini.

Belum lagi, banyak video alur cerita yang sampai membeberkan spoiler di thumbnail. Padahal beberapa film memang mengandalkan plot twist untuk membawa pesan tematik mereka. Dengan membocorkannya di thumbnail, itu sama saja menghancurkan pengalaman orang lain dalam menonton film.

Contohnya film Oldboy dari sutradara Park Chan-wook. Tema utama film ini adalah tentang balas dendam dan kebenaran. Sepanjang film kita dibawa mengikuti perjuangan karakter utama kita, Oh Dae-su untuk menemukan alasan mengapa dia disekap selama 15 tahun. Penonton dibuat penasaran dengan alasan karakter utama disekap sama seperti Oh Dae-su sendiri. Sehingga saat kebenaran terungkap pada adegan klimaks, reaksi penonton menjadi esensial dari pengalaman menonton film ini.

Bodohnya, saya menemukan ada dua YouTuber dengan subscriber ratusan ribu, sengaja membuka plot twist dari film ini hanya untuk sekedar thumbnail provokatif. Si pembuat video kelihatan nggak ngerti sama sekali sama pesan tematik utama film ini dengan berpikir bahwa plot twist film ini nggak ada substansinya sehingga bisa dispoilerin. Video ini pastinya menghancurkan pengalaman orang yang belum nonton tapi nggak sengaja lihat spoiler di thumbnail video mereka.

Di sini saya nggak melarang ada video bahas film pakai spoiler. Tentunya selama spoilernya bukan di thumbnail. Cuma kalau kalian mau buat video bahas suatu film panjang lebar, ya toh dianalisis dulu lah. Bisa dari dari segi sinematografinya atau struktur naskahnya, tetapi yang penting jangan sampai jadi mirip seperti anak SMP dikasih tugas disuruh meringkas alur film yang ditontonnya.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

Saat saya nonton video alur cerita Snowpiercer contohnya, mayoritas dari mereka cuma mereka ulang adegan dari film itu dengan menggunakan kata-kata tanpa ada analisis. Padahal Bong Joon-ho itu terkenal sebagai sutradara dengan atensi terhadap detail terkecil pun yang cuma bisa dilihat dengan mata penonton sendiri. Mulai dari angle kamera dengan fokus pada dikotomi kiri kanan sampai kenapa desain kereta cuma menampilkan jendela di gerbong tengah.

Lalu ada satu channel yang membuat rangkuman alur cerita No Country for Old Men. Saat diceritakan kembali oleh si YouTuber, filmnya malah terdengar jadi kaya sangat membosankan. Seolah-olah film tersebut tak lebih dari film thriller cliche biasa. Padahal film aslinya mensubversi ekspektasi penonton tentang genre Western dan thriller lewat format naskah karya Coen Bersaudara. Videonya bahkan tidak menceritakan monolog terakhir dari film tersebut walaupun monolog tersebut adalah kunci di balik makna kalimat “Tidak Ada Negara Untuk Orang Tua” yang menjadi judul film.

Harusnya channel yang sering membuat video alur cerita mencontoh channel-channel film berbahasa Inggris yang fokus membedah suatu film dari aspek tertentu. Seperti Every Frame is Painting yang membedah film dari segi sinematografi dan editing. Lalu ada Lesson From Screenplay dengan fokus pada teknik penulisan naskah. Ada juga channel Wisecrack dan Nerdwriters yang menganalisis film secara tematik dan simbolis.

Akan sangat lebih edukatif buat saya dan banyak pecinta film amatiran kalau para YouTuber video alur cerita ini bisa naik kasta. Kami yang tidak belajar ilmu perfilman tentunya berharap orang yang lebih ahli bisa menjelaskan secara rinci. YouTube video alur cerita bisa menjadi wadah untuk memfasilitasinya.

Bisa dengan mengundang mereka yang memang berasal dari industri film untuk menganalisis karya sinema. Bisa juga dengan belajar sendiri dasar-dasar ilmu perfilman biar analisisnya nggak dangkal. Malu lah, masa videonya kaya PR anak SMP terus.

BACA JUGA Menelusuri Alasan Orang Lebih Memilih Baca Scanlation Ketimbang Beli Komik Asli dan tulisan Raynal Arrung Bua lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: FilmHiburan Terminalvideo alur ceritaYoutube
Raynal Payuk

Raynal Payuk

Mantan Pers Kampus Dalam Pencarian Jati Diri dan Pekerjaan. Saat ini menjadi seorang pemikir yang sedang berusaha memecahkan paradoks tertua umat manusia

ArtikelTerkait

Lagu-lagu yang ‘Dianggap’ Emo yang Bikin Orang Suka sama Emo terminal mojok

Lagu-lagu yang ‘Dianggap’ Emo yang Bikin Orang Suka sama Emo

3 Juli 2021
Memboikot Film yang Diperankan Si Problematik Itu Nggak Adil

Memboikot Film yang Diperankan Si Problematik Itu Nggak Adil

15 Juni 2023
5 Alasan Kingdom_ Legendary War Wajib Ditonton K-Popers Jalur Rebahan terminal mojok

5 Alasan ‘Kingdom: Legendary War’ Wajib Ditonton K-Popers Jalur Rebahan

18 Juni 2021
the white balloon rekomendasi film iran bagus terbaik jafar panahi resensi sinopsi mojok.co

13 Film Iran yang Recommended buat Bikin Emosi Naik Turun

5 April 2020
Alasan Mengapa Saya Tidak Mempermasalahkan Ketika Mendapat Spoiler Film yang Belum Ditonton

Alasan Mengapa Saya Tidak Mempermasalahkan Ketika Mendapat Spoiler Film yang Belum Ditonton

20 Januari 2020
Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

25 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton Mojok.co

Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton

11 Februari 2026
Kampus Jualan Kos Eksklusif: Cari Duit Boleh, tapi ya Nggak Begini Juga jogja

Ironi Kos Eksklusif di Jogja, Tembok Tinggi Penanda Status Sosial di Kota yang Katanya Murah Meriah  

10 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

11 Februari 2026
Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua Mojok.co

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

12 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Pengalaman Buruk Naik Rosalia Indah Tua Rombakan: Empat Kali Mogok, Menghadirkan Kekecewaan di Akhir Perjalanan
  • Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman
  • Jangan Buka Puasa di Blok M kalau Tidak Mau Lanjut Puasa tanpa Sempat Makan
  • Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir
  • Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja
  • Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.