Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Amangkurat II, Raja Mataram Anak Emas VOC

Dzulfiqar Galih Devara oleh Dzulfiqar Galih Devara
17 September 2020
A A
Puputan Bayu Saat Mataram dan VOC Membantai 72 Masyarakat Blambangan MOJOK.CO

Puputan Bayu Saat Mataram dan VOC Membantai 72 Masyarakat Blambangan MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Kerajaan Mataram merupakan sebuah kerajaan besar di Pulau Jawa yang mulai berkuasa sejak abad ke-16. Pada masa kejayaannya yang dipimpin oleh Sultan Agung, Kerajaan Mataram sempat menyatukan Jawa bahkan sampai ke Madura. Namun, layaknya kerajaan lain yang tak luput dari konflik internal maupun eksternal, kondisi politik di dalam tubuh Kerajaan Mataram juga tidak berjalan terlalu mulus. Dari sisi eksternal sendiri, hal ini tidak dapat dilepaskan dari permusuhan Kerajaan Mataram dengan VOC di Batavia.

Saat Sultan Agung berkuasa, tercatat sudah terjadi dua kali invasi ke Batavia yang dilakukan oleh Sultan Agung. Meskipun kedua serangan tersebut tidak berujung sukses, kedua invasi tadi menunjukkan bahwa pada masa Sultan Agung, Mataram jelas menolak untuk tunduk dan menunjukan legitimasinya bahwa VOC adalah musuh Mataram. Sayangnya, pandangan terhadap VOC tersebut berubah saat Amangkurat I mulai berkuasa. Masa pimpinan Amangkurat I dapat dikatakan sebagai awal mula infiltrasi VOC di Mataram. Infiltrasi tersebut justru makin terlihat saat Amangkurat II mulai berkuasa.

Kebanyakan raja-raja Mataram akan menghadapi berbagai pesaing-pesaing sebelum ia naik takhta. Sering pula pesaing tersebut datang dari keluarganya sendiri. Oleh karena itu, raja yang hendak naik butuh sebuah legitimasi untuk mengukuhkan kedudukannya agar diakui rakyat. Di sinilah VOC hadir sebagai penjamin legitimasi tersebut. Mereka yang sedang berkepentingan akan meminta bantuan kepada VOC. Tentunya, VOC mengharapkan timbal balik yang sejalan dengan tujuan mereka sebagai sebuah kongsi dagang yang mencari keuntungan.

Amangkurat II terkenal memiliki kedekatan khusus dengan VOC, bahkan Amangkurat II sendiri sering disebut sebagai anak emas Cornelis Speelman. Ia diberi julukan Sunan Amral atau admiral. Julukan tersebut diberikan karena Sunan kerap kali memakai pakaian dan berdandan ala-ala Eropa. Kerja sama Amangkurat II dengan VOC ditandai dengan persekutuan kedua pihak untuk melawan Trunajaya sang pemberontak. Raja yang terkenal memiliki sifat pengecut ini mendapatkan bantuan dari VOC untuk mengalahkan Trunajaya.

Dengan tangannya sendiri ia membunuh Trunajaya yang dulu sempat bersekutu dengannya. Peran VOC terhadap naik takhtanya Amangkurat II memang sudah tidak perlu dimungkiri. Setelah mengalahkan Trunajaya, VOC lalu mengembalikan kembali takhta yang dipegang Amangkurat I kepada anaknya. Namun, hasil dari kemenangan ini tidak sepenuhnya manis bagi Mataram. Harta-harta Mataram telah dirampas oleh Trunajaya, Mataram yang tidak memiliki harta tetap harus membayarkan biaya peperangan Belanda.

