Olahraga padel sedang naik daun dalam beberapa waktu terakhir. Popularitasnya meroket seiring banyaknya artis dan influencer menggandrungi olahraga ini. Walhasil, lapangan padel kian menjamur. Sekalipun harga sewanya lumayan bikin dompet bergetar, lapangan tetap full-booked. Bahkan, di beberapa daerah, bermunculan calo lapangan padel.
Di tengah tren padel yang sedang gila-gilaan, banyak orang yang mulai coba-coba olahraga satu ini. Mereka yang biasanya main olahraga pakai raket, seperti badminton dan tenis, perlahan beralih ke padel.
Akan tetapi itu tidak berlaku untuk saya. Saya gemar main badminton, tapi di tengah gempuran tren padel, saya tetap memilih bermain badminton karena beberapa alasan.
Baca juga Suka Atau Tidak, Bulu Tangkis Indonesia Tetap Butuh Nyinyiran Taufik Hidayat.
Badminton dan kenangan masa kecil yang sulit ditinggalkan
Bagi saya, bulu tangkis bukan sekadar olahraga yang mirip padel. Badminon adalah olahraga pertama yang saya pelajari dan gemari sehingga banyak sekali kenangan masa kecil menyertai. Sejak umur tujuh tahun saya main badminton. Masih ingat betul, saya biasanya main setelah pulang ngaji di skeolah agama.
Tiap sore, anak-anak kampung kumpul di lapangan belakang rumah. Meski angin kadang sangat kencang dan nggak bersahabat dengan arah shuttlecock, permainan tetap berjalan. Teriak, ketawa, bahkan kecewa karena kalah jadi kenangan tak akan terlupa.
Kalau lagi musim Thomas Cup dan Uber Cup, anak-anak kampung biasanya nobar badminton. Masih televisi, kita biasanya ikut sorak-sorakan ala pendukung stadion. In do ne sia dung dung dung dung dung (bacanya pake nada). Masa-masa Taufik Hidayat lagi di masa emasnya, barengan dengan Muhammad Ahsan, Lilyana Natsir, dan Greysia Polii. Itu sederet nama yang masih saya ingat.
Nah, memori seperti ini yang membuat badminton makin candu. Selain olahraganya seru, badmintonnya juga memberi nostalgia waktu kecil. Padel mana bisa memberikan sensasi ini.
Baca juga Alasan Nonton Bulu Tangkis di Indosiar Bukanlah Keputusan yang Tepat.
Baca halaman selanjutnya: Jumlah lapangan …













