Alasan Saya Skeptis dengan Ilmu Hitam – Terminal Mojok

Alasan Saya Skeptis dengan Ilmu Hitam

Artikel

Raden Muhammad Wisnu

Peradaban umat manusia sudah berjalan puluhan ribu tahun. Beberapa ilmuwan bahkan mengatakan bahwa peradaban manusia usianya lebih dari itu. Setidaknya yang tercatat dalam sejarah maupun artefak peninggalan para leluhur kita seperti bangunan, monumen, prasasti, fosil, maupun lukisan di gua. Manusia yang tujuan awal hidupnya hanya untuk sekadar makan dan bertahan hidup, saat ini memiliki berbagai ambisi dari menjadi terkenal, kaya raya, hingga memiliki pasangan yang sesuai dengan nafsunya.

Seiring berjalannya peradaban manusia, di mana pun itu, dari peradaban Mesir Kuno hingga peradaban suku Aztec, banyak diwarnai oleh hal-hal mistis seperti ilmu hitam. Meski bentuknya berbeda-beda, namun intinya ada tiga cabang utama dalam ilmu hitam, yakni pelet, pesugihan, dan santet. Pelet adalah  ilmu hitam untuk mendapatkan lawan jenis yang kita sukai, pesugihan adalah ilmu hitam untuk mendapatkan kekayaan, dan santet adalah ilmu hitam untuk membunuh orang yang kita inginkan.

Namun, seiring berjalannya waktu, dan semakin canggihnya perkembangan teknologi, saya justru semakin skeptis dengan praktik ilmu hitam semacam itu meskipun banyak ditemui hal-hal di luar nalar manusia akan fenomena-fenomena seperti orang yang good looking yang mencintai orang “biasa aja”, (diduga sebagai pelet), orang yang tiba-tiba kaya raya (diduga melakukan pesugihan), hingga orang yang meninggal secara tidak wajar menurut ilmu kedokteran (diduga praktik ilmu santet). Saya beri beberapa hal yang bikin saya nggak percaya ilmu hitam.

#Kalau santet ada, kenapa tidak ada yang menyantet Donald Trump?

Poin utama dari skeptisnya saya pada santet adalah ini. Donald Trump adalah salah satu pemimpin dunia yang tentu saja banyak haters-nya. Namun, saya tidak pernah membaca sejarah di mana diktator macam Adolf Hitler atau Joseph Stalin yang meninggal karena disantet lawan politiknya. Atau, kenapa saat Indonesia dijajah bangsa asing, tidak ada yang menyantet mereka?

Katanya sih, praktik santet tidak bisa dilakukan jika beda pulau, apalagi beda agama. Singkatnya, proses tersebut tidak bisa dilakukan karena ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Lalu, katanya sih, orang-orang yang saya sebutkan di atas juga memiliki tim berupa dukun atau ahli spiritual yang bisa melawan mantra maupun jampi-jampi dari lawan politiknya sehingga proses tersebut tidak bisa dilakukan.

#Kalau pesugihan itu ada, kenapa tidak ada praktisinya yang sekaya Bill Gates atau Jeff Bezos?

Poin utama dari skeptisnya saya pada pesugihan adalah ini. Bill Gates dan Jeff Bezos adalah salah satu orang terkaya di dunia. Tidak sekadar kaya raya. Saking kayanya, gabungan kekayaan dari 26 orang terkaya di dunia itu setara gabungan kekayaan 3,8 miliar orang termiskin di dunia loh!

Tapi, saya tidak pernah melihat berita yang memberitakan bahwa ada orang yang melakukan praktik pesugihan dan sampai pada taraf kekayaan seperti mereka, para elit global. Paling mentok, dalam berita pun, praktisi pesugihan hanya sampai pada taraf kelas menengah saja dengan gaji di atas UMR/UMK setempat, atau setidaknya jadi orang paling kaya di desanya saja. Bahkan, dalam gambaran film yang jelas-jelas fiksi seperti yang digambarkan film Pengabdi Setan karya Joko Anwar misalnya, praktisi pesugihan hanya sampai pada tingkatan masyarakat kelas menengah saja, atau menjadi orang yang paling kaya di desa, tidak ada yang sekaya para oligarki atau elit global seperti Bill Gates atau Jeff Bezos.

#Kalau pelet itu ada, kenapa tidak ada praktisinya yang memelet Scarlett Johansson ata Tom Cruise?

Poin utama dari skeptisnya saya pada ilmu pelet adalah ini. Scarlett Johansson dan Tom Cruise adalah salah satu selebriti paling cantik dan paling tampan di dunia, juga orang terkaya di dunia. Penggemar fanatik mereka ada di seluruh dunia.

Tapi, sama seperti ilmu santet dan pesugihan, saya tidak pernah melihat sejarahnya di mana para selebriti dunia ini dipelet oleh manusia biasa yang berasal dari antah berantah, menembus dimensi sosial dan ekonomi. Tidak pernah. Di film pun, yang jelas-jelas fiksi, praktisi pelet paling mentok hanya memelet bunga desa setempat saja, alias gadis tercantik di desanya saja. Bukan selebgram dengan jutaan followers macam Anya Geraldine, apalagi aktris Hollywood papan atas seperti Scarlett Johansson

Lalu, inti dari tulisan ini apa? Ya pada intinya, saya sih tidak percaya dengan ketiga ilmu hitam di atas. Sangat tidak ilmiah. Lagipula, kalaupun beneran ada,  capek-capek mengabdi pada setan, iblis, atau jin, atau apa pun sebutannya, tapi tidak bisa memenuhi keinginan para praktisinya yang ingin menyantet pemimpin dunia macam Donald Trump, ingin kaya raya sekaya Bill Gates, ataupun mempersunting Scarlett Johansson. Sudah capek-capek mengikuti ritual ilmu hitam tapi para setan, iblis, jin, atau apapun sebutannya ini tidak dapat memenuhi keinginan dari orang yang bermaksud mengabdikan diri pada mereka demi memenuhi hasratnya tersebut.

Intinya, setan atau iblis itu cupu sekali. Pantas saja dilaknat dan diusir Tuhan dari Surga-Nya. Masa udah capek-capek memenuhi keinginan mereka seperti ritual mandi kembang, membaca mantra, menyediakan darah, atau benda-benda yang kerap kali dihubungkan dengan ilmu hitam tersebut, tapi ujung-ujungnya tidak dapat terpenuhi? Masih jauh lebih logis melakukan korupsi seperti yang dilakukan oleh koruptor papan atas dunia macam Vereenigde Oostindische Compagnie atau yang lebih dikenal dengan VOC yang nilai korupsinya mencapai 140 juta Gulden atau setara tujuh triliun Dollar Amerika jika dikonversi ke kurs sekarang. Ketika benci seseorang, kita rekrut pembunuh bayaran terbaik dan termahal di dunia, dan ketika kita menyukai seseorang, dekati dia dengan harta yang kita miliki. Lebih logis bukan?

BACA JUGA Dunia Didominasi Golongan Darah O, dan Ini Menyebalkan dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Baca Juga:  Dukun Itu Nggak Bisa Mencari Barang Hilang, Sudah Nggak Usah Berharap
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
21


Komentar

Comments are closed.