Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ambigunya Jurusan Agribisnis, Masuk Fakultas Pertanian tapi 80% yang Dipelajari Justru Ilmu Ekonomi

Anggita Ayunda Sakuntala oleh Anggita Ayunda Sakuntala
21 Juli 2025
A A
Ambigunya Jurusan Agribisnis, Masuk Fakultas Pertanian tapi 80% yang Dipelajari Justru Ilmu Ekonomi jurusan pertanian

Ambigunya Jurusan Agribisnis, Masuk Fakultas Pertanian tapi 80% yang Dipelajari Justru Ilmu Ekonomi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa jurusan Agribisnis bagiku adalah sebuah anugerah yang indah meskipun bukan terindah yang pernah kumiliki. Masih segar dalam ingatan saya ketika diterima di jurusan kuliah yang saya pilih antara sadar dan tak sadar ini. Kenapa tak sadar? Karena sebelum memilih untuk terjun payung di jurusan ini, saya pernah mengajukan beberapa opsi jurusan lain yang kebanyakan ditolak oleh keluarga.

Seperti ketika saya mengajukan untuk kuliah jurusan Pendidikan Sastra Indonesia. Saudara saya mengatakan, “Ambil PGSD atau PGMI aja. Lebih banyak lowongannya kalau hidup di desa begini.” Atau ketika saya memilih jurusan Psikologi yang langsung ditentang, “Jangan, nanti kalau nggak kuat justru kamu yang jadi pasiennya!”

Ada lagi cerita ketika saya mengatakan ingin kuliah Ilkom atau Kesos yang ada di bawah naungan FISIPOL. Kakak saya yang skeptis dengan politikus di negeri ini langsung menolak pilihan saya. Terakhir, ketika saya mengajukan jurusan Ekonomi atau Manajemen, ibu saya menyahut, “Ada nggak jurusan bisnis tapi lebih spesifik dan nggak terlalu umum begitu?”

Baiklah, karena saya anak yang baik—sebenarnya pasrah sih karena semua jurusan yang saya harapkan ditolak keluarga—saya pun menuruti permintaan ibu. Kuliah bisnis yang nggak terlalu umum. Saya pilih jurusan Agribisnis.

Anak Pertanian tapi belajarnya ekonomi makro-mikro, akuntansi, manajemen ABCD

Saya bersyukur akhirnya diterima di jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan di kampus M. Tentu saya senang. Tapi nahas, baru jadi maba saya sudah dihakimi orang.

Mulai dari anak jurusan sebelah yang bertanya, “Kenapa kuliah Pertanian, Kak? Kakekku aja nggak kuliah udah bisa jadi petani.” Asem bener, batin saya.

Ada juga yang mengatakan, “Agribisnis ini masuk soshum apa saintek, sih?” Bahkan kepala jurusan saya pernah mengatakan begini, “Selamat datang di jurusan Agribisnis. Jurusan yang walau dinilai banci, tapi percayalah kalian akan belajar banyak hal di sini.”

Tunggu dulu. Maksud “banci” di sini adalah meski jurusan Agribisnis condong masuk rumpun saintek saat ujian masuk, jurusan ini sebenarnya juga bersinggungan dengan soshum.

Baca Juga:

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

Jadi begini, kendati berada di bawah naungan Fakultas Pertanian dan Peternakan, jurusan Agribisnis hanya mempelajari ilmu pertanian sebesar 5% (mulai dari ilmu pertanian untuk tanaman pangan hingga hortikultura, 5% umum (mata kuliah dasar seperti pengantar, matematika, biologi, bahasa Indonesia), dan 10% sosial (komunikasi, peyuluhan, pemberdayaan, sosiologi). Sisa 80%-nya justru mempelajari ilmu ekonomi. Mulai dari kewirausahaan dan etika bisnis, ekonometrika, ekonomi syariah, ekonomi makro-mikro, akuntansi, dan aneka jenis ilmu manajemen.

Kalau merujuk SKS yang dipelajari, kurang ekonomi apa coba anak jurusan Agribisnis?

Jurusan Agribisnis memicu salah paham

Sayangnya, ketika saya ditanya orang kuliah jurusan apa dan saya jawab “Agribisnis”, biasanya si penanya akan bertanya lagi. “Itu masuk fakultas apa ya, Kak?” Akhirnya mau tak mau saya menjawab, “Fakultas Pertanian dan Peternakan.”

Setelahnya sudah bisa ditebak, komentar selanjutnya bablas bak bola liar.

“Oh, berarti bisa menemukan teknik mengubak semangka berbiji jadi non-biji?”

“Wah, berarti suka ke sawah ya, Kak?”

“Mending budidaya sapi atau kambing etawa, Kak?”

Oke, kalau dipikir, pernyataan orang-orang itu sama sekali nggak salah. Pemikiran bahwa pertanian akan mempelajari penyemaian, memahami tanaman pangan dan hortikultura itu nggak salah. Peternakan membahas sapi, kambing, atau ayam pun nggak salah.

Tetapi jadi salah kaprah kalau berpikir bahwa jurusan Agribisnis mutlak seperti itu. Jurusan ini ambigu, kok. Kalau dibilang mempelajari tanaman dan tetek bengeknya, memang iya. Karena jurusan ini mempelajari bisnis pertanian mulai dari hulu, on farm, hingga hilir.

Namun karena jurusan ini memiliki unsur nama “agri” dan “bisnis”, yang dipelajari jadi nggak sekadar ilmu pertanian, tapi juga ilmu bisnis. Boleh dibilang jurusan Agribisnis adalah jurusan yang kompleks dan rakus. Makanya jadi ambigu, apakah akan berjalan ke arah bisnis, atau pertanian.

