Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Kita Masih Dengerin Musik Itu-itu Saja dari Remaja Hingga Kini

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
20 Oktober 2020
A A
Alasan Kita Masih Dengerin Musik Itu-itu Saja dari Remaja Hingga Kini terminal mojok.co

Alasan Kita Masih Dengerin Musik Itu-itu Saja dari Remaja Hingga Kini terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam banyak hal, generasi 90-an sering kali dianggap sebagai sosok yang paling rentan melakukan romantisasi terhadap berbagai hal. Salah satunya soal band atau musik favorit. Padahal, menurut realita dan yang saya temui dalam keseharian, soal musik, tiap generasi selalu punya band atau aliran musik favorit untuk didengar setiap waktu hingga saat ini.

Bapak saya dan teman seangkatannya, misalnya. Selalu meromantisasi Koes Plus sebagai band favoritnya dan menganggap band lokal terbaik pada masanya. Termasuk musik juga lirik penuh makna sekaligus romansa yang pernah diciptakan oleh Koes bersaudara. Selain memang Koes Plus adalah salah satu band legendaris Indonesia.

Sedangkan saya sebagai generasi 90-an menganggap bahwa band dengan aliran musik emo, pop rock, dan sebagainya, merupakan cipta sekaligus karya terbaik yang pernah ada. Dan kami mendengar banyak di antaranya pada tahun 2000-an. Generasi Z lain lagi. Mereka juga punya aliran musik favorit sendiri. Entah EDM (Elektronik Dance Musik), lirik ala-ala senja, atau lagu yang musiknya dikoplokan. Musik yang berhasil bikin kita berjoget kembali digemari oleh banyak kalangan.

Nggak. Saya nggak akan membahas soal band atau aliran musik mana yang terbaik. Nggak akan ada habisnya kalau bicara soal selera dan sesuatu yang disukai.

Jujur saja, saya justru lebih tertarik mencari tahu, apa yang menyebabkan seseorang pada generasi tertentu, pada tahun berapa pun ia lahir, masih mendengarkan grup musik atau aliran musik yang sama dari remaja hingga memasuki masa dewasa. Bahkan, tak sedikit masih mendengarkan sekaligus mengenangnya hingga masa tua.

Kenapa Bapak-bapak yang usianya kisaran 50 tahun ke atas masih mendengarkan Koes Plus, Pance F. Pondang, Panbers, Bon Jovi, Guns N Roses, dan lain seangkatannya hingga saat ini? Kenapa generasi 90-an masih saja mendengarkan musik yang sama. Nggak akan jauh dari My Chemical Romance, Fall Out Boy, Linkin Park, System of A Down, Sheila on 7, Padi, Dewa, dan yang lainnya? Dan seterusnya, dan seterusnya.

Lantaran rasa penasaran ini terus berkecamuk dalam benak dan pikiran saya, akhirnya saya coba mencari tahu secara mandiri. Mari kita telusuri alasannya.

Mengutip tulisan Seth Stephens-Davidowitz di New York Times melalui Vice, laki-laki mulai mengembangkan selera musiknya sejak 13-16 tahun. Sedangkan perempuan sejak 11-14 tahun. Dan orang yang sudah dewasa tidak begitu suka mendengarkan musik baru. Bahkan menurutnya, selera seseorang akan tetap sama meski sudah mencoba selera baru saat usia 20-an.

Baca Juga:

9 Istilah Gaul yang Sering Dipakai Generasi Alpha dan Artinya, Generasi Lain Pasti Roaming

Hal tersebut juga dipertegas oleh pernyataan Dr. Stephanie Burnett Heyes, dosen Psikologi dan peneliti pascadoktoral British Academy di University of Birmingham. Menurutnya, apa yang kita lakukan dulu cenderung melekat dalam benak. Salah satunya, tentu saja soal musik.

Kini, setidaknya saya menjadi lebih memahami, kenapa seseorang yang berasal dari generasi mana pun, sering kali memperdebatkan soal selera musik masing-masing. Saya pikir, hal ini juga tidak terlepas dari referensi dan faktor sosial-lingkungan seseorang akan musik. Pasalnya, tentu saja awal mulanya bisa jadi berasal dari ikut-ikutan teman.

Musik apa yang sering didengarkan bersama pada masanya, saling tukar informasi tentang update terbaru, menjadi sebagian kebiasaan yang beberapa remaja lakukan di masa lalu. Ada sensasi asyik sendiri saat melakukan hal tersebut. Meskipun beberapa hal seperti itu tidak dilakukan kembali di masa sekarang, paling tidak ada yang membekas dan terus melekat sampai dengan saat ini: lagu yang sama masih diputar berulang kali dalam setiap kesempatan yang ada.

Semoga, setelah ini nggak ada lagi perdebatan soal siapa generasi yang punya band serta aliran musik terbaik. Nggak akan ada ujungnya, Sob. Apalagi selera itu tidak untuk diperdebatkan. Ingat, de gustibus non est disputandum.

Lagian nggak bosan apa romantisasi generasi terus?

Paling tidak, saat ini saya bisa tidur nyenyak dan nggak penasaran lagi memikirkan: kenapa saya masih suka mendengarkan lagu yang itu-itu aja? Padahal, musik tersebut sudah berkali-kali didengar selama bertahun-tahun. Bahkan, tak jarang saat melakukan aktivitas yang itu-itu aja.

BACA JUGA 8 Lagu yang Kerap Dibawakan untuk Latihan Anak Band di Studio Rental dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2020 oleh

Tags: generasiselera lagu
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

9 Istilah Gaul yang Sering Dipakai Generasi Alpha dan Artinya, Generasi Lain Pasti Roaming Mojok.co

9 Istilah Gaul yang Sering Dipakai Generasi Alpha dan Artinya, Generasi Lain Pasti Roaming

20 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.