Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Saya Lebih Suka Menonton Film Horor Penuh Jump Scare

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
12 Desember 2020
A A
Alasan Saya Lebih Suka Menonton Film Horor Penuh Jump Scare Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Genre horor adalah genre yang paling saya agungkan setelah genre drama. Sebab, dengan suksesnya menonton film bergenre horor, saya merasa telah sukses melalui rangkaian uji nyali dan berhak mendapatkan predikat jagoan. Konyol memang, tapi itu yang membuat saya begitu menyukai genre horor.

Sejak kecil saya sudah biasa menantang diri saya dan teman-teman untuk menonton film horor. Kami biasa patungan untuk menyewa VCD atau DVD film horor, dan menontonnya bersama. Kalau ada salah satu teman yang takut dan menutup mata, sudah pasti saya akan berteriak “Ah, cemen banget kamu!”

Kesenangan ini membuat saya rutin menonton film horor, bukan hanya film horor lokal yang katanya gitu-gitu saja, tapi juga film horor asing. Saya sering menonton film horor khas Hollywood. Selain itu, saya beberapa kali menonton film horor garapan rumah produksi independen A24. Tidak berhenti di situ, saya juga menonton film horor dari negara lain seperti Argentina, Spanyol, Malaysia, Thailand, Korea, dan Jepang.

Dari beberapa jenis film horor yang pernah saya tonton, saya lebih suka menonton film horor dengan adegan penuh kejutan atau biasa dikenal dengan sebutan jump scare. Berikut alasannya:

#1 Tidak bikin ngantuk

Seperti yang kita tahu, adegan jump scare itu adalah adegan yang ditujukan untuk memberikan efek kejut pada penonton. Salah satu cara yang lazim digunakan untuk membuat adegan jump scare adalah dengan menggunakan efek suara yang nyaring.

Nah, efek suara yang nyaring itu membuat para penontonnya tetap terjaga tanpa kantuk. Jangankan mengantuk, orang yang sedang tidur saja bisa terbangun ketika mendengar efek suara yang dihasilkan dari adegan jump scare.

#2 Sudah memiliki tujuan yang jelas

Sama seperti menonton film bokep yang ceritanya tidak masuk akal tapi tujuan menontonnya jelas, yaitu mencari adegan panas, film horor pun demikian. Ketika menonton film horor, saya memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk mengalami sensasi dikagetkan.

Berbagai sensasi dikagetkan saat menonton film horor acap kali didapatkan saat memasuki adegan jump scare. Walau cerita film horor cenderung gitu-gitu saja, tetap saja saya terkaget-kaget tiap muncul adegan jump scare. Rasa kaget itulah yang saya cari.

Baca Juga:

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

Nonton Film Horor di Mall “Mati”: Pengalaman Unik di Mall Hermes Place Polonia Medan

#3 Film horor dengan banyak jump scare ceritanya cenderung sederhana

Beberapa film horor yang biasa mendapatkan kategori “terbaik” kebanyakan memang minim akan adegan jump scare. Berbagai film tersebut berusaha membangkitkan teror dari premis cerita yang tidak biasa, dan juga pengkarakteran yang kuat. Terkadang juga film horor dapat memasukkan isu terkini beserta beberapa mitologi kuno, dan tentu di akhir film akan melahirkan teori-teori dari banyak penonton.

The Lighthouse, The Witch, dan Suspiria adalah judul film horor yang banyak mendapatkan apresiasi. Ketiganya minim akan adegan jump scare dan memiliki cerita yang kompleks. Mungkin akan sangat cocok jika dinikmati dalam waktu luang. Dengan cerita yang cenderung “berat”, penonton dituntut untuk berkonsentrasi tinggi. Lengah sedikit saja bisa-bisa malah kehilangan detail film.

Maka dari itu, ketiga judul film horor tersebut sangat tidak cocok untuk dinikmati selepas beraktivitas seharian. Seusai beraktivitas seharian, saya dan mungkin banyak orang lainnya cenderung hanya ingin melepas stres dengan menonton film. Dan film horor yang memiliki jump scare dengan cerita sederhana sangat mengakomodir ini semua.

Biasanya setelah beraktivitas seharian, saya lebih memilih untuk menonton film seperti Munafik atau Veronica. Bukan malah diajak berpikir lagi dengan menonton film horor macam The Lighthouse, The Witch, atau Suspiria.

#4 Beberapa film horor minim jump scare justru tidak seram

Pada tahun 2019, film horor Midsommar pernah sangat populer lantaran pilihan setting waktu terornya terjadi saat masih terang, sedangkan film horor biasanya memiliki waktu teror saat memasuki waktu gelap. Selain itu, banyak ulasan yang mengatakan bahwa film Midsommar bisa sangat mengganggu sebagian penonton karena adanya adegan tidak biasa yang dihadirkan pada film tersebut.

Saat tayang di Jakarta, tentu saja saya menonton Midsommar di bioskop. Tapi, saat di bioskop saya malah merasa biasa saja, cenderung bosan. Saat itu saya berpikiran bahwa banyak adegan penting dalam film tersebut yang terkena sensor dan tidak ditayangkan, makanya saya bosan.

Saya penasaran dan mencoba menonton kembali Midsommar pada situs nonton. Akhirnya saya mendapatkan adegan yang katanya mengganggu tersebut. Bagi saya adegan tersebut tidak menyeramkan, hanya menjijikkan dan menggelikan. Saya tidak bilang Midsommar jelek, saya mengapresiasi Midsommar sebagai film yang ingin mendekonstruksi film horor, hanya saja ya tidak seram.

Pada akhirnya sebagai penggemar film horor, saya tetap menonton berbagai macam jenis film horor. Terkadang saya sangat senang saat menonton film horor seperti Insidious atau Lights Out. Terkadang saya juga suka dengan film horor semacam Hereditary, Us, bahkan Gerald’s Game. Intinya tergantung situasi saja.

BACA JUGA Daripada Nonton Bokep, Mending Nonton Serial Watchmen dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Desember 2020 oleh

Tags: Film Hororjumpscare
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Exhuma, Film Horor Korea yang Menampar Sineas Horor Lokal Penjual Gimik, Mitos Agama, dan Jumpscare Murahan

Exhuma, Film Horor Korea yang Menampar Sineas Horor Lokal Penjual Gimik, Mitos Agama, dan Jumpscare Murahan

5 Maret 2024
Relasi Orang Kota dan Desa yang Monoton dalam Film Horor Indonesia

Relasi Orang Kota dan Desa yang Monoton dalam Film Horor Indonesia

24 Mei 2022
genderuwo film horor mojok.co

Kok Bisa ya Arwah di Film Horor Itu pada Sakti?

10 September 2020
Suzzanna Malam Jumat Kliwon Itu Bukan Film Balas Dendam Setan, tapi tentang Ngerinya Utang!

Suzzanna Malam Jumat Kliwon Itu Bukan Film Balas Dendam Setan, tapi tentang Ngerinya Utang!

10 Agustus 2023
Sampai Kapan pun Indonesia Nggak Akan Kehabisan Ide Soal Dunia Setan terminal mojok.co

Indonesia Nggak Akan Kehabisan Ide Soal Dunia Setan

5 Maret 2020
Kuntilanak, Hantu Film Horor yang Lebih Pantas Dikasihani ketimbang Ditakuti

Kuntilanak, Hantu yang Lebih Pantas Dikasihani ketimbang Ditakuti

14 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.