Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
15 Februari 2026
A A
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kira tidak berlebihan ketika mengatakan kalau kebutuhan hidup manusia hari ini bukan cuma sandang, pangan, dan papan saja. Melainkan juga hiburan. Terlepas dari selera masing-masing, tapi setiap orang tentu perlu hiburan yang layak. Entah sekadar cuci mata di toko pakaian, cari makanan, atau hunting foto. Pokoknya bisa sekadar cari “udara segar” agar tak monoton di rumah saja.

Dan, salah satu paket lengkap dari hiburan itu adalah pembangunan mal. Iya, keberadaannya saya kira perlu ada di tiap daerah untuk menunjang “kebahagiaan” warga sekitarnya.

Sebagai orang yang hampir tiap minggu ke Mojokerto (karena istri asli sana), saya mulai sering mampir ke mal. Bukan untuk membeli ini-itu, melainkan sekadar nonton orang lewat, cuci mata, dan beli roti kemudian pulang. Anehnya, hal sederhana itu ternyata seru. Dan, tak butuh budget lebih untuk mencari hiburan. Dari sana, lama-lama saya mikir, ini Lamongan kenapa nggak punya mal, yak?

Tentu saja ini bukan soal gaya-gayaan biar kelihatan kota. Melainkan soal kebutuhan hiburan. Manusia itu, setelah kerja, sekolah, dan ngurusi hidup yang makin hari makin ribet, tentu saja butuh ruang untuk jeda. Dan sayangnya, ruang jeda di Lamongan itu minim sekali.

Baca juga Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya.

Hiburan warga Lamongan adalah kabupaten tetangganya

Kalau ditanya, warga Lamongan kalau mau hiburan ke mana? Jawabannya hampir selalu sama: ke luar daerah. Ke Gresik, ke Tuban, bahkan ke Surabaya. Tidak semua ingin hedon. Kebanyakan hanya ingin menonton bioskop, nongkrong, atau sekadar ngadem di ruang publik yang memang layak.

Sebab, di Lamongan sendiri pilihan hiburan masih itu-itu saja. Selain alun-alun, dan Plaza yang tidak terlalu jelas konsepnya itu, kami hanya mengandalkan kafe yang makin ke sini, harga makanan dan minumannya makin menguras kondisi kantong. Karena itu, adanya mal nampaknya mulai perlu untuk dipikirkan oleh pemangku kebijakan agar warganya tak perlu mengungsi ke kota sebelah.

Minim ruang terbuka, minim ruang hiburan

Lamongan memang punya banyak lahan, tapi ruang terbuka yang benar-benar nyaman masih sangat terbatas. Yang ada sering kali sekadar lapangan terbuka tanpa penataan yang matang. Panas, gersang, dan kalau hujan kondisinya becek dan penuh genangan. Alhasil, agak susah untuk dipakai semua kalangan, baik keluarga, anak-anak, maupun lansia.

Baca Juga:

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

Nah, di sinilah mal sebenarnya bisa jadi solusi. Bukan cuma tempat belanja, tapi ruang publik. Tempat ketemu, istirahat, dan mencari hiburan. Karena itu jangan dibayangkan mal itu cuma soal cuma tempat hedon, melainkan juga soal hiburan dan ruang untuk “melarikan diri” bagi banyak orang.

Pun jika ditanya kenapa harus mal? Tentu saja karena mal masih menjadi pusat hiburan paling praktis dan inklusif hari ini. Semua umur bisa masuk. Anak muda bisa nongkrong, orang tua bisa belanja, keluarga bisa makan bareng, dan warga biasa bisa sekadar jalan-jalan tanpa kepanasan.

Baca juga Sudah Saatnya Pusat Kabupaten Lamongan Dipindah, dan Babat Adalah Opsi Paling Masuk Akal.

Opsinya bisa di Kecamatan Babat atau Paciran, tinggal pilih

Soal lokasi, Lamongan sebenarnya tak punya banyak opsi. Saya hanya bisa memberi saran dua kecamatan. Yakni Babat dan Paciran. Selain kedua daerah itu saya kwatir akan terlalu sepi untuk dibangun sebuah mal.

Untuk Babat, posisi strategis, jadi titik temu Lamongan barat dan sekitarnya. Aksesnya hidup, ekonominya jalan, dan warganya jelas ada. Babat itu kecamatan yang potensial banget kalau diberikan sentuhan fasilitas modern.

Paciran juga nggak kalah menarik. Wilayah pesisir, dekat wisata, dekat WBL, dan punya arus pengunjung yang stabil. Kalau Paciran punya mal, efeknya bukan cuma buat warga lokal, tapi juga wisatawan luar kota. Datang ke pantai, mampir ke mal, pulang dengan pengalaman yang lebih lengkap.

Mal Lamongan bukan soal gengsi, tapi kebutuhan

Sekali lagi, memiliki mal itu bukan gaya-gayaan. Atau meniadakan problem yang lain. Namun, ini juga untuk memenuhi hajat hidup warga lokalnya. Paling tidak, supaya warga Lamongan nggak selalu merasa harus keluar daerah hanya untuk merasa “hidup”.

Lamongan sudah cukup sering jadi daerah tujuan kerja, tapi belum jadi tujuan hiburan. Padahal warganya juga manusia, bukan robot produktif yang pulang-pergi kerja tanpa punya hak bersenang-senang.

Saya kira memang sudah saatnya. Paling tidak, agar Lamongan nggak terus-terusan dikenal sebagai daerah yang warganya rajin keluar kota kalau mau senang-senang. Yah, Lamongan itu sudah pantas punya ruang hiburan yang layak. Tinggal mau atau tidak.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Ketimbang Jogja, Lamongan Adalah Destinasi Paling Logis untuk Liburan Tahun Baru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2026 oleh

Tags: hiburankabupatenlamonganMalmal lamongan
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

27 Desember 2024
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Mempertanyakan Dinas Pariwisata Lamongan Ini Kerjanya Ngapain Saja, kok Bisa Potensi Wisata Lamongan Sebanyak Ini tapi Nggak Tercium?

16 September 2024
Lontong Sayur Yu Wur Lamongan Bukan Jualan, tapi Sedekah. Seporsi Cuma Rp1.000-an  Mojok.co

Lontong Sayur Yu Wur Lamongan Bukan Jualan, tapi Sedekah. Seporsi Cuma Rp1.000-an 

2 Oktober 2024
WBL Katanya Wisata Andalan Lamongan, kok Jalannya Berlubang?

WBL Katanya Wisata Andalan Lamongan, kok Jalannya Berlubang?

5 September 2025
Kabupaten Lamongan Bikin Warganya Cuma Bisa Gibah (Unsplash)

Susahnya Menjadi Anak Kabupaten Lamongan: Bikin Iri sama Anak Surabaya, Malang, dan Jogja

9 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

25 Maret 2026
Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel Mojok.co

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

27 Maret 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata

26 Maret 2026
Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo Mojok.co

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan
  • WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal
  • Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi
  • Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Muak dan Mati Rasa akibat Karier Mandek dan Rekan Kerja Muka Dua
  • Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan
  • Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.