Meskipun ambigu, kami bisa fleksibel kerja di mana saja

Kalau bicara mengenai pertanian, pasti mahasiswa jurusan Agribisnis kalah sama Agroteknologi. Soalnya mereka lebih detail dalam memahami ilmu pertanian. Kalau membahas ilmu peternakan, jelas anak jurusan Peternakan lebih mengerti soalnya mereka sehari-hari hidup dengan ternaknya.

Dalam jurusan Agribisnis juga dipelajari on farm dan produksi pengolahan. Tetapi kalau dibandingkan anak jurusan Teknologi Pangan, tentu disiplin ilmu mereka lebih dalam. Praktiknya juga lebih beragam.

Nah, memang pantasnya anak Agribisnis itu bergerak di bidang bisnis, marketing, dan manajemen. Tapi lagi-lagi itu semua identik dengan anak Ekonomi. Sementara kami ini masuknya Fakultas Pertanian dan Peternakan. Akhirnya banyak yang menganggap jurusan Agribisnis ambigu.

Meski rakus dan mengembat banyak mata kuliah dari jurusan lain, hal itulah yang membuat jurusan Agribisnis istimewa. Soalnya lulusan jurusan ini jadi mudah beradaptasi di berbagai lini pekerjaan.

Pengajaran manajemen keuangan dan akuntansi membuat lulusan Agribisnis cukup PD berkarier di perbankan (dengan kualifikasi semua jurusan). Ilmu pertanian dan penyuluhan yang dipelajari—walau persentasenya sedikit—juga membuat lulusan Agribisnis cukup PD berkarier di bidang field assistant atau pendamping pertanian. Tentu ini mengandalkan gelar “sarjana pertanian” yang ada di ijazah.

Sebagai lulusan jurusan Agribisnis yang pernah mempelajari berbagai jenis manajemen, banyak juga yang akhirnya berkarier di perusahaan, baik bidang produksi, supply chain, hingga marketing. Bahkan karena dasar kewirausahaan yang dipelajari tak sedikit lulusan Agribisnis justru mendirikan usaha sendiri.

Jurusan Agribisnis istimewa

Kesimpulannya, jurusan Agribisnis nggak buruk-buruk amat. Bahkan meski ambigu, justru itulah yang membuat jurusan ini istimewa. Soalnya ilmunya jadi luas. Luasnya ranah yang mesti dipelajari juga membuat mahasiswa nggak mudah bosan.

Gimana nggak, hari ini belajar ilmu saintis seperti statistika, teknologi penanaman tanaman pangan dan hortikultura. Besok kami mendadak jadi ekonom dengan mempelajari aneka jenis materi ilmu ekonomi dan manajemen. Besoknya lgi kami mendadak jadi anak sosial yang mempelajari komunikasi, penyuluhan, pemberdayaan, hingga sosiologi.

Ketika praktikum juga demikian. Di satu waktu mahasiswa jurusan Agribisnis berkunjung ke petani, di waktu lain berkunjung ke perusahaan. Pokoknya jurusan ini nempel sana-sini.

Intinya, buat adik-adik yang masuk jurusan Agribisnis, nggak usah kecil hati. Meski ambigu, jurusan ini istimewa. Sementara buat perusahaan dan pemberi kerja di luar sana, jangan ragu mempekerjakan lulusan Agribisnis. Soalnya kami bisa adaptasi di mana saja.

Penulis: Anggita Ayunda Sakuntala
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jurusan Agribisnis: Didesain untuk Kita yang Kadar IPA-nya Rendah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2025 oleh

Tags: jurusan agribisnisjurusan kuliah
Anggita Ayunda Sakuntala

Anggita Ayunda Sakuntala

Perempuan muda yang suka menulis dari kecil dan Peduli dengan isu ekonomi, sosial, dan anak-anak.

ArtikelTerkait

3 Mitos tentang Mahasiswa Jurusan PGSD yang Telanjur Dipercaya Orang Banyak

3 Mitos tentang Mahasiswa Jurusan PGSD yang Telanjur Dipercaya Orang Banyak

28 Januari 2024
Fakta Pahit Jurusan Arkeologi yang Memikat tapi Sepi Peminat

Fakta Pahit Jurusan Arkeologi yang Memikat tapi Sepi Peminat

9 Januari 2023
Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Malas dan Tidak Punya Uang Mojok.co

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

8 Januari 2026
8 Jurusan Kuliah Antimainstream di Indonesia, Bisa Jadi Pilihan kalau Nggak Ingin Kuliah Itu-itu Saja Mojok.co

8 Jurusan Kuliah Antimainstream di Indonesia, Bisa Jadi Pilihan kalau Nggak Ingin Kuliah Itu-itu Saja

11 Desember 2023
Penyebab Malam Satu Suro Dianggap sebagai Hari Rayanya Demit tanggalan jawa arab muharam sultan agung primbon terminal mojok.co

Susahnya Jadi Mahasiswa Sastra Jawa, Nembang Macapat Malah Dikira Manggil Hantu

30 April 2020
Ironi Perpustakaan Sekolah, (Katanya) Gudang Ilmu tapi Nyaris Tak Tersentuh Terminal Mojok jurusan ilmu perpustakaan

Jurusan Ilmu Perpustakaan: Kuliahnya Gampang, Nyari Kerja Juga Gampang, Gampang Ditolak Maksudnya

9 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita Mojok.co

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita

16 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Real Madrid Tanpa Trofi (Lagi), Saatnya Buang Vini

16 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.