Amangkurat II terpaksa memberikan pelabuhan-pelabuhan pesisir kepada Kompeni hingga utang tersebut lunas terbayarkan. Beban untuk melunasi utang ini dipikul oleh setiap orang, baik orang kecil atau priayi. Kompeni ibaratnya terus-terusan menguras dompet rakyat Mataram. Hal ini tentu saja memicu kebencian dan rasa permusuhan di berbagai kalangan masyarakat Kerajaan Mataram terhadap Kompeni Belanda.

Mataram memang mengenal sebuah konsep keagungbintaraan, yang menyatakan bahwa seorang raja adalah penguasa tunggal yang tidak tertandingi. Sementara pada waktu yang sama saat Amangkurat II memerintah, adik dari Amangkurat II, Pangeran Puger, juga berkuasa di Keraton Plered. Perang saudara pun tidak terelakkan antara kakak beradik ini. Di sini peran VOC sangat terlihat dalam politik internal Mataram. Selain membantu Amangkurat II dalam mengalahkan Trunajaya di Jawa Timur, VOC juga menjamin atas pengukuhan Amangkurat II sebagai satu-satunya raja di Mataram.

Pangeran Puger awalnya tidak mau tunduk karena ia menganggap dirinya sedang berperang dengan bangsa asing atau VOC, bukan dengan kakaknya sendiri. Namun, Pangeran Puger akhirnya mengalah juga dan Amangkurat II pun menerima Pangeran Puger kembali. Terlihat bahwa sejak kejadian itu raja yang mendapat bantuan dari VOC akan tetap bertahan, sama halnya dengan putra mahkota yang didukung oleh VOC, mereka cenderung akan naik takhta. Hal ini dibuktikan berturut-turut oleh Amangkurat III dan Pakubuwana I, keduanya berhasil naik takhta atas dukungan VOC.

Baca Juga:

Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi

Naik takhtanya Amangkurat II seperti menunjukkan sebuah fase baru pada Kerajaan Mataram. Intervensi VOC di Kerajaan Mataram semakin terlihat. Sejak awal ia diangkat menjadi raja oleh VOC hingga masa pemerintahannya berakhir, si anak emas Speelman ini tak henti-hentinya meminta bantuan kepada VOC. Masa kepemimpinannya juga menandai bahwa putra mahkota mana yang mendapat dukungan VOC, maka ialah yang akan menjadi raja di Mataram, hal yang bahkan masih bertahan hingga pembagian Kerajaan Mataram nanti.

BACA JUGA Jangan Cepat Jumawa saat Tim Kalian Unggul 3-1 di Playoffs NBA, Mereka Masih Bisa Kalah! dan tulisan Dzulfiqar Galih Devara lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 September 2020 oleh

Tags: amangkuratmataramrajavoc
Dzulfiqar Galih Devara

Dzulfiqar Galih Devara

Suka olahraga, main game, nonton film, dan dengerin musik, tapi jelas lebih suka dia.

ArtikelTerkait

Penyakit Orang Ngapak yang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

Istilah “Adoh Ratu Perek Watu”, Penyebab Orang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

15 Juli 2023
minuman sampah wedhang uwuh sejarah asal-usul resep ahli rempah mojok.co

Kisah tentang Minuman Sampah di Makam Raja Mataram

14 Juli 2020
Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi mataram

Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi

8 Maret 2024
Raden Trunojoyo, Penakluk Mataram dari Sampang Madura yang Mati Dibantai Amangkurat II

Raden Trunojoyo, Penakluk Mataram dari Sampang Madura yang Mati Dibantai Amangkurat II

3 Februari 2024
Raja Mataram Islam yang Memerintah Sehari: Akibat Cacat Mental atau Hoaks Sultan Agung? Terminal Mojok.co

Raja Mataram Islam yang Memerintah Sehari: Akibat Cacat Mental atau Hoaks Sultan Agung?

14 Maret 2022
Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

19 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Jatuh Cinta pada Suzuki Karimun Kotak SL410R Mojok.co

Daripada Beli Motor Baru, Mending Beli Suzuki Karimun Kotak, Justru Lebih Menguntungkan

2 